-
-->
-
5 Tanda Sistem Performance Review di Perusahaan Anda Sudah Rusak, Tapi Tidak Ada yang Mengakuinya 7 May 2026di Forum Human Resources

Ada skenario yang sangat umum di perusahaan Indonesia skala menengah:
Setiap akhir tahun, HR mengirim form penilaian. Manajer mengisinya, kebanyakan dalam satu sesi duduk karena deadline sudah mepet. Hasilnya terkumpul. Lalu… tidak ada yang berubah. Karyawan yang bagus tetap dapat treatment yang sama dengan yang biasa-biasa saja. Yang underperform tidak pernah mendapat feedback serius.

Dan semua orang tahu ini tidak benar. Tapi tidak ada yang membahasnya secara terbuka.
Hari ini kita bahas tanda-tandanya supaya kita bisa jujur pada diri sendiri sebelum mulai memperbaiki sistemnya.
Tanda #1: Hampir Semua Karyawan Dapat Rating “Baik”
Cek distribusi rating di perusahaan Anda. Kalau hasilnya terlihat seperti ini:
- Sangat Baik: 70-90%
- Baik: 10-25%
- Perlu Perbaikan: 1-3%

…bukan berarti karyawan Anda memang luar biasa semua. Artinya manajer menghindari konflik dengan memberikan rating tinggi ke semua orang.
Di budaya kerja Indonesia, ini sangat umum. Ada tekanan sosial yang kuat untuk tidak memberikan nilai rendah kepada bawahan karena terasa tidak sopan, tidak supportive, atau bisa merusak hubungan. Hasilnya: semua dapat nilai bagus, bonus dibagi rata, dan karyawan yang benar-benar berprestasi merasa tidak ada bedanya berjuang keras atau sekadar hadir.
Pertanyaan jujur: Kapan terakhir kali seseorang di perusahaan Anda mendapat rating “Perlu Perbaikan” dan itu diikuti dengan rencana perbaikan yang serius?
Tanda #2: Karyawan Tidak Tahu KPI Mereka Sendiri
Coba test sederhana: pilih 5 karyawan secara random, dari staf hingga supervisor, dan tanya: “Apa target spesifik kamu tahun ini?”
Kalau lebih dari 3 orang menjawab dengan sesuatu yang samar seperti “ya pokoknya kerjain tugas dengan baik” atau “sesuai arahan atasan”, berarti sistem Goals kalian tidak berjalan.

Target yang tidak terdokumentasi dan tidak dikomunikasikan secara eksplisit sama saja dengan tidak ada. Dan kalau tidak ada target yang jelas, penilaian apapun di akhir tahun menjadi subjektif sepenuhnya.
Tanda #3: Review Tahunan Terasa seperti “Pengumuman Mengejutkan”

Di sistem yang sehat, review tahunan seharusnya terasa seperti konfirmasi dari percakapan yang sudah berlangsung sepanjang tahun. Karyawan sudah tahu posisi mereka. Tidak ada kejutan besar.
Kalau karyawan baru tahu performa mereka bermasalah saat form review keluar di Desember, itu bukan kegagalan karyawan. Itu kegagalan sistem feedback yang seharusnya berjalan sepanjang tahun.
Di perusahaan mid-enterprise, manajer yang kelebihan beban operasional sering melewatkan 1-on-1 reguler. Akibatnya, review tahunan jadi satu-satunya momen di mana feedback disampaikan, dan sering sudah terlambat untuk diperbaiki.
Tanda #4: Keputusan Promosi Terasa Seperti “Orang Dalam”
Ketika karyawan tidak bisa mengerti logika di balik keputusan promosi (siapa yang naik dan kenapa), yang muncul adalah spekulasi, gosip, dan demotivasi.

“Dia dipromosikan karena dekat sama bos.” “Padahal kerja saya lebih keras.”
Kalimat seperti ini seharusnya tidak ada kalau sistem Performance Review berjalan dengan baik. Review yang baik membuat keputusan promosi bisa dijelaskan dengan data, bukan hanya defending judgment seseorang.
Tanda #5: High Performer Resign Tanpa Warning

Inilah yang paling mahal. Karyawan terbaik cenderung paling sedikit mengeluh, tapi paling aktif mencari peluang di luar. Mereka tidak butuh banyak waktu untuk mendapat offer lain.
Kalau sistem review tidak bisa membedakan dan memberikan penghargaan konkret kepada high performer dibanding karyawan rata-rata, mereka punya satu sinyal yang jelas: “Di sini, usaha ekstra tidak ada bedanya.” Dan mereka pergi.
Kenapa Ini Susah Diakui?
Karena mengakui bahwa sistem performance review tidak berjalan artinya mengakui bahwa keputusan-keputusan people yang sudah dibuat selama ini mungkin tidak cukup objektif. Itu tidak nyaman.
Tapi justru dari pengakuan itulah perbaikan bisa dimulai.
Diskusi
Dari 5 tanda di atas, mana yang paling familiar dengan kondisi di perusahaan kalian saat ini? Dan menurut kalian, apa akar penyebabnya: sistem yang salah desain, atau budaya yang belum siap?
Tidak ada jawaban yang salah di sini. Kita berbagi untuk belajar bareng.
Minggu depan kita mulai masuk ke solusi: cara membangun Goals yang efektif di Talenta, yang tidak sekadar jadi formalitas tahunan.
Sudah Tahu Masalahnya. Sekarang Butuh Bantuan Memperbaikinya?

Mengidentifikasi bahwa sistem performance review tidak berjalan itu langkah pertama. Tapi membangun ulang sistemnya sambil handle operasional sehari-hari butuh pendampingan yang lebih terstruktur.
Tim konsultan Talenta bisa membantu kalian dari assessment kondisi saat ini sampai implementasi framework yang pas untuk skala dan industri perusahaan kalian.
-
5 Tanda Sistem Performance Review di Perusahaan Anda Sudah Rusak, Tapi Tidak Ada yang Mengakuinya
Threads
Replies
Badges