Apakah anda mencari sesuatu?

  • This topic has 9 replies, 2 voices, and was last updated 21 minutes ago by Albert Yosua Matatula.

Innovation War

December 29, 2025 at 10:27 am
image
    • KASPAR PURBA
      Participant
      GamiPress Thumbnail
      Image 9 replies
      View Icon 6  views
        Up
        0
        ::

        Jaman sekarang, perubahan itu terjadi dengan cepat dan tanpa prediksi. Ada yang terluka dan ada gugur di medan laga hidup. Bagi yang berjaya, barangkali kini terasa makin nyaman dan untuk itu kita layak memberikan kecupan hangat pada para inovator yang telah mempersembahkan aneka produk inovatif di hadapan kita.

        Kisah inovasi yang ditorehkan dengan tinta emas mungkin akan dinikmati oleh mereka yang memang senantiasa dapat meracik beragam produk baru yang inovatif. Namun bagi sebagian yang lain, perang inovasi ibarat padang kurusetra, yaitu tempat dimana mereka terpanah penuh luka dan akhirnya gugur di medan laga. Dunia tak kekurangan dengan korban-korban yang terpelanting dalam laga inovasi yang brutal itu. Kita disini mau mencatat tiga contoh diantaranya adalah:

        Yang pertama adalah dalam arena kamera digital.

        Dulu sebelum kamera digital menjadi sesuatu yang lumrah, kita mengenal produk bernama Kodak sebagai sang dewa. Setiap kali Anda pergi 4 liburan bersama teman atau kerabat, pasti kotak film bermerk Kodak itu nyangkut di tas Anda. Namun perkembangan teknologi kamera digital telah menghempaskan mereka dalam puing sejarah yang usang. Kodak tidak cepat merespon perubahan yang mematikan ini, dan kini mereka tinggal menunggu peti mati untuk beranjak tidur selamanya.

         

        Yang kedua adalah telepon rumah.

        Dulu bisnis ini menjadi sumber mesin uang bagi Telkom, sang penguasanya. Namun kini ketika handphone atau HP telah ada dimana-mana, frekuensi penggunaan telepon menurun drastic. Di rumah pun banyak orang yang kini lebih memilih memakai handphone daripada telepon rumah yang jadul itu. Dan itulah yang terjadi penurunan pendapatan Telkom dari bisnis telpon rumah lebih cepat daripada yang mereka prediksi. Bisnis telepon rumah kemudian menjelma menjadi bisnis yang stagnan dan bagian dari sejarah masa silam.

         

        Yang ketiga adalah sepeda motor.

        Pada perang inovasi di bisnis sepeda motor. Dulu, produsen motor Suzuki selalu menempel ketat sang penguasa pasar, yaitu Honda, bersama rival terdekatnya yakni Yamaha. Namun ketika Yamaha menggebrak dengan produk inovatif bernama skutik Mio, 5 sponsor Valentino Rossi ini terbang melesat bersama Honda– yang terus berinovasi agar tak tersalip. Yang kemudian tertinggal dalam sembilu kepedihan adalah Suzuki. Gebrakan inovasi Yamaha, yang segera kemudian disusul oleh Honda, telah membuat Suzuki terpelanting dan terkaing-kaing. Kita sekarang menyaksikan banyak dealer motor Suzuki yang tutup, dan pangsa pasar mereka terus menurun. Kita tidak tahu sampai kapan Suzuki akan terus mengalami penderitaan yang menyakitkan ini.

         

        Tiga kasus diatas telah menyodorkan eksemplar yang begitu jelas yaitu tanpa spirit inovasi, sebuah produsen bisa tergolek kehilangan raga. Proses ini mungkin menjadi kian dramatis dalam bisnis yang melibatkan teknologi yang bergerak dengan cepat (seperti tiga kasus diatas). Ketajaman mengendus tren pasar, tim pengembangan produk (product development) yang unggul serta budaya inovasi yang mengakar, adalah sejumlah elemen dasar yang perlu dibentangkan jika sebuah organisasi ingin terus bisa bertahan dalam laga inovasi yang terus berjalan tanpa henti. Tanpa bekal itu semua, sebuah organisasi bisa terjebak dan sekarat. Bagi mereka, perang inovasi bisa menjelma menjadi drama yang menyakitkan, dan membuat mereka terkubur lenyap dalam kesunyian.

        Oleh karena itu, suatu organisasi atau bisnis harus memiliki kesadaran akan INOVASI dan ADAPTIF agar bisnis terus berjalan ditengah era disrupsi ini.

        Tetap semangat kawan – kawan.

      • Albert Yosua Matatula
        Participant
        GamiPress Thumbnail
        Image 9 replies
        View Icon 6  views

          Selain itu, menurut Ka Kaspar, bagaimana peran individu (karyawan atau mahasiswa yang kelak masuk dunia kerja) dalam menghadapi perang inovasi ini? Apakah cukup dengan mengikuti perubahan, atau justru kita dituntut untuk menjadi agen perubahan itu sendiri, meskipun berada dalam sistem yang belum sepenuhnya adaptif?

        • Albert Yosua Matatula
          Participant
          GamiPress Thumbnail
          Image 9 replies
          View Icon 6  views

            Sekali lagi terima kasih Ka Kaspar atas insight yang sangat bermakna. Tulisan ini menjadi pengingat bahwa di era disrupsi, hanya mereka yang sadar akan inovasi dan mau beradaptasi yang mampu bertahan dan terus relevan.

          • Albert Yosua Matatula
            Participant
            GamiPress Thumbnail
            Image 9 replies
            View Icon 6  views

              Pertanyaan saya untuk Ka Kaspar, bagaimana cara organisasi besar yang sudah mapan membangun budaya inovasi tanpa harus menghancurkan struktur yang sudah berjalan? Apakah perubahan harus dimulai dari level pimpinan, atau justru dari unit-unit kecil di dalam organisasi sebagai innovation lab?

            • Albert Yosua Matatula
              Participant
              GamiPress Thumbnail
              Image 9 replies
              View Icon 6  views

                Menurut saya, poin paling penting dari tulisan ini adalah penekanan pada budaya inovasi yang mengakar dalam organisasi. Tanpa budaya yang mendukung eksperimen, kreativitas, dan pembelajaran dari kegagalan, inovasi hanya akan menjadi jargon, bukan praktik nyata. Budaya inilah yang membedakan organisasi yang adaptif dengan yang stagnan.

              • Albert Yosua Matatula
                Participant
                GamiPress Thumbnail
                Image 9 replies
                View Icon 6  views

                  Sementara itu, contoh Suzuki di industri sepeda motor menunjukkan betapa pentingnya kecepatan dalam merespons inovasi pesaing. Yamaha dan Honda mampu membaca kebutuhan pasar akan skutik yang praktis, sedangkan Suzuki terlihat terlambat mengambil langkah strategis. Dari kasus ini, terlihat bahwa inovasi juga berkaitan erat dengan keberanian mengambil risiko dan kecepatan eksekusi.

                • Albert Yosua Matatula
                  Participant
                  GamiPress Thumbnail
                  Image 9 replies
                  View Icon 6  views

                    Contoh kasus Kodak menjadi pelajaran yang sangat relevan. Ironisnya, Kodak sebenarnya memiliki teknologi kamera digital lebih awal, namun kurang berani mengubah model bisnisnya karena terlalu nyaman dengan kesuksesan film analog. Dari sini saya melihat bahwa musuh terbesar inovasi bukan hanya keterbatasan teknologi, tetapi juga rasa aman dan ketakutan untuk meninggalkan zona nyaman.

                  • Albert Yosua Matatula
                    Participant
                    GamiPress Thumbnail
                    Image 9 replies
                    View Icon 6  views

                      Kasus telepon rumah Telkom juga menarik, karena menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu berarti teknologi baru, tetapi juga perubahan perilaku konsumen. Ketika masyarakat beralih ke handphone, bisnis telepon rumah kehilangan relevansinya. Hal ini menegaskan bahwa organisasi harus peka terhadap perubahan kebiasaan pasar, bukan hanya fokus pada aset atau infrastruktur yang sudah ada.

                    • Albert Yosua Matatula
                      Participant
                      GamiPress Thumbnail
                      Image 9 replies
                      View Icon 6  views

                        Saya sangat tertarik dengan analogi “perang inovasi” yang Ka Kaspar sampaikan. Analogi ini terasa kuat karena memang dalam dunia bisnis saat ini, siapa yang terlambat beradaptasi akan tersingkir tanpa kompromi. Tidak peduli seberapa besar atau kuat sebuah perusahaan di masa lalu, jika gagal membaca perubahan, maka kehancuran bisa datang lebih cepat dari yang dibayangkan.

                      • Albert Yosua Matatula
                        Participant
                        GamiPress Thumbnail
                        Image 9 replies
                        View Icon 6  views

                          Terima kasih Ka Kaspar atas tulisan Innovation War yang sangat reflektif dan membuka wawasan. Tulisan ini menggambarkan dengan jelas bahwa inovasi bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan bagi organisasi dan bisnis yang ingin bertahan di tengah perubahan zaman yang begitu cepat dan sering kali tidak terduga.

                      Viewing 9 reply threads
                      • You must be logged in to reply to this topic.
                      Image

                      Bergabung & berbagi bersama kami

                      Terhubung dan dapatkan berbagai insight dari pengusaha serta pekerja mandiri untuk perluas jaringan bisnis Anda!