Apakah anda mencari sesuatu?

  • This topic has 0 replies, 1 voice, and was last updated 3 weeks, 1 day ago by Amilia Desi Marthasari.

Mekanisme Penggajian HRD: Proses, Prinsip, dan Tantangan di Dunia Kerja Modern

January 13, 2026 at 1:13 pm
image
    • Amilia Desi Marthasari
      Participant
      GamiPress Thumbnail
      Image 0 replies
      View Icon 18 views
        Up
        0
        ::

        Penggajian merupakan salah satu fungsi paling krusial dalam manajemen sumber daya manusia (HRD). Bagi karyawan, gaji adalah hak utama atas kontribusi tenaga, waktu, dan keahlian yang telah diberikan. Sementara bagi perusahaan, penggajian adalah bentuk tanggung jawab hukum, moral, dan strategis dalam menjaga kepercayaan serta stabilitas organisasi. Oleh karena itu, mekanisme penggajian HRD tidak sekadar soal menghitung angka, tetapi juga menyangkut sistem, ketepatan, kepatuhan hukum, dan keadilan.

        Artikel ini akan membahas secara komprehensif mekanisme penggajian HRD, mulai dari pengertian, komponen, alur proses, hingga tantangan yang sering dihadapi dalam praktiknya.

        1. Pengertian Mekanisme Penggajian HRD
        Mekanisme penggajian HRD adalah rangkaian proses terstruktur yang dilakukan oleh departemen HR (Human Resources Department) dalam menghitung, memverifikasi, dan membayarkan hak penghasilan karyawan sesuai dengan ketentuan perusahaan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

        Mekanisme ini mencakup:

        Pengumpulan data kehadiran dan kinerja
        Perhitungan komponen gaji
        Pemotongan pajak dan iuran
        Proses persetujuan
        Pembayaran gaji
        Pelaporan dan arsip administrasi
        Penggajian yang baik harus akurat, transparan, tepat waktu, dan dapat dipertanggungjawabkan.

        2. Peran HRD dalam Sistem Penggajian
        HRD memiliki peran sentral dalam mekanisme penggajian, antara lain:

        Menyusun kebijakan pengupahan
        Menjaga kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan
        Mengelola data karyawan
        Menjamin keadilan dan konsistensi pembayaran
        Menjadi penghubung antara manajemen, keuangan, dan karyawan
        Dalam banyak perusahaan, HRD bekerja sama dengan bagian payroll atau finance, namun tanggung jawab validasi data tetap berada di HRD.

        3. Komponen Gaji dalam Mekanisme Penggajian
        Mekanisme penggajian HRD tidak terlepas dari komponen gaji yang terdiri dari:

        a. Gaji Pokok
        Gaji pokok adalah imbalan dasar yang diterima karyawan sesuai jabatan, level, dan perjanjian kerja. Besarannya tidak boleh lebih rendah dari upah minimum yang berlaku.

        b. Tunjangan Tetap
        Tunjangan yang dibayarkan secara rutin setiap bulan, seperti:

        Tunjangan jabatan
        Tunjangan kehadiran
        Tunjangan komunikasi
        Tunjangan keluarga
        c. Tunjangan Tidak Tetap
        Tunjangan yang dibayarkan berdasarkan kondisi tertentu, misalnya:

        Uang lembur
        Insentif kinerja
        Bonus
        Uang makan atau transport harian
        d. Potongan
        Potongan merupakan pengurangan dari gaji bruto, meliputi:

        Pajak Penghasilan (PPh 21)
        BPJS Kesehatan
        BPJS Ketenagakerjaan
        Potongan absensi
        Potongan pinjaman atau denda (jika ada)

        4. Alur Mekanisme Penggajian HRD
        Berikut adalah tahapan mekanisme penggajian HRD yang umum diterapkan:

        a. Pengumpulan Data Kehadiran
        HRD mengumpulkan data absensi karyawan melalui sistem fingerprint, aplikasi HRIS, atau absensi manual. Data ini mencakup:

        Kehadiran harian
        Keterlambatan
        Izin, sakit, dan cuti
        Lembur (berdasarkan SPL)
        Tahap ini sangat penting karena kesalahan data akan berdampak langsung pada perhitungan gaji.

        b. Verifikasi dan Validasi Data
        Data kehadiran diverifikasi oleh HRD untuk memastikan:

        Lembur disertai Surat Perintah Lembur (SPL)
        Izin dan cuti memiliki persetujuan
        Tidak ada data ganda atau tidak wajar
        Validasi ini menjadi kontrol utama untuk mencegah kesalahan penggajian.

        c. Perhitungan Gaji
        HRD atau tim payroll melakukan perhitungan gaji berdasarkan:

        Gaji pokok
        Tunjangan
        Lembur
        Potongan
        Perhitungan dilakukan sesuai kebijakan internal dan ketentuan hukum yang berlaku.

        d. Perhitungan Pajak dan Iuran
        Pajak penghasilan (PPh 21) dan iuran BPJS dihitung sesuai aturan pemerintah. HRD wajib memastikan:

        Status pajak karyawan sudah benar
        PTKP sesuai kondisi keluarga
        Iuran dibayarkan tepat waktu
        Kesalahan pada tahap ini dapat berdampak hukum bagi perusahaan.

        e. Proses Persetujuan
        Hasil payroll biasanya melalui proses approval berjenjang:

        HRD
        Finance
        Manajemen
        Tujuannya untuk memastikan tidak ada kesalahan fatal sebelum gaji dibayarkan.

        f. Pembayaran Gaji
        Gaji dibayarkan melalui transfer bank atau metode lain yang disepakati. Waktu pembayaran harus sesuai perjanjian kerja dan peraturan perusahaan.

        g. Distribusi Slip Gaji
        Slip gaji diberikan kepada karyawan sebagai bentuk transparansi. Slip ini memuat rincian penghasilan dan potongan.

        h. Arsip dan Pelaporan
        HRD wajib menyimpan data penggajian sebagai dokumen perusahaan dan bahan audit, serta pelaporan pajak dan BPJS.

        5. Prinsip Dasar dalam Mekanisme Penggajian
        Agar mekanisme penggajian berjalan dengan baik, HRD harus memegang prinsip berikut:

        Akurasi
        Setiap angka harus dapat dipertanggungjawabkan.
        Keadilan
        Tidak ada diskriminasi dalam pembayaran gaji.
        Kepatuhan Hukum
        Sesuai UU Ketenagakerjaan dan regulasi pajak.
        Kerahasiaan
        Data gaji bersifat sensitif dan harus dijaga.
        Ketepatan Waktu
        Keterlambatan gaji dapat menurunkan kepercayaan karyawan.

        6. Tantangan dalam Mekanisme Penggajian HRD
        Dalam praktiknya, HRD sering menghadapi berbagai tantangan, seperti:

        a. Data Absensi Tidak Akurat
        Kesalahan fingerprint, lupa absen, atau manipulasi data menjadi tantangan klasik.

        b. Keterlambatan Dokumen
        SPL, izin, atau laporan lembur yang terlambat berdampak langsung pada penggajian.

        c. Perubahan Regulasi
        Aturan pajak dan ketenagakerjaan yang dinamis menuntut HRD selalu update.

        d. Sistem Manual
        Penggajian manual rawan kesalahan dan memakan waktu.

        e. Keluhan Karyawan
        Kesalahan sekecil apa pun dapat memicu ketidakpuasan dan konflik.

        7. Peran Teknologi dalam Mekanisme Penggajian
        Saat ini, banyak perusahaan menggunakan HRIS atau software payroll untuk membantu HRD, antara lain:

        Otomatisasi perhitungan gaji
        Integrasi absensi dan lembur
        Perhitungan pajak otomatis
        Slip gaji digital
        Laporan real-time
        Teknologi membantu meningkatkan efisiensi, akurasi, dan transparansi.

        8. Kesimpulan
        Mekanisme penggajian HRD adalah proses vital yang menentukan stabilitas hubungan antara perusahaan dan karyawan. Penggajian bukan sekadar rutinitas bulanan, melainkan sistem yang mencerminkan profesionalisme, keadilan, dan kepatuhan perusahaan.

        HRD dituntut tidak hanya mahir secara administratif, tetapi juga memahami regulasi, teknologi, dan komunikasi yang baik dengan karyawan. Dengan mekanisme penggajian yang tertata, perusahaan dapat membangun kepercayaan, meningkatkan loyalitas, dan menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan berkelanjutan.

    Viewing 0 reply threads
    • You must be logged in to reply to this topic.
    Image

    Bergabung & berbagi bersama kami

    Terhubung dan dapatkan berbagai insight dari pengusaha serta pekerja mandiri untuk perluas jaringan bisnis Anda!