::
Pernah merasa jadi “Orang Berbeda” saat masuk kantor? Berangkat jam 8 pagi sebagai profesional yang tegas, pulang jam 5 sore balik jadi kaum rebahan.
Ini bukan kepribadian ganda, ini adalah Workday Personality. Mari kita bedah fenomena ini! 🧵
Secara psikologis, kita cenderung melakukan Self-Compartmentalization. Kita membangun ‘avatar’ profesional sebagai bentuk perlindungan diri. Tujuannya? Agar tekanan di kantor tidak langsung melukai jati diri kita yang asli.
Ada beberapa tipe yang sering muncul:
• The Executioner: Di rumah santai, di kantor berubah jadi robot efisiensi yang benci basa-basi.
• The People Pleaser: Si paling nggak enak nolak tugas, padahal aslinya sangat independen.
Ada juga The Silent Observer. Sosok yang di tongkrongan paling berisik, tapi kalau di ruang meeting lebih milih menyimak dan mencatat. Mereka menggunakan “diam” sebagai strategi navigasi politik kantor yang melelahkan.
Kenapa ini penting?
Workday Personality membantu kita menetapkan boundaries. Saat ada revisi pedas atau konflik dengan rekan kerja, “Avatar” kita yang maju. Jadi, mental kita yang asli tetap aman di balik layar.
Namun, ada jebakannya: Emotional Labor.
Kalau kepribadian kerja kamu terlalu bertolak belakang dengan sifat asli, kamu akan cepat burnout. Capeknya bukan karena beban tugas, tapi karena lelah “bermain peran” selama 8 jam sehari.
Kuncinya bukan menghilangkan Workday Personality, tapi menyelaraskannya. Cari irisan kecil antara diri asli dan diri profesional agar transisinya tidak terlalu menyakitkan setiap pagi.
Pekerjaan adalah bagian dari hidup, tapi bukan seluruh identitasmu. Jangan sampai “topeng” kantor menempel terlalu lama sampai kamu lupa siapa dirimu saat laptop ditutup.
Kamu tipe yang mana? Si paling produktif di kantor atau si pendiam yang diam-diam mengamati segalanya? Coba drop pengalamanmu di bawah! 👇