- This topic has 0 replies, 1 voice, and was last updated 12 hours, 46 minutes ago by
Amilia Desi Marthasari.
20 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla: Ketika Keuntungan Bisnis Berhadapan dengan Tanggung Jawab Lingkungan
October 30, 2026 at 3:08 pm-
-
Up::0
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian publik setelah Bareskrim Polri menetapkan 20 perusahaan sebagai tersangka korporasi dalam kasus dugaan karhutla di Indonesia. Berdasarkan keterangan Kabareskrim Komjen Pol Asep Safrudin pada 29 Oktober 2026, penanganan perkara ini mencakup 104 laporan polisi dengan luas lahan terbakar yang dilaporkan mencapai 29.168,78 hektare. Dari 20 korporasi tersebut, empat merupakan perusahaan penanaman modal asing (PMA) yang berasal dari Singapura, Malaysia, dan Korea Selatan, sedangkan 16 lainnya merupakan perusahaan dalam negeri. Polisi menyebut dugaan pelanggaran dapat terjadi karena tindakan yang disengaja maupun kelalaian dalam memenuhi ketentuan perlindungan lingkungan. Penyidikan masih berjalan dan jumlah korporasi yang ditetapkan sebagai tersangka masih mungkin bertambah.
Kasus ini memberikan pesan penting bahwa aktivitas bisnis tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian keuntungan dan perluasan usaha, tetapi juga harus memperhitungkan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat. Hutan bukan sekadar lahan yang memiliki nilai ekonomi, melainkan ekosistem yang berperan menjaga keseimbangan alam, menyimpan karbon, menyediakan sumber air, serta menjadi habitat bagi berbagai keanekaragaman hayati. Ketika kebakaran terjadi, dampaknya tidak berhenti pada lahan yang terbakar. Asap dapat mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas pendidikan dan ekonomi terganggu, satwa kehilangan habitat, sementara kerusakan ekosistem membutuhkan waktu panjang untuk dipulihkan. Oleh karena itu, tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan seharusnya menjadi bagian dari strategi bisnis, bukan hanya kewajiban administratif.
Penetapan tersangka terhadap korporasi juga menjadi pengingat bahwa tanggung jawab lingkungan tidak dapat dilepaskan dari sistem pengawasan internal perusahaan. Perusahaan perlu memastikan bahwa setiap kegiatan operasional memiliki prosedur pencegahan kebakaran, pengawasan kondisi lahan, kesiapan sarana pemadaman, serta mekanisme pelaporan apabila ditemukan titik api. Dalam hal ini, peran manajemen, tim HSE, pimpinan operasional, hingga seluruh karyawan sangat penting. Pencegahan tidak cukup dilakukan ketika kebakaran sudah terjadi. Perusahaan harus memiliki sistem deteksi dini, melakukan inspeksi secara berkala, memberikan pelatihan tanggap darurat, dan memastikan seluruh pihak memahami tanggung jawabnya. Dari perspektif tata kelola perusahaan, kasus ini juga memperlihatkan pentingnya prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya bagaimana perusahaan mengelola risiko lingkungan, memenuhi regulasi, dan mempertanggungjawabkan dampak kegiatan usahanya. Perusahaan yang mengabaikan aspek lingkungan bukan hanya menghadapi risiko hukum, tetapi juga risiko reputasi, kepercayaan investor, dan keberlanjutan bisnis. Meski demikian, penetapan tersangka harus tetap dibedakan dari putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Proses pembuktian dan hak setiap pihak untuk membela diri harus dihormati. Penegakan hukum yang transparan dan berdasarkan bukti menjadi bagian penting untuk memastikan pertanggungjawaban berjalan secara adil. Pada akhirnya, kasus 20 perusahaan tersangka karhutla seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi seluruh dunia usaha di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi memang penting, tetapi tidak boleh dibangun dengan mengorbankan kelestarian alam dan keselamatan masyarakat. Perusahaan harus menyadari bahwa keuntungan yang diperoleh hari ini tidak akan berarti apabila lingkungan yang menjadi sumber kehidupan justru mengalami kerusakan. Sudah saatnya kepedulian lingkungan tidak berhenti pada slogan, kegiatan seremonial, atau laporan keberlanjutan, tetapi benar-benar diterapkan dalam setiap keputusan bisnis. Karena perusahaan yang hebat bukan hanya perusahaan yang mampu menghasilkan keuntungan besar, melainkan juga perusahaan yang mampu menjaga lingkungan dan bertanggung jawab atas dampak dari setiap aktivitasnya.
-
- You must be logged in to reply to this topic.
Login terlebih dahulu , untuk memberikan komentar.
Thread terkait
-
Satu Bumi, Satu Tanggung Jawab: Belajar dari Gerakan LingkunganPernahkah kita membayangkan bagaimana kehidupan akan berjalan jika hutan semakin gundul, sungai dipenuhi sampah, udara semakin tercemar, dan air bersih menjadi barang…22 Oct 2026 • GeneralTerkait:tanggung jawab lingkungan tanggung jawab jawab lingkungan karyawan lingkungan tanggung
-
Satu Bumi, Satu Tanggung Jawab: Belajar dari Gerakan LingkunganPernahkah kita berpikir, bagaimana jika suatu hari nanti udara yang kita hirup tidak lagi bersih, air yang kita minum tercemar, dan hutan…22 Oct 2026 • GeneralTerkait:tanggung jawab lingkungan tanggung jawab menjadi harus
-
Keselamatan Lingkungan Dimulai dari Kepatuhan terhadap ProsedurSering kali, kita menganggap prosedur kerja hanya sebagai kumpulan aturan yang harus dipenuhi agar pekerjaan berjalan sesuai standar. Padahal, di balik setiap…22 Oct 2026 • GeneralTerkait:tanggung jawab karyawan pelatihan lingkungan tanggung jawab
-
Etika dan Attitude di Ruang Publik yang Harus di Jaga (JRF)Etika dan Attitude di Ruang Publik: Refleksi Penting dari Insiden Jakarta Running Festival 2026 Halo rekan-rekan Mekari Community. Menanggapi insiden yang baru-baru…27 Oct 2026 • GeneralTerkait:tanggung jawab karyawan lingkungan tanggung jawab menjadi
-
Audit Bukan Sekadar Mencari Kesalahan, tetapi Mencegah KecuranganBanyak orang masih memandang audit sebagai kegiatan untuk mencari kesalahan, memeriksa dokumen, menemukan selisih angka, atau menentukan siapa yang harus bertanggung jawab…29 Oct 2026 • GeneralTerkait:tanggung jawab karyawan keuntungan tanggung jawab menjadi
-
Loyalitas Bukan Alasan untuk Menutupi KecuranganPernah nggak kamu berada dalam situasi ketika mengetahui rekan kerja melakukan kesalahan, melanggar aturan, atau bahkan melakukan kecurangan, tetapi kamu memilih diam…29 Oct 2026 • GeneralTerkait:tanggung jawab karyawan keuntungan lingkungan tanggung jawab
-
Gen Z Bukan Sulit Diatur, Hanya Perlu Dipahami: Perspektif Baru tentang Dunia KerjaPernah mendengar komentar, “Anak Gen Z sekarang susah diatur, sedikit-sedikit burnout, terlalu banyak bertanya, dan maunya serba fleksibel”? Jika pernah, mungkin kita…27 Oct 2026 • GeneralTerkait:tanggung jawab karyawan lingkungan tanggung jawab menjadi
-
Produktif di Atas Kertas, Tertekan di Balik MejaPernah melihat seseorang yang terlihat sangat sibuk di kantor, datang tepat waktu, pulang paling akhir, menghadiri rapat demi rapat, dan selalu terlihat…27 Oct 2026 • GeneralTerkait:tanggung jawab karyawan lingkungan tanggung jawab menjadi
-
Integritas Diuji Ketika Tidak Ada yang MengawasiPernah nggak kamu berada dalam situasi ketika tidak ada atasan yang melihat, tidak ada CCTV yang merekam, dan tidak ada orang yang…29 Oct 2026 • GeneralTerkait:tanggung jawab keuntungan lingkungan tanggung jawab menjadi
-
buatkan thread 500 kata dalam satu paragraf yang menarik dengan judulSetiap bulan kita menunggu tanggal gajian. Ada tagihan yang harus dibayar, kebutuhan keluarga yang harus dipenuhi, cicilan yang tidak bisa ditunda, dan…28 Oct 2026 • GeneralTerkait:tanggung jawab karyawan lingkungan tanggung jawab harus
-
Mengapa Sebagian Orang Sulit Mengakui Kesalahan?Integritas di Kantor: Mengapa Sebagian Orang Sulit Mengakui Kesalahan? Kesalahan adalah bagian tak terpisahkan dari dinamika profesional. Tidak ada individu atau tim…26 Oct 2026 • GeneralTerkait:tanggung jawab karyawan berhadapan lingkungan tanggung jawab
-
Menjaga Batas, Menjaga Energi, Menjaga Produktivitasernahkah kamu merasa sudah bekerja seharian, menyelesaikan banyak tugas, membalas puluhan pesan, bahkan membantu pekerjaan orang lain, tetapi ketika pulang justru merasa…27 Oct 2026 • GeneralTerkait:tanggung jawab karyawan tanggung jawab menjadi harus