- This topic has 3 replies, 4 voices, and was last updated 12 months ago by
Lia.
Hubungan Law of Diminishing Marginal Return dan Distribusi Kekayaan
October 8, 2024 at 10:21 am-
-
Up::1

Salah satu ‘Aha moment’ ketika kuliah adalah saat saya memahami penjelasan dari Law of Diminishing Marginal Return (LDMR). Buat kamu yang belum tahu istilah tersebut, izinkan saya mengilutrasikannya dengan dua contoh berikut :
Pernah ngerasain makan mie instan? Satu bungkus enak banget, ya? Dua bungkus? Masih lumayan. Tiga bungkus? Mungkin udah mulai enek. Empat bungkus? Hampir pasti kamu udah mual! Semakin banyak kamu makan mie instan, kepuasan tambahan yang kamu dapat semakin kecil, bahkan bisa jadi negatif!
Atau seperti contoh berikut :
Bayangkan sebuah petani yang menanam padi. Dengan lahan yang terbatas, ia menambahkan pupuk secara bertahap. Penambahan pupuk pertama mungkin meningkatkan hasil panen secara signifikan. Namun, penambahan pupuk selanjutnya akan memberikan peningkatan hasil panen yang semakin kecil, hingga pada titik tertentu, penambahan pupuk bahkan mungkin tidak meningkatkan hasil panen sama sekali, atau bahkan menurunkannya karena kelebihan pupuk.
Nah sampai sini, tanpa memberikan definisi langsung dari Law of Diminshing Marginal Returns (LDMR), saya harap kamu paham maksudnya. Yang saya mau bahas di tulisan kali ini adalah hubungan antara LDMR dengan distribusi kekayaan.
Sekarang mari kita buat ilustrasi yang lebih konkrit lagi. Misalkan saat ini saldo di bank kamu hanya Rp. 3 ribu. Kemudian kamu dapat tambahan saldo Rp. 100 juta. Tambahan Rp. 100 juta itu terasa sangat memuaskan pastinya, bisa buat keperluan ini dan itu. Kemudian andaikan saldo di bank kamu ada Rp. 100 juta dan dapat tambahan Rp. 100 juta lagi, masih terasa signifikan, saldo kamu bertambah 100%, masih ada kepuasan disitu . Tapi coba bayangkan bagi orang yang yang saldo bank nya sudah Rp. 100 milyar, tambahan Rp. 100 juta hanya berarti tambahan kekayaan sebesar 0,1%, bagi mereka Rp. 100 juta itu receh. Sama halnya kamu yang gajinya saat ini Rp. 10 juta lalu dapat bonus dari kantor Rp. 10 ribu, serasa ga ada apa-apanya.
Yang mau saya garis bawahi disini adalah: Uang Rp. 100 juta tetaplah Rp. 100 juta. Namun artinya bisa berbeda bagi tiap orang. Bagi mereka yang super kaya, tambahan kekayaan Rp. 100 juta ga ada apa-apanya. Tapi bagi kebanyakan orang, bahkan bagi kelas menengah, Rp. 100 juta itu sesuatu yang bisa mengubah hidup mereka.
Bukannya kita mau merampas kekayaan orang kaya, ya! Tapi kita bisa menciptakan lapangan bermain yang lebih adil. Berikut beberapa opsi yang bisa dipertimbangkan :
1. Investasi pada Modal Manusia:
Bayangin, setiap orang adalah sebuah “pabrik”. Untuk meningkatkan produktivitas “pabrik” ini, kita perlu berinvestasi pada pendidikan dan pelatihan berkualitas tinggi. Ini seperti memberi “mesin” yang lebih canggih dan efisien untuk setiap individu. Pendidikan dan keahlian membantu orang miskin meningkatkan produktivitas dan penghasilan mereka secara signifikan. Semakin banyak keahlian yang mereka miliki, peluang mereka dalam menghasilkan uang akan lebih tinggi.
Dalam konteks uang Rp. 100 juta tadi. Daripada buat ganti velg motor Harley Davidson, lebih bermanfaat digunakan untuk subsidi e-course karyawan perusahaannya atau memberikan beasiswa bagi anak-anak karyawan. Toh Rp. 100 juta kan bagi mereka yang super kaya hanya receh.
2. Akses yang Lebih Adil terhadap Modal:
Orang kaya punya akses mudah ke pinjaman dan investasi. Orang miskin? Seringkali terhambat oleh birokrasi, suku bunga tinggi, dan kurangnya akses ke informasi. Kita perlu menciptakan sistem keuangan yang inklusif, yang memberikan akses yang lebih adil dan merata terhadap modal bagi semua lapisan masyarakat.
Kembali ke uang Rp. 100 juta tadi. Yang daripada buat beli sepatu yang hanya dipakai sekali lalu terlupakan di lemari. Lebih baik diputar untuk dijadikan pinjaman modal kerja ke karyawan atau UMKM. Multiplier effectnya bisa berkali-kali daripada hanya membeli sepasang sepatu.
3. Dukungan UMKM dan Kewirausahaan:
UMKM adalah mesin penggerak ekonomi. Mereka menciptakan lapangan kerja dan mendorong inovasi. Dengan memberikan pelatihan bisnis, akses pendanaan yang mudah, dan perlindungan hukum yang memadai, kita bisa membantu UMKM berkembang dan menciptakan lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat, terutama di kalangan kurang mampu. Ini seperti memberikan banyak “mesin kecil” yang bisa dikelola dengan baik, sehingga menghasilkan banyak peluang keuntungan yang berkelanjutan.
Lagi-lagi ke uang Rp. 100 juta. Uang segitu sejatinya bisa dipakai untuk banyak hal yang jauh-jauh lebih bermanfaat daripada membeli 1 unit jam tangan. Uang tersebut bisa membuat orang yang tadinya ga punya usaha menjadi punya usaha. Bisa membuat orang yang tadinya ga punya skill menjadi punya skill. Bisa membuat orang yang tadinya ga punya penghasilan menjadi punya penghasilan.
Sampai sini pasti ada yang beranggapan. “Kok, lo ngatur-ngatur orang kaya? Itu duit-duit mereka, terserah mereka mau buat beli Rolex, Louis Vuitton, Gucci, terserah mereka”. Iya sih terserah mereka, dan itu duit-duit mereka. Tapi sadar ga sih mereka dapet duit darimana? Dari market kan? Dan market itu masyarakat kan? Masyarakat itu orang banyak kan?
Dan mereka dapetin duit itu emang hasil kerja keras mereka sendiri? Pasti dibantuin banyak karyawan kan? Pasti dibantu banyak supplier, konsultan, outsourcing? Kenapa ga mereka balik ngebantu orang yang udah ngebantu mereka?
Lagipula siapa sih pemilik asli dari uang, emas, dan semua kekayaan di muka bumi? Saya, kamu, mereka?
Buat mereka yang tingkat kesadarannya masih di level bumi, anggapannya adalah aku adalah aku, kamu adalah kamu, saya dan kamu adalah entitas yang terpisah. Tapi buat mereka yang tingkat kesadarannya di level langit, sejatinya yang ada hanya kepentingan bersama. Jika aku berbuat baik padamu maka itu aku berbuat baik pada diriku juga, dan sebaliknya.
Di Kitab Suci Al-Quran pun sudah diingatkan :
“… barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya …( QS. al- Maidah: 32).
-
wah mantap Pak Ardi sharing nya 👍
-
Terima kasih, Pak Ardi, atas pemaparan yang sangat mendalam dan menggugah. Saya setuju bahwa penting untuk kita semua, terutama yang memiliki sumber daya lebih, untuk mempertimbangkan dampak dari tindakan kita terhadap masyarakat luas. Memahami LDMR dalam konteks distribusi kekayaan sangat relevan dan membuka mata kita bahwa nilai kekayaan tidaklah sama bagi setiap orang.
Saya berharap lebih banyak orang kaya dapat melihat ini sebagai kesempatan untuk berinvestasi dalam masyarakat, bukan hanya untuk kepentingan pribadi mereka. Seperti yang Anda sampaikan, dengan mendukung pendidikan, memberikan akses modal, dan mengembangkan UMKM, kita bisa menciptakan ekosistem yang lebih adil dan berkelanjutan.
Semoga pesan ini dapat menginspirasi perubahan positif dan kolaborasi untuk kebaikan bersama. Mari kita terus dorong kesadaran ini agar lebih banyak orang bisa berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Bravo!
-
Luar biasa pencerahannya semoga “mereka yang super kaya” baca point 1,2,3 nya pak Ardi, biar ada keselarasan di muka bumi ini sesuai QS. Al-Maidah :32 … Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Amin. Bravo pak.
-
- You must be logged in to reply to this topic.
Login terlebih dahulu , untuk memberikan komentar.
Thread terkait
-
3 Pelajaran Bisnis yang Epik dari Ranking 15 Brand Paling Mahal di DuniaBrand yang legendaris tak pelak merupakan salah satu driver utama sebuah kinerja bisnis yang gemilang. Branding Management dengan demikian merupakan sebuah ikhtiar…19 May 2026 • Generalbisniss suksesTerkait:law
-
10 PENYAKIT MENTAL MANUSIASiapa kah yang punya salah satu penyakit mental ini, hayoo ngakuu.. berikut ini penjelasannya, check it out.. 1. MENYALAHKAN ORANG LAIN Itu…3 May 2026 • GeneralAllTerkait:law
-
Refleksi 12 Bulan: Apa Saja yang Ternyata Sudah Kita Lewati Tanpa Kita Sadari?Kadang yang paling menenangkan dari akhir tahun bukanlah pesta, bukan pula resolusi baru. Tapi momen ketika kita berhenti sejenak, menoleh ke belakang,…3 May 2026 • GeneralAllTerkait:hubungan
-
10 Kebohongan yg Sering Kita Percaya dan Fakta yg Bisa Bikin Hidupmu Lebih BaikKita sering dengar banyak omongan yang kedengarannya benar, tapi diam-diam omongan itu malah bikin kita stuck dan nggak maju-maju. Padahal, masalahnya bukan…3 May 2026 • GeneralAllTerkait:hubungan kekayaan
-
12 Kebiasaan Kecil yang Bisa Mengubah HidupmuSukses datang dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten. Motivasi itu naik-turun, tapi kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari bisa membawa perubahan…3 May 2026 • GeneralAllTerkait:hubungan
-
12 Kebiasaan Lama yang Perlu Kamu Tinggalkan di Era SekarangBanyak dari kita masih menjalankan kebiasaan-kebiasaan yang dulu dianggap efektif, tapi kini justru bisa menghambat kemajuan, kesehatan mental, dan produktivitas. Berikut adalah…3 May 2026 • GeneralAllTerkait:hubungan
-
16 Kalimat yang Harus Dimiliki Setiap PemimpinKalau saja 16 tahun lalu aku sudah tahu kalimat-kalimat ini, mungkin aku bisa menghindari banyak hal: ➟ Jembatan hubungan yang terputus ➟…3 May 2026 • GeneralAllTerkait:hubungan
-
“Self Image dan Pengaruh Lingkungan Sosial”Banyak orang mengira cara kita memandang diri sendiri sepenuhnya berasal dari dalam diri, padahal kenyataannya self image atau citra diri sangat dipengaruhi…21 May 2026 • GeneralTerkait:hubungan
-
“Tim Solid adalah Competitive Advantage Perusahaan”Banyak perusahaan berpikir bahwa keunggulan kompetitif hanya ditentukan oleh teknologi, modal besar, strategi pemasaran, atau produk yang inovatif, padahal dalam praktiknya ada…19 May 2026 • GeneralTerkait:hubungan
-
“Efek Domino Sosial: Satu Orang Bisa Memengaruhi Banyak Orang”Banyak orang merasa dirinya hanyalah satu individu kecil yang tidak terlalu berpengaruh terhadap dunia di sekitarnya, padahal dalam kehidupan sosial, satu sikap,…18 May 2026 • GeneralTerkait:hubungan
-
Sepenggal Surga yang Jatuh di BumiBaru saja melangkahkan kaki melewati pintu masjid, dari kejauhan saya melihat seseorang memanggil. Orang tersebut ada di dekat mimbar sebelah tempat imam…18 May 2026 • GeneralTerkait:law
-
“Efek Lingkungan: Kamu Jadi Siapa Karena Siapa di Sekitarmu”Banyak orang berpikir bahwa hidup sepenuhnya ditentukan oleh kemauan pribadi, padahal tanpa disadari lingkungan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap cara kita…15 May 2026 • GeneralTerkait:hubungan
