Home / Topics / Finance & Tax / Peraturan Baru Terkait Audit Bea Cukai dan Cukai: PER-2 DGCE 2025
- This topic has 1 reply, 2 voices, and was last updated 1 year ago by
Lia.
Peraturan Baru Terkait Audit Bea Cukai dan Cukai: PER-2 DGCE 2025
May 21, 2025 at 10:16 am-
-
Up::0
Untuk menerapkan ketentuan dalam Pasal 34 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 114 Tahun 2024, pada 28 Februari 2025, Direktur Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mengeluarkan Peraturan DJBC Nomor PER-2/BC/2025 (PER-2 DGCE) tentang Penentuan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Audit Bea Cukai dan Cukai.
Penerbitan PER-2 DGCE 2025 menggantikan dan mencabut sejumlah kerangka peraturan yang sebelumnya mengatur prosedur audit oleh DJBC, termasuk perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, dan jaminan mutu. Beberapa peraturan yang dicabut meliputi PER-35/BC/2017, PER-23/BC/2019, PER-24/BC/2019, PER-26/BC/2019, dan PER-27/BC/2019.
PER-2 DGCE 2025 secara khusus mengatur penyesuaian periode audit dan mekanisme audit bea cukai serta cukai. Meskipun mempertahankan jenis audit yang diatur dalam PER-35/BC/2017, seperti Audit Umum, Audit Investigasi, dan Audit Khusus, Pasal 5 PER-2 DGCE kini mengatur periode yang berlaku untuk masing-masing jenis audit tersebut sebagai berikut:
• Periode Audit Umum ditetapkan selama 21 bulan hingga akhir bulan sebelum penerbitan surat penugasan.
• Periode Audit Investigasi (dalam konteks penuntutan dan penyidikan) dan Audit Khusus (dalam konteks keberatan) ditentukan sesuai dengan kebutuhan yang diminta oleh DJBC.Selain itu, Pasal 25 PER-2 DGCE mengatur alasan fundamental yang memungkinkan perpanjangan periode audit hingga maksimum 10 tahun dengan alasan sebagai berikut:
• Terdapat indikasi pelanggaran yang dilakukan selama atau di luar periode audit;
• Informasi yang diperoleh dari pihak lain mengenai indikasi pelanggaran bea cukai dan/atau cukai di luar periode audit;
• Informasi relevan lainnya berdasarkan penilaian tim audit;
• Berdasarkan perintah atau permintaan yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal, Kepala Kantor Wilayah, atau Kepala Kantor Pelayanan Utama.Peraturan ini juga mengklarifikasi bahwa perpanjangan periode audit dapat diajukan baik untuk objek audit sebagian maupun secara keseluruhan. Permohonan perpanjangan ini akan disetujui atau ditolak oleh Direktur Audit, Kepala Kantor Wilayah, atau Kepala Kantor Pelayanan Utama.
Regulasi ini berlaku efektif mulai 1 Maret 2025, dengan harapan dapat meningkatkan kualitas pemeriksaan audit bea cukai dan cukai yang dilakukan oleh DJBC. -
PER-2/BC/2025 ini intinya jadi aturan baru yang ngerapihin cara DJBC ngelakuin audit bea cukai dan cukai, sekaligus ngegantiin beberapa aturan lama yang sebelumnya masih dipakai. Aturan ini bikin masa audit lebih jelas, misalnya audit umum sekarang dibatesin cuma 21 bulan sebelum surat tugas keluar, sementara audit lain bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Tapi kalau ditemukan pelanggaran, masa audit bisa diperpanjang sampai 10 tahun, asalkan ada alasan kuat dan disetujui pejabat yang berwenang. Tujuannya sih supaya proses audit jadi lebih tertib, transparan, dan hasilnya makin berkualitas, asal pelaksanaannya juga dijaga biar tetap adil dan nggak memberatkan pengusaha.
-
- You must be logged in to reply to this topic.
Login terlebih dahulu , untuk memberikan komentar.
Thread terkait
-
Pemerintah Perketat Restitusi Pajak Bermasalah, Penerimaan Negara Melonjak 16,1%Pemerintah akan menahan sementara pencairan restitusi pajak yang dinilai bermasalah atau belum terverifikasi guna mencegah potensi kebocoran penerimaan negara. Meski demikian, pemerintah…22 May 2026 • Finance & TaxTerkait:2025
-
Sambut 100 Siswa Ma’arif NU 01 Limpung Batang, Kanwil DJP Jateng I Tanamkan Kesadaran PajakKantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah I menerima kunjungan studi dari sekitar 100 siswa jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga…21 May 2026 • Finance & TaxTerkait:baru terkait
-
Perusahaan Multinasional Omzet Rp 15 Triliun Wajib Masuk Skema Pajak Minimum GlobalDirektorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi menetapkan ketentuan teknis pelaksanaan Pajak Minimum Global atau Global Anti-Base Erosion Rules (GloBE) bagi…13 May 2026 • Finance & TaxTerkait:peraturan
-
Bukan Lagi Rp 5 Miliar, Batas Maksimal Restitusi PPN Kini Diturunkan Jadi Rp 1 MiliarPemerintah kembali merevisi aturan terkait percepatan restitusi pajak pertambahan nilai (PPN) melalui penerbitan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 28 Tahun 2026. Regulasi…6 May 2026 • Finance & TaxTerkait:peraturan baru terkait
-
Ditjen Pajak Kemenkeu Resmi Perpanjang Batas Lapor SPT Badan hingga 31 Mei 2026Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi memberikan kelonggaran batas waktu penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh)…6 May 2026 • Finance & TaxTerkait:terkait
-
Pajak Kripto Tembus Rp 1,96 Triliun Sejak 2022, Segini Sumbangan IndodaxPenerimaan pajak dari transaksi aset kripto terus menunjukkan tren meningkat sejak pertama kali diberlakukan pada 2022. Hingga Februari 2026, total pajak kripto…8 May 2026 • Finance & TaxTerkait:2025
-
Purbaya Mau Revisi Aturan Restitusi Pajak, Rencanakan Berlaku 1 Mei 2026Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan merevisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait dengan pengembalian lebih bayar pajak atau restitusi pajak. Hal ini sejalan dengan…15 Apr 2026 • Finance & TaxTerkait:peraturan baru terkait 2025
-
Penggantian Jabatan NPWP Sementara (999) Menjadi NIK Valid pada Bukti Potong PPh Pasal 21 Bulanan (BPMP)Dalam rangka mendukung kelancaran pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi Tahun Pajak 2025, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) telah melakukan proses penggantian identitas secara…3 May 2026 • Finance & Taxpajak-djp-coretax-pph21-spttahunan-spt2025Terkait:baru terkait 2025
-
Optimalisasi Pajak Perusahaan dengan Fasilitas Pasal 31E UU PPhTidak semua penghasilan yang diperoleh perusahaan secara otomatis dikenakan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Badan secara penuh. Dalam sistem perpajakan di Indonesia, pemerintah…7 May 2026 • Finance & Taxpajak-perusahaan pasal-31e pkp pph-badanTerkait:peraturan
-
Trending Perpajakan Minggu Ini: Core Tax Normal & 13 Layanan Pajak Baru”Dalam kerangka akuntansi akrual dan perspektif perpajakan, Accounts Payable (AP) dan Accounts Receivable (AR) tidak hanya berdampak pada laporan posisi keuangan, tetapi…9 Apr 2026 • Finance & TaxAllTerkait:baru terkait
-
Jangan Abaikan Bukti Potong A1, Bisa Berisiko BesarDi dunia perpajakan, bukti potong A1 sering dianggap sepele oleh sebagian orang—“Ah, itu cuma formalitas, nanti tinggal lapor pajak lagi,” begitu pikir…17 Apr 2026 • Finance & TaxAllTerkait:audit
-
PMK 100/2025 dan Tantangan Implementasi Akuntansi Berbasis AkrualPMK 100/2025 tentang Kebijakan Akuntansi Pemerintah Pusat menurut saya merupakan langkah penting dalam memperkuat fondasi tata kelola keuangan negara, khususnya di era…21 Apr 2026 • Finance & TaxAllTerkait:baru audit 2025
