Saya pribadi pernah mengalami masa di mana keputusan untuk tetap pegang prinsip membuat saya harus berdiri sendiri, bahkan harus kehilangan kenyamanan dan relasi profesional. Tapi justru dari situ saya belajar: integritas bukan cuma soal benar dan salah, tapi juga tentang keberanian untuk menanggung konsekuensinya—dengan kepala tegak.
Seringkali, integritas itu seperti fondasi bangunan—nggak kelihatan dari luar, tapi menentukan apakah kita akan runtuh atau tetap berdiri saat badai datang. Dan betul kata Lia: perubahan besar sering dimulai dari satu suara yang berani bilang “ini nggak benar”.
Menjadi berbeda memang nggak selalu mudah, tapi lebih baik sendirian di jalan yang benar daripada ramai-ramai di jalan yang menyesatkan. Karena pada akhirnya, orang yang punya prinsip akan menemukan dan menginspirasi mereka yang juga mencari arah yang benar.
Dan seperti yang Rizki kutip, pemimpin sejati bukan soal pencitraan, tapi soal karakter.
Siapa lagi yang pernah punya pengalaman serupa atau sedang bergumul soal ini? Yuk, kita sama-sama belajar dan saling kuatkan 🙌