Home / Topics / Finance & Tax / Kemenkeu Akan Optimalkan Dua Satgas Demi Dorong Penerimaan Negara
- This topic has 3 replies, 2 voices, and was last updated 10 months, 4 weeks ago by
Lia.
Kemenkeu Akan Optimalkan Dua Satgas Demi Dorong Penerimaan Negara
June 23, 2025 at 12:08 am-
-
Up::0
(Jakarta) Kementerian Keuangan terus memperkuat upaya optimalisasi penerimaan negara dengan menggali potensi dari aktivitas ekonomi tersembunyi atau shadow economy. Melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Kemenkeu menjalin kerja sama dengan Tim Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Polri untuk meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum atas kegiatan ekonomi ilegal.
Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Rosmauli menjelaskan bahwa kolaborasi ini difokuskan pada sektor-sektor ekonomi rawan pelanggaran, seperti eksploitasi sumber daya alam secara ilegal. Bentuk kerja sama mencakup sinergi lintas lembaga, pertukaran data, serta penindakan terhadap kegiatan ilegal yang berpotensi merugikan penerimaan negara, khususnya dari sektor perpajakan.
βKolaborasi DJP dan Tim Satgassus Polri menitikberatkan pada penerimaan pajak dari aktivitas shadow economy yang dilakukan melalui sinergi, pertukaran data, dan penegakan hukum atas berbagai kegiatan ekonomi ilegal yang berpotensi merugikan penerimaan negara,β ungkap Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Rosmauli yang dikutip pada Kamis (19/06).
Beberapa aktivitas ilegal yang menjadi perhatian meliputi illegal fishing, illegal mining, dan illegal logging. Kegiatan tersebut selama ini sering luput dari pengawasan dan tidak berkontribusi terhadap penerimaan negara secara resmi, meski memiliki dampak ekonomi signifikan.
Di sisi lain, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) juga membentuk Satuan Tugas Pencegahan Rokok Ilegal. Dirjen Bea Cukai, Djaka Budhi Utama menyatakan satgas ini dibentuk untuk menekan peredaran rokok ilegal, sekaligus menjaga stabilitas penerimaan negara dari sektor cukai. Per semester I 2025, jumlah kasus penindakan rokok ilegal memang menurun 13,2 % dibanding periode yang sama tahun lalu, namun jumlah barang bukti yang diamankan mencapai 285,81 juta batang.
-
Langkah Kemenkeu menggandeng Polri untuk memberantas shadow economy ini menurut saya sangat strategis. Aktivitas ilegal seperti illegal mining dan illegal logging memang sering luput dari radar pajak, padahal dampaknya besar sekali lho bukan cuma pada penerimaan negara, tapi juga pada lingkungan dan masyarakat sekitar.
Upaya sinergi lintas lembaga seperti ini semoga bisa jadi awal yang kuat untuk menutup celah-celah ekonomi tersembunyi yang selama ini belum tersentuh.
Menarik juga melihat peran aktif DJBC dalam menekan rokok ilegal. Meski jumlah kasus menurun, volume barang bukti yang diamankan masih tinggi ya artinya masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibereskan.
Salut untuk upaya terintegrasi ini. Semoga ke depannya bisa lebih transparan dan berkelanjutan. π
Kalau menurut teman-teman, sektor apa lagi yang masih rawan tapi belum terlalu terpantau?
-
setuju dengan Lia bahwa kolaborasi Kemenkeu dengan Polri melalui Satgas khusus ini sangat tepat dan strategis untuk menekan shadow economy. Illegal mining dan logging memang menjadi masalah serius yang tidak hanya menggerogoti penerimaan negara, tapi juga merusak lingkungan dan mengancam keberlanjutan sumber daya alam.
Selain itu, upaya DJBC untuk mengurangi peredaran rokok ilegal juga patut diapresiasi, meskipun tantangannya masih besar mengingat volume barang bukti yang diamankan masih sangat tinggi.
Menurut kami, pengawasan sektor informal seperti perdagangan online skala besar dan aktivitas ekonomi digital mungkin juga perlu mendapat perhatian lebih, karena pertumbuhannya yang pesat dan potensi risiko penghindaran pajak yang cukup besar.
Pertanyaan untuk diskusi:
Bagaimana menurut teman-teman, langkah apa yang efektif untuk mengawasi dan menertibkan sektor ekonomi digital dan informal agar kontribusinya terhadap penerimaan negara bisa optimal tanpa menghambat inovasi dan perkembangan bisnis? Apakah teknologi dan data analytics bisa jadi solusi yang tepat?
-
Poin menarik, Albert. Sektor digital dan informal memang seperti dua sisi mata uang, di satu sisi membuka peluang ekonomi baru, tapi di sisi lain rawan jadi celah penghindaran pajak kalau tidak diatur dengan tepat.
Teknologi dan data analytics bisa banget jadi kunci, asal datanya bisa diakses dan dimanfaatkan secara terpadu antarlembaga. Misalnya, integrasi antara data transaksi dari platform digital, sistem perpajakan, hingga e-commerce aggregator.
Tantangannya justru ada di regulasi yang harus adaptif ya bukan represif. Kalau terlalu ketat tanpa kejelasan, malah bisa bikin pelaku usaha kecil takut masuk sistem.
Mungkin model self-assessment yang dibarengi edukasi dan insentif awal bisa jadi pendekatan transisi. Transparansi dari pemerintah soal penggunaan pajak juga penting banget buat membangun kepercayaan.
Gimana menurut teman-teman lainβapakah model βtax-light onboardingβ untuk pelaku ekonomi digital kecil bisa jadi solusi jangka pendek yang efektif?
-
-
- You must be logged in to reply to this topic.
Login terlebih dahulu , untuk memberikan komentar.
Thread terkait
-
Pemerintah Perketat Restitusi Pajak Bermasalah, Penerimaan Negara Melonjak 16,1%Pemerintah akan menahan sementara pencairan restitusi pajak yang dinilai bermasalah atau belum terverifikasi guna mencegah potensi kebocoran penerimaan negara. Meski demikian, pemerintahβ¦22 May 2026 β’ Finance & TaxTerkait:akan demi penerimaan negara
-
Sambut 100 Siswa Maβarif NU 01 Limpung Batang, Kanwil DJP Jateng I Tanamkan Kesadaran PajakKantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah I menerima kunjungan studi dari sekitar 100 siswa jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembagaβ¦21 May 2026 β’ Finance & TaxTerkait:akan negara
-
Perusahaan Multinasional Omzet Rp 15 Triliun Wajib Masuk Skema Pajak Minimum GlobalDirektorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi menetapkan ketentuan teknis pelaksanaan Pajak Minimum Global atau Global Anti-Base Erosion Rules (GloBE) bagiβ¦13 May 2026 β’ Finance & TaxTerkait:kemenkeu dua
-
Bukan Lagi Rp 5 Miliar, Batas Maksimal Restitusi PPN Kini Diturunkan Jadi Rp 1 MiliarPemerintah kembali merevisi aturan terkait percepatan restitusi pajak pertambahan nilai (PPN) melalui penerbitan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 28 Tahun 2026. Regulasiβ¦6 May 2026 β’ Finance & TaxTerkait:akan
-
Ditjen Pajak Kemenkeu Resmi Perpanjang Batas Lapor SPT Badan hingga 31 Mei 2026Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi memberikan kelonggaran batas waktu penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh)β¦6 May 2026 β’ Finance & TaxTerkait:kemenkeu akan demi
-
Pajak Kripto Tembus Rp 1,96 Triliun Sejak 2022, Segini Sumbangan IndodaxPenerimaan pajak dari transaksi aset kripto terus menunjukkan tren meningkat sejak pertama kali diberlakukan pada 2022. Hingga Februari 2026, total pajak kriptoβ¦8 May 2026 β’ Finance & TaxTerkait:dorong penerimaan negara
-
Purbaya Mau Revisi Aturan Restitusi Pajak, Rencanakan Berlaku 1 Mei 2026Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan merevisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait dengan pengembalian lebih bayar pajak atau restitusi pajak. Hal ini sejalan denganβ¦15 Apr 2026 β’ Finance & TaxTerkait:kemenkeu akan negara
-
Penggantian Jabatan NPWP Sementara (999) Menjadi NIK Valid pada Bukti Potong PPh Pasal 21 Bulanan (BPMP)Dalam rangka mendukung kelancaran pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi Tahun Pajak 2025, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) telah melakukan proses penggantian identitas secaraβ¦3 May 2026 β’ Finance & Taxpajak-djp-coretax-pph21-spttahunan-spt2025Terkait:akan demi
-
Optimalisasi Pajak Perusahaan dengan Fasilitas Pasal 31E UU PPhTidak semua penghasilan yang diperoleh perusahaan secara otomatis dikenakan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Badan secara penuh. Dalam sistem perpajakan di Indonesia, pemerintahβ¦7 May 2026 β’ Finance & Taxpajak-perusahaan pasal-31e pkp pph-badanTerkait:akan optimalkan dorong negara
-
Trending Perpajakan Minggu Ini: Core Tax Normal & 13 Layanan Pajak Baru”Dalam kerangka akuntansi akrual dan perspektif perpajakan, Accounts Payable (AP) dan Accounts Receivable (AR) tidak hanya berdampak pada laporan posisi keuangan, tetapiβ¦9 Apr 2026 β’ Finance & TaxAllTerkait:akan optimalkan demi
-
Jangan Abaikan Bukti Potong A1, Bisa Berisiko BesarDi dunia perpajakan, bukti potong A1 sering dianggap sepele oleh sebagian orangββAh, itu cuma formalitas, nanti tinggal lapor pajak lagi,β begitu pikirβ¦17 Apr 2026 β’ Finance & TaxAllTerkait:akan dua demi negara
-
PMK 100/2025 dan Tantangan Implementasi Akuntansi Berbasis AkrualPMK 100/2025 tentang Kebijakan Akuntansi Pemerintah Pusat menurut saya merupakan langkah penting dalam memperkuat fondasi tata kelola keuangan negara, khususnya di eraβ¦21 Apr 2026 β’ Finance & TaxAllTerkait:akan demi negara
