Home / Topics / Marketing & Sales / DPR RI Minta Pemerintah Antisipasi Gejolak Global Dalam RAPBN 2026
- This topic has 3 replies, 2 voices, and was last updated 7 months, 3 weeks ago by
Lia.
DPR RI Minta Pemerintah Antisipasi Gejolak Global Dalam RAPBN 2026
June 25, 2025 at 3:45 pm-
-
Up::0
(Jakarta) Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan sejumlah pesan penting kepada Pemerintah, dalam pembukaan Sidang Paripurna DPR ke-20 pada Selasa (24/06). Dalam kesempatan tersebut, Puan menegaskan bahwa DPR akan memulai pembahasan awal terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, usai pemerintah menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF).
Puan menekankan agar KEM-PPKF 2026 mampu mengantisipasi berbagai dinamika global yang dapat memengaruhi kemampuan APBN dalam menjalankan pembangunan nasional. Ia menyebut gejolak geopolitik dan ketidakpastian ekonomi dunia bisa mengganggu rantai pasok, menekan daya beli masyarakat, serta memperlambat arus investasi—yang semuanya berdampak pada efektivitas belanja negara.
Selain tantangan global, Puan juga meminta KEM-PPKF 2026 menanggapi isu domestik, termasuk putusan Mahkamah Konstitusi mengenai kewajiban negara menyediakan pendidikan dasar secara gratis. Puan menyoroti eskalasi konflik di Timur Tengah yang turut menimbulkan kekhawatiran terhadap harga komoditas seperti minyak dan batu bara, serta menambah tekanan terhadap fiskal nasional. “Pembahasan KEM-PPKF 2026 harus telah mengantisipasi hal tersebut [gejolak global] yang dapat berdampak pada kapasitas APBN untuk menjalankan pembangunan nasional,” ungkap Ketua DPR RI, Puan Maharani yang dikutip dari Bisnis.com pada Selasa (24/06).
Pada Rapat Paripurna DPR RI sebelumnya, dalam pemaparan KEM-PPKF 2026, Menteri Keuangan Sri Mulyani menetapkan asumsi dasar ekonomi makro sebagai landasan RAPBN 2026. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,2 % hingga 5,8%, dengan asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada Rp16.500–Rp16.900 dan inflasi sebesar 1,5%–3,5%.
Untuk sektor energi, harga minyak mentah Indonesia (ICP) diperkirakan antara US$60 hingga US$80 per barel. Target lifting minyak ditetapkan sebesar 600.000–605.000 barel per hari, sementara lifting gas sebesar 953.000–1.017.000 barel setara minyak per hari. Sri Mulyani mengakui bahwa proyeksi tersebut disusun dengan mempertimbangkan tekanan geopolitik dan tren perlambatan ekonomi global.
-
Langkah awal pembahasan RAPBN 2026 ini memang krusial, apalagi dengan tekanan global yang semakin kompleks. Tantangan seperti konflik geopolitik, fluktuasi harga komoditas, hingga keputusan Mahkamah Konstitusi soal pendidikan gratis tentu harus jadi perhatian serius dalam penyusunan KEM-PPKF.
Asumsi makro yang disampaikan Menkeu cukup realistis, tapi tetap perlu fleksibilitas dalam pelaksanaannya. Yang penting, arah kebijakan fiskalnya benar-benar responsif terhadap kebutuhan masyarakat, bukan hanya sekadar menjaga angka-angka.
Kalau menurut kamu, apakah proyeksi dan antisipasi pemerintah dalam KEM-PPKF 2026 ini sudah cukup kuat menghadapi ketidakpastian global?
-
Setuju, Lia. Proyeksi pemerintah dalam KEM-PPKF 2026 memang terlihat sudah mempertimbangkan banyak variabel, terutama tekanan geopolitik dan ekonomi global yang dinamis. Namun, seperti kamu bilang, fleksibilitas menjadi kunci agar kebijakan fiskal tidak kaku dan bisa cepat beradaptasi dengan situasi yang berubah.
Saya juga penasaran, apakah menurut kamu atau teman-teman lain di sini:
👉 Sejauh mana DPR dan pemerintah harus memperkuat kolaborasi dalam mengawasi implementasi RAPBN supaya respons terhadap gejolak global bisa lebih cepat dan tepat sasaran? Apakah mekanisme pengawasan saat ini sudah memadai, atau perlu ada inovasi baru?
Karena pada akhirnya, pengelolaan APBN yang adaptif dan transparan sangat penting untuk memastikan pembangunan nasional tetap berjalan lancar meskipun menghadapi berbagai tekanan eksternal.
-
Terima kasih, Albert! Poin kamu sangat tepat—kolaborasi antara DPR dan pemerintah memang jadi faktor penentu agar kebijakan fiskal tidak hanya responsif, tapi juga tepat sasaran.
Menurutku, mekanisme pengawasan saat ini masih bisa ditingkatkan, khususnya di sisi early warning system fiskal. Mungkin perlu pendekatan yang lebih dinamis dan berbasis data real-time agar DPR tidak hanya mengawasi secara post-factum, tapi bisa berperan aktif dalam mitigasi risiko sejak awal.
Inovasi seperti dashboard anggaran publik berbasis digital (yang mudah diakses dan dipantau bersama) bisa jadi salah satu solusi.
Gimana menurut kamu, adakah praktik baik dari negara lain yang bisa kita adopsi?
-
-
- You must be logged in to reply to this topic.
Login terlebih dahulu , untuk memberikan komentar.
Thread terkait
-
Indonesia – Rusia Bentuk Platform Investasi Bersama Senilai Rp 18 Triliun(Moscow) Indonesia dan Rusia resmi membentuk platform investasi bersama bernama Russia-Indonesia Investment Platform (RIDNIP), dengan nilai komitmen awal sebesar 2 miliar euro…5 Jan 2026 • Marketing & SalesInvestasi terpercaya di IndonesiaTerkait:global
-
Perdagangan Karbon di Indonesia Pasca POJK 14/2023: Peluang dan TantanganIndonesia, sebagai negara dengan luas hutan tropis terbesar ketiga di dunia, memiliki peran strategis dalam pengendalian perubahan iklim global. Namun, deforestasi dan…20 Jun 2025 • Marketing & SalesAllTerkait:global
-
Sales Selalu Nombok, Target Closing Gagal: Gimana Caranya Kembali Berdaya?”Hai sobat Mekari Community! Siapa di sini yang ngalamin fase "sales selalu nombok, target closing tidak pernah tercapai"? Kalau kamu salah satunya,…5 Jan 2026 • Marketing & SalesAllTerkait:minta
-
Marketing 2025:Bukan Hnya Jual Produk,Tpi Menjual Hub. yg Dipersonalisasi olh AIMarketing 2025: Bukan Hanya Jual Produk, Tapi Menjual Hubungan yang Dipersonalisasi oleh AI! 🤖❤️ Halo Rekan-rekan Komunitas! Perkembangan marketing di paruh kedua…13 Nov 2025 • Marketing & SalesAllTerkait:minta
-
Optimalkan IE-CEPA: Peluang Besar bagi UMKM dan Dunia Usaha IndonesiaHalo rekan-rekan Mekari Community, Saya ingin membagikan insight penting terkait pertemuan antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Wakil Presiden Konfederasi…8 Oct 2025 • Marketing & SalesAllTerkait:pemerintah global
-
Senjata Rahasia Karier: Kata, Pikiran, Kehadiran!Kata-kata, pikiran, dan kehadiran Anda adalah alat ampuh yang sering kali diremehkan orang. Efek kumulatifnya bisa mengubah arah karier Anda secara dramatis.…7 Jan 2026 • Marketing & SalesAllTerkait:minta
-
Indonesia Pacu Pertumbuhan Ekonomi Lewat FDI, Hilirisasi, dan Ekonomi Digital(Jakarta) Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 % pada tahun 2028/2029 dengan mengandalkan sejumlah strategi jangka menengah. Upaya tersebut meliputi peningkatan produktivitas…5 Jan 2026 • Marketing & SalesAllTerkait:minta pemerintah
-
Program Paket Ekonomi 2025 – Langkah Strategis atau Solusi Sementara?Halo Fintax Community, Saya ingin mengangkat diskusi terkait peluncuran Program Paket Ekonomi 2025 oleh pemerintah, yang baru saja diumumkan dengan total pagu…5 Jan 2026 • Marketing & SalesAllTerkait:pemerintah
-
Dorong Daya Saing Global, Dua Perusahaan Industri Raih Izin Kawasan Berikat(Jakarta) Kanwil Bea Cukai Jakarta resmi memberikan fasilitas Kawasan Berikat kepada dua perusahaan di bawah pengawasannya. Fasilitas ini diberikan kepada dua perusahaan…11 Sep 2025 • Marketing & SalesAllTerkait:global
-
Marketing Door to Door di Tengah Gejolak Sosial: Tantangan, & StrategiDalam beberapa hari terakhir, situasi sosial di Indonesia diwarnai dengan aksi-aksi massa. Berbagai isu mulai dari kebijakan pemerintah atas tunjangan DPR yang…4 Sep 2025 • Marketing & SalesAllTerkait:dpr pemerintah gejolak
-
Indonesia-Malaysia Bicarakan Kemudahan Perdagangan Lintas Perbatasan(Jakarta) Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan resmi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, di Istana Merdeka pada Selasa (29/07). Pertemuan tingkat tinggi ini…5 Jan 2026 • Marketing & SalesAllTerkait:minta pemerintah
-
Kemendag Sebut Implementasi IEU-CEPA Paling Cepat Di Akhir 2026Pemerintah memastikan bahwa penyelesaian perjanjian dagang Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) baru dapat rampung pada akhir 2026, atau mundur dari…25 Jun 2025 • Marketing & SalesAllTerkait:dpr pemerintah 2026