Setuju banget sama poin-poin dari Mbak Lia! Keren sih lihat Bea Cukai nggak cuma hadir, tapi benar-benar take part dan punya suara strategis dalam arah kebijakan kepabeanan ASEAN. Peran sebagai Chair of CCBWG juga nunjukin kalau Indonesia dipercaya buat jadi motor perubahan.
Saya pribadi tertarik sama agenda modernisasi dan integrasi sistem kayak ASEAN Single Window dan ACTS Dashboard. Kalau sistem ini makin kuat, dampaknya bisa langsung terasa buat dunia usaha juga—dari sisi efisiensi waktu, biaya, dan transparansi. Belum lagi dukungan ke negara anggota baru kayak Timor Leste, itu langkah bagus buat ngebangun solidaritas dan pemerataan kapasitas di ASEAN.
Pertanyaan untuk diskusi:
Kira-kira, tantangan paling besar apa sih yang dihadapi Indonesia dalam upaya harmonisasi kebijakan kepabeanan ASEAN ini? Apakah lebih ke sisi teknologi, regulasi nasional, atau koordinasi antarinstansi?