Saya jadi kepikiran hal lain:
Seberapa jauh kita perlu “turun tangan” untuk memberi contoh, tanpa membuat tim merasa kita mengambil alih?
Misalnya, saat ada proyek yang tersendat, apakah lebih baik kita ikut hands-on dulu sebagai contoh, atau cukup memberi arahan dan membiarkan tim trial and error?
Apa pendekatan yang paling efektif menurut teman-teman di sini? Terutama kalau timnya masih dalam tahap belajar atau belum terlalu mandiri?