Setuju banget, Kak Edi! Pemimpin yang terlalu baik seringkali malah nggak memberikan ruang bagi tim untuk berkembang. Tapi, sebenarnya ada batasan di mana kita bisa tetap mendukung tanpa mengorbankan kemandirian mereka.
Kalau Kak Edi, lebih seringnya memilih pendekatan seperti apa untuk memberi dukungan saat ada kesalahan tim? Apakah lebih baik memberi feedback langsung, atau memberi mereka kesempatan untuk memperbaiki tanpa terlalu ‘menyelamatkan’ mereka?