Home / Topics / Finance & Tax / Sinergi KSSK Jadi Kunci Menjaga Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi Nasional
- This topic has 4 replies, 2 voices, and was last updated 5 months ago by
Lia.
Sinergi KSSK Jadi Kunci Menjaga Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi Nasional
November 4, 2025 at 10:33 am-
-
Up::0
Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan sistem keuangan nasional pada triwulan III tahun 2025. Dalam Rapat Berkala KSSK IV yang digelar pada 31 Oktober 2025, Menteri Keuangan sekaligus Ketua KSSK, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan bahwa stabilitas sistem keuangan Indonesia tetap terjaga di tengah tekanan global. Melalui koordinasi yang kuat antaranggota KSSK—yang terdiri dari Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, OJK, dan LPS—kebijakan yang terintegrasi terus diperkuat untuk memastikan kestabilan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Langkah ini penting karena kondisi ekonomi global masih diwarnai ketidakpastian. Ketegangan dagang dan kebijakan tarif impor Amerika Serikat masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi aktivitas ekonomi dunia. Namun, mulai muncul optimisme baru seiring dengan pelonggaran kebijakan moneter oleh The Fed yang menurunkan suku bunga acuan menjadi 3,75–4%. Meski begitu, ekonomi di kawasan lain seperti Eropa, Jepang, Tiongkok, dan India masih menghadapi tantangan berupa lemahnya konsumsi rumah tangga dan ketergantungan pada stimulus fiskal.
Menariknya, Dana Moneter Internasional (IMF) justru menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2025 dari 3% menjadi 3,2%. Peningkatan ini disebabkan oleh kondisi keuangan yang lebih longgar, adanya kesepakatan dagang baru antara AS dan mitra utamanya, serta penurunan tren inflasi. Meski masih di bawah capaian tahun 2024 (3,3%), sinyal positif ini memberi harapan bahwa perekonomian dunia mulai bergerak menuju pemulihan yang lebih berkelanjutan.
Di sisi domestik, Indonesia menunjukkan ketahanan ekonomi yang cukup kuat. Menkeu Purbaya menyampaikan bahwa konsumsi rumah tangga dan investasi tetap tumbuh stabil, ditopang oleh sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan. Pemerintah juga mempercepat belanja APBN untuk program-program strategis serta memberikan stimulus bagi sektor prioritas yang menjadi penggerak utama ekonomi. Hal ini menjadi faktor penting yang mendorong proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap solid—bahkan diperkirakan mencapai 5,5% (year-on-year) pada triwulan IV 2025, dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sekitar 5,2%.
Poin penting yang bisa kita cermati dari pernyataan KSSK adalah bahwa stabilitas sistem keuangan tidak hanya ditentukan oleh satu lembaga, melainkan hasil dari koordinasi lintas institusi dan kebijakan yang responsif terhadap dinamika global. Sinergi antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, OJK, dan LPS menjadi fondasi utama untuk memastikan agar kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan dapat saling mendukung.
Pertanyaannya kini, bagaimana Indonesia dapat menjaga momentum positif ini di tengah ancaman perlambatan global yang mungkin terjadi pada 2026? Apakah kebijakan stimulus dan sinergi antar-lembaga cukup kuat untuk menjaga daya tahan ekonomi nasional jika risiko eksternal meningkat? Diskusi mengenai hal ini sangat penting agar masyarakat juga memahami bagaimana peran stabilitas sistem keuangan dalam menopang pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
-
Tulisan yang menarik, Albert. Saya setuju bahwa koordinasi lintas lembaga seperti yang dilakukan KSSK jadi kunci utama menjaga stabilitas sistem keuangan. Apalagi di tengah situasi global yang masih penuh ketidakpastian seperti sekarang.
-
Kondisi global memang lagi tricky — di satu sisi ada pelonggaran The Fed, tapi di sisi lain konsumsi di negara-negara besar masih lemah. Tantangannya, Indonesia perlu tetap waspada agar tidak terlalu bergantung pada faktor eksternal dalam menjaga pertumbuhan.
-
Menarik juga bagaimana sinergi kebijakan fiskal dan moneter masih bisa menjaga momentum ekonomi domestik. Tapi ke depan, stimulus yang tepat sasaran dan penguatan sektor riil bakal jadi kunci biar pertumbuhan tetap berkualitas, bukan sekadar angka.
-
Kalau melihat tren ini, kira-kira langkah konkret apa yang bisa dilakukan KSSK untuk memperkuat daya tahan sektor keuangan menghadapi potensi perlambatan 2026? Misalnya, di area pembiayaan UMKM atau pengendalian inflasi sektor pangan?
-
- You must be logged in to reply to this topic.
Login terlebih dahulu , untuk memberikan komentar.
Thread terkait
-
Optimalisasi Pajak Perusahaan dengan Fasilitas Pasal 31E UU PPhTidak semua penghasilan yang diperoleh perusahaan secara otomatis dikenakan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Badan secara penuh. Dalam sistem perpajakan di Indonesia, pemerintah…10 Mar 2026 • Finance & Taxpajak-perusahaan pasal-31e pkp pph-badanTerkait:pertumbuhan
-
Trending Perpajakan Minggu Ini: Core Tax Normal & 13 Layanan Pajak Baru”Dalam kerangka akuntansi akrual dan perspektif perpajakan, Accounts Payable (AP) dan Accounts Receivable (AR) tidak hanya berdampak pada laporan posisi keuangan, tetapi…9 Apr 2026 • Finance & TaxAllTerkait:kunci
-
PMK 100/2025 dan Tantangan Implementasi Akuntansi Berbasis AkrualPMK 100/2025 tentang Kebijakan Akuntansi Pemerintah Pusat menurut saya merupakan langkah penting dalam memperkuat fondasi tata kelola keuangan negara, khususnya di era…16 Feb 2026 • Finance & TaxAllTerkait:nasional
-
PMK 112/2025 dan 6 Instrumen Pencegahan Penyalahgunaan P3BPMK 112/2025 menjadi regulasi yang sangat menarik untuk dicermati, khususnya terkait penguatan instrumen pencegahan penyalahgunaan Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B). Ketentuan dalam…9 Apr 2026 • Finance & TaxAllTerkait:ekonomi nasional
-
Bea Keluar Batu Bara 5%–11%: Tantangan Implementasi dan DampaknyaRencana pemerintah mengenakan bea keluar atas ekspor batu bara dengan tarif progresif 5%–11% sebagaimana disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menurut saya…9 Apr 2026 • Finance & TaxAllTerkait:stabilitas nasional
-
PMK 115/2025: Fleksibilitas Fiskal atau Sinyal Tekanan Penerimaan Negara?Terbitnya PMK 115/2025 yang merevisi PMK 179/2022 menarik untuk dicermati lebih dalam, khususnya dalam konteks penerimaan negara yang sedang mengalami tekanan. Regulasi…6 Jan 2026 • Finance & TaxAllTerkait:menjaga stabilitas ekonomi
-
PMK 51/2025 Simak Lagi! Pihak-Pihak yang Ditunjuk Jadi Pemungut PPh Pasal 22PMK Nomor 51 Tahun 2025 kembali menegaskan posisi strategis PPh Pasal 22 sebagai instrumen pengamanan penerimaan negara, khususnya pada transaksi-transaksi bernilai besar…16 Feb 2026 • Finance & TaxAllTerkait:nasional
-
Trending Perpajakan Minggu Ini: Core Tax Normal & 13 Layanan Pajak Baru”Minggu ini, dunia perpajakan Indonesia dipenuhi oleh dua topik yang menjadi perbincangan hangat di kalangan wajib pajak, konsultan, dan praktisi pajak: pemulihan…9 Dec 2025 • Finance & TaxAllTerkait:pertumbuhan ekonomi nasional
-
PPh 21 DTP = Tambahan Gaji Bersih, Bukan Potongan Pajak!💬 Masih Banyak yang Salah Paham soal PPh 21 DTP! Banyak perusahaan masih mengira bahwa jika sudah memakai sistem Net (pajak ditanggung…7 Nov 2025 • Finance & TaxAllTerkait:ekonomi nasional
-
Perpanjangan NPPN Hingga 31 Desember 2025 – Pengajuan Sukses via Coretax DJPHalo teman-teman di Mekari Community! Berikut informasi krusial dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) yang perlu segera diketahui: Nomor Pokok Pelaporan Pajak (NPPN)…3 Nov 2025 • Finance & TaxAllTerkait:ekonomi nasional
-
Kawasan Berikat Serap 1,83 Juta Tenaga Kerja Dan Sumbang 30 % Ekspor Nasional(Cirebon) Kementerian Keuangan melalui Bea Cukai menegaskan peran kawasan berikat (KB) sebagai instrumen strategis untuk mendorong industri berorientasi ekspor. Fasilitas ini dinilai…6 Oct 2025 • Finance & TaxAllTerkait:pertumbuhan nasional
-
Guys, Target Tax Ratio 2026 Mau Tembus 10,47%! Gimmick Atau Realita?Oke, jadi pemerintah udah ngumumin target tax ratio buat 2026 bakal naik ke 10,47%. Naik dikit sih dari tahun ini yang ditargetin…21 Aug 2025 • Finance & TaxAllTerkait:ekonomi
