- This topic has 9 replies, 2 voices, and was last updated 1 month ago by
Lia.
Belajar Tidak Goyah: Diam, Fokus, dan Percaya Diri Tanpa Perlu Validasi
December 8, 2025 at 8:58 am-
-
Up::1
Dulu banyak orang terlalu banyak berpikir.
Hadir penuh dalam momen membuat seseorang sulit digoyahkan.Itu adalah kekuatan yang sering diremehkan.
Ketika kritik datang, pilihan terbaik bukan selalu membalas.
Diam bukan berarti kalahΒ kadang itu tanda kedewasaan dan kendali diri.Dengan waktu dan pengalaman, akhirnya banyak orang menyadari apa yang benar-benar membangun rasa percaya diri yang kokoh.
Tatap mata orang yang sedang berbicara denganmuΒ siapa pun mereka.
Kontak mata bukan tindakan menantang. Itu cara halus untuk mengatakan:
βAku pantas berada di sini.βJangan menjawab terlalu cepat.
Kita sering merasa perlu bereaksi secepat mungkin agar terlihat cerdas atau siap.
Padahal, jeda beberapa detik β bernapas, berpikir β menciptakan rasa percaya diri yang jauh lebih besar daripada kata-kata terburu-buru.Simpan perjuanganmu secara pribadi.
Bukan berarti harus dirahasiakan, tetapi tidak semua orang perlu tahu.
Perjuangan hidup bukan bahan konsumsi umum atau alat mencari validasi.
Bagikan hanya kepada orang yang benar-benar peduli, bukan kepada penonton.Tetap tenang ketika orang lain kehilangan kendali.
Akan selalu ada orang yang mempertanyakan, meremehkan, atau mencoba memancing emosi.
Tetaplah tenang.
Ketenangan adalah bahasa kekuatan yang tidak perlu dijelaskan.Berpakaian dengan kesadaran.
Penampilan adalah pesan pertama sebelum kata-kata muncul.
Rapi, pantas, nyaman dan itu sudah cukup.
Ketika seseorang menghargai dirinya sendiri, dunia merasakannya.Bicara perlahan.
Orang yang terburu-buru berbicara biasanya terlihat gugup.
Orang yang berbicara dengan tempo teratur menunjukkan kontrol.
Ketika kata-kata diberi ruang, orang lain akan lebih memperhatikan.Berhenti memikirkan apa kata orang.
Banyak energi hilang hanya karena takut dihakimi.
Padahal sebagian besar orang sibuk memikirkan diri mereka sendiri.Belajar menerima tanpa reaksi berlebihan.
Kesempatan bisa hilang. Rencana bisa gagal. Orang bisa pergi.
Terima. Pelajari. Lanjutkan.
Tanpa marah, tanpa dendam, tanpa menyalahkan.Tetapkan visi β lalu jalani.
Usia bukan batas. Pendapat orang bukan kompas.
Yang menentukan arah adalah keyakinan dan konsistensi.Semua poin ini bukan sekadar trik agar terlihat percaya diri.
Ini adalah fondasi untuk kedamaian batin.Ketika seseorang tahu siapa dirinya, pendapat orang lain tidak lagi menentukan nilai diri.
Ketika seseorang percaya pada visinya, keraguan orang lain tidak bisa menghentikannya.Kuasi prinsip-prinsip ini bukan untuk mengesankan siapa pun, tetapi agar menjadi pribadi yang kokoh, tenang, dan tidak mudah digoyahkan.
Jika tulisan ini bermanfaat, bagikan kepada mereka yang siap membangun percaya diri sejati.
-
Dari semua prinsip yang Kakak tulis, saya ingin bertanya: bagi Kak Lia sendiri, prinsip mana yang paling banyak mengubah cara Kakak menjalani hidup, dan bagaimana Kakak melatihnya hingga benar-benar menjadi kebiasaan? Saya sangat ingin belajar dari pengalaman Kakak.
-
Terima kasih atas pertanyaannya. Dari semua prinsip itu, yang paling banyak mengubah cara saya menjalani hidup adalah belajar memberi jeda sebelum merespons.
Dulu, saya sering merasa harus cepat menjawab, cepat menjelaskan, cepat membela diriβseolah nilai diri ditentukan oleh seberapa sigap saya bereaksi. Lama-lama saya sadar, reaksi yang terlalu cepat justru sering lahir dari kecemasan, bukan dari keyakinan.
Saya melatihnya dengan cara yang sangat sederhana, tapi konsisten: saya membiasakan diri untuk bernapas satu kali penuh sebelum menjawab apa pun yang pentingβbaik itu kritik, pertanyaan sulit, atau situasi yang memancing emosi. Jeda kecil itu memberi saya ruang untuk memilih respons, bukan sekadar bereaksi.
Awalnya terasa canggung, bahkan seperti βterlalu lambatβ. Tapi seiring waktu, saya melihat dampaknya. Keputusan jadi lebih jernih, emosi lebih stabil, dan rasa percaya diri justru tumbuh tanpa perlu pembuktian berlebihan.
Bagi saya, kebiasaan ini bukan tentang terlihat tenang, tetapi tentang menghormati diri sendiriβbahwa saya berhak berpikir, merasakan, dan merespons dengan sadar. Dari sanalah banyak prinsip lain mulai mengikuti secara alami.
Saya masih belajar sampai hari ini. Tapi satu jeda kecil itu, perlahan, mengubah cara saya hadir dalam hidup.
-
-
Dan soal visi serta konsistensi, saya merasa ini adalah akar dari rasa percaya diri yang kokoh. Ketika kita tahu apa yang kita kejar, pendapat orang lain kehilangan kekuatannya. Kita tidak lagi mudah goyah hanya karena kritik atau keraguan.
-
Kakak juga benar bahwa tidak semua perjuangan harus dibagikan. Di era media sosial, kadang ada dorongan untuk menceritakan semua hal demi diterima atau divalidasi. Padahal, ada kekuatan besar dalam menjaga privasi dan memilih siapa yang layak masuk ke ruang kehidupan kita.
-
Poin tentang tetap tenang meski orang lain meledak pun sangat relevan. Dunia yang penuh tekanan membuat banyak orang mudah terpancing emosi. Tetapi ketika kita tetap tenang, bukan berarti kita lemahβjustru menunjukkan bahwa kita punya kendali penuh atas diri sendiri.
-
Saya juga suka dengan poin tentang tidak menjawab terlalu cepat. Betapa seringnya kita merasa harus spontan supaya terlihat siap. Padahal, jeda sejenak adalah tanda kita benar-benar mendengarkan dan berpikir. Jeda itu menghadirkan rasa percaya diri yang jauh lebih stabil.
-
Bagian tentang kontak mata juga sangat mengena. Sering kali kita merasa canggung atau takut terlihat berlebihan, padahal kontak mata adalah bentuk penghargaan kepada diri sendiri maupun lawan bicara. Seperti yang Kakak tulis, itu cara halus untuk berkata, βAku pantas berada di sini.β
-
Saya setuju sekali ketika Kakak mengatakan bahwa diam bukan berarti kalah. Justru sering kali diam adalah keputusan paling bijak ketika emosi sedang tinggi. Kadang kita terlalu sibuk membuktikan diri, sampai lupa bahwa kontrol diri jauh lebih berharga daripada memenangkan argumen.
-
Kak Lia, terima kasih banyak atas tulisan yang begitu menenangkan dan membuka sudut pandang. Setiap paragraf yang Kakak bagikan terasa seperti pengingat lembut yang sering kali kita lupa dalam kesibukan sehari-hari. Membaca ini membuat saya merasa lebih hadir dan lebih sadar bahwa kekuatan sejati memang tidak selalu tampak di permukaan.
-
- You must be logged in to reply to this topic.
Login terlebih dahulu , untuk memberikan komentar.
Peringkat Top Contributor
- #1
Joko SiyamtoPoints: 287 - #2
KASPAR PURBAPoints: 190 - #3 ENING AYU PRIHATININGSIHPoints: 107
- #4 Finance AyuPoints: 107
- #5
LiaPoints: 82
Artikel dengan topic tag terkait:
Tag : All
- Kuis Spesial Menyambut Tahun Baru 2025!11 December 2024 | General
- 7 Hari Perjalanan Kecil Menuju Versi Terbaikmu16 September 2025 | General
- Mekari Community Giveaway Tiket Mekari Conference 202423 July 2024 | General
- Suara Rakyat, Antara Harapan dan Tantangan4 September 2025 | General
- Karyawan Teng-Go Pulang Tepat Waktu8 July 2025 | General