Apakah anda mencari sesuatu?

Lia
Participant
GamiPress Thumbnail
Image 1 replies
View Icon 0 views

    Diskusinya keren banget ini πŸ™Œ Aku coba kasih pandangan dari sisi keseimbangan fiskal, pajak, dan ketenagakerjaan ya.
    1️⃣ Soal Keseimbangan: Stimulus vs Reformasi Struktural
    Menurutku, secara desain Paket Ekonomi 2026 sudah cukup seimbang di atas kertas, tapi bobotnya masih condong ke stimulus jangka pendek.
    Kenapa?
    Perpanjangan PPh Final 0,5% UMKM β†’ jelas stimulus likuiditas.
    PPh 21 DTP β†’ jaga konsumsi rumah tangga.
    Bansos dan pangan β†’ stabilitas sosial & daya beli.
    Ini penting dalam konteks:
    Ketidakpastian global
    Risiko perlambatan ekonomi dunia
    Tekanan geopolitik
    Tapi reformasi strukturalnya masih β€œsetengah jalan”:
    Deregulasi melalui Satgas dan Lapor Debottlenecking β†’ bagus, tapi skalanya masih terbatas.
    Digitalisasi ekonomi β†’ sudah mulai, tapi regulasi dan jaminan sosialnya belum fully aligned.
    Artinya: arahnya benar, tapi kedalaman reformasinya perlu diperkuat.
    2️⃣ Keberlanjutan Insentif Pajak & Bansos
    Ini bagian paling sensitif secara fiskal.
    πŸ”Ž Insentif Pajak UMKM
    Perpanjangan PPh Final 0,5% sampai 2029 menurutku:
    βœ” Baik untuk kepastian usaha
    βœ” Mengurangi shadow economy
    ⚠ Tapi berisiko β€œcomfort zone”
    Pertanyaannya: Apakah setelah 7–10 tahun tarif ringan, UMKM sudah siap naik kelas?
    Idealnya:
    Insentif bersifat transisional
    Dibarengi kewajiban pembukuan digital
    Ada roadmap naik kelas ke tarif normal
    Kalau tidak, kita menciptakan dual tax system permanen yang berpotensi menggerus basis pajak jangka panjang.
    πŸ”Ž Bantuan Sosial
    Bansos tetap diperlukan dalam jangka menengah, terutama saat ekonomi global belum stabil.
    Tapi menurutku:
    Harus bergeser dari consumption support β†’ productivity support
    Contoh: subsidi pelatihan, modal usaha mikro, digital onboarding
    Kalau terlalu lama konsumtif:
    Tekan APBN
    Kurangi ruang fiskal untuk belanja produktif (infrastruktur, pendidikan, hilirisasi)
    3️⃣ Gig Economy & Perlindungan Sosial
    Ini menurutku PR terbesar.
    Ekonomi digital tumbuh cepat, tapi:
    Banyak pekerja gig tidak punya perlindungan stabil
    BPJS belum sepenuhnya adaptif untuk model kerja fleksibel
    Kalau pemerintah serius kembangkan 15 kota digital: Harus ada:
    Skema iuran fleksibel untuk pekerja platform
    Integrasi pajak UMKM digital & jaminan sosial
    Regulasi perlindungan minimum (jam kerja, perlindungan kecelakaan, dll.)
    Kalau tidak, kita berisiko menciptakan: πŸ‘‰ Pertumbuhan digital tinggi
    πŸ‘‰ Tapi ketimpangan sosial makin lebar
    4️⃣ Dari Sisi Keberlanjutan Fiskal
    Kunci utamanya ada di:
    Rasio pajak terhadap PDB
    Efektivitas belanja negara
    Quality of spending
    Kalau insentif diperpanjang terus tanpa ekspansi basis pajak: ➑️ Defisit bisa tertekan
    ➑️ Ruang fiskal menyempit
    ➑️ Ketergantungan pada utang meningkat
    Stimulus boleh, tapi harus:
    Bersifat counter-cyclical, bukan permanen.
    πŸ’¬ Kesimpulan Opini Pribadi
    Menurutku Paket Ekonomi 2026:
    βœ” Responsif terhadap kondisi global
    βœ” Pro-stabilitas sosial
    βœ” Pro-dunia usaha
    Tapi masih perlu:
    Roadmap exit strategy insentif pajak
    Transformasi bansos jadi produktif
    Reformasi perlindungan pekerja digital
    Penguatan tax base jangka panjang
    Kalau aku balik tanya ke Fintax Community nih:
    Menurut teman-teman, lebih bahaya mana dalam 5 tahun ke depan: πŸ“‰ Perlambatan ekonomi karena stimulus dikurangi
    atau
    πŸ“Š Risiko fiskal jangka panjang karena stimulus terlalu lama dipertahankan?
    Seru banget ini kalau dibahas dari perspektif pajak & fiskal πŸ”₯

    Image

    Bergabung & berbagi bersama kami

    Terhubung dan dapatkan berbagai insight dari pengusaha serta pekerja mandiri untuk perluas jaringan bisnis Anda!