Apakah anda mencari sesuatu?

Albert Yosua
Participant
GamiPress Thumbnail
Achievement Thumbnail
Image 3 replies
View Icon 0  views

    Setuju, Lia. Surplus ini memang jadi indikator awal yang menggembirakan — apalagi setelah kuartal sebelumnya sempat defisit akibat tekanan restitusi dan penyesuaian tarif.

    Tapi menurutku, kunci selanjutnya adalah bagaimana pemerintah memanfaatkan momentum ini secara strategis. Karena surplus di awal tahun belum tentu menjamin keseimbangan akhir tahun, terutama jika belanja belum optimal diserap. Banyak belanja modal dan program prioritas biasanya baru ngegas di semester kedua.

    Kita juga perlu melihat kualitas dari belanja yang akan menyusul. Apakah betul-betul mendukung pertumbuhan jangka panjang, atau justru hanya terserap lewat belanja rutin yang kurang produktif?

    Dari sisi penerimaan, capaian 27% memang impresif, tapi sustainability-nya juga penting. Apakah kenaikan ini ditopang oleh basis ekonomi yang makin kuat atau lebih karena intensifikasi jangka pendek?

    Kalau momentum fiskal ini bisa dikawal dengan transparansi dan akuntabilitas, saya optimis APBN 2025 bisa jadi fondasi yang kuat menuju transisi ekonomi pasca-pandemi dan menuju Indonesia Emas 2045.

    Image

    Bergabung & berbagi bersama kami

    Terhubung dan dapatkan berbagai insight dari pengusaha serta pekerja mandiri untuk perluas jaringan bisnis Anda!