Wah, aku suka banget analogi kampung di Halmahera itu, Albert!
Bayangin aja, kalau satu desa bisa naik kelas karena ekspor, dampaknya bisa berlipat: bukan cuma ekonomi, tapi juga rasa percaya diri dan kebanggaan lokal ikut tumbuh.
Setuju banget soal pendekatan jemput bola dan digitalisasi. Tapi menurutku, literasi digital & bisnis juga perlu jadi fokus. Kadang pelaku UMKM udah punya produk bagus, tapi bingung cara mengurus sertifikasi, bikin katalog, atau bahkan sekadar membuat invoice yang profesional.
Mungkin perlu sinergi antara Pemda, lembaga pendidikan, dan pelaku industri buat bikin ekosistem pembinaan yang berkelanjutan — gak cuma pelatihan 1–2 hari, tapi ada mentor yang bisa diakses jangka panjang.
Karena kalau ekosistemnya kuat, UMKM di pelosok pun bisa bersaing global.
Dan pastinya, makin banyak cerita keren dari Indonesia yang bisa kita banggakan ke dunia.