Setuju banget sama kamu, Lia! Memang keberagaman itu nggak cuma soal tampilan luar, tapi juga mindset dan cara pandang. Nah, soal inklusi yang belum terasa, langkah awal yang paling realistis menurutku adalah membangun budaya komunikasi terbuka di perusahaan.
Misalnya, mulai dari sesi sharing rutin atau forum diskusi di mana karyawan bebas menyampaikan pendapat dan pengalaman tanpa takut dihakimi. Dengan cara ini, semua orang mulai merasa “dilihat” dan didengar, yang jadi fondasi kuat untuk inklusi.
Selain itu, training tentang unconscious bias dan pelatihan soft skill buat manajemen juga penting supaya pemimpin dan tim lebih peka terhadap kebutuhan beragam individu.
Kalau menurut kamu, langkah praktis apa yang bisa dilakukan dari sisi karyawan buat mendorong suasana inklusif di kantor?