Saya setuju sekali bahwa FOMO-driven tech adoption menjadi tantangan nyata di Indonesia. Banyak organisasi terburu-buru mengadopsi teknologi baru hanya karena tekanan eksternal, bukan karena kebutuhan internal yang jelas. Padahal seperti yang disampaikan dalam sesi ini, implementasi teknologi seharusnya berangkat dari business-case yang kuat dan kesiapan SDM yang memadai.
Poin tentang kurangnya competitive advantage di sektor teknologi Indonesia juga sangat menarik. Kita belum punya cukup champion companies yang fokus dan konsisten di satu bidang teknologi dalam jangka panjang. Selain itu, masih minimnya insentif dan arah kebijakan dari pemerintah menjadi hambatan tersendiri untuk tumbuhnya ekosistem yang sehat.
Saya juga ingin menambahkan bahwa penting bagi kita untuk tidak hanya mengejar adopsi teknologi, tapi juga memastikan interoperabilitas, ethical use, dan long-term sustainability-nya. Semoga diskusi seperti ini terus berkembang, karena kita sangat butuh ruang untuk berdialog dan bertukar praktik baik, terutama di antara pelaku industri, regulator, dan komunitas teknologi.
Sampai jumpa di sesi-sesi selanjutnya!