Apakah anda mencari sesuatu?

Agus Salam
Participant
GamiPress Thumbnail
Image 6 replies
View Icon 0  views

    Kalau mau milih kandidat yang tepat buat perusahaan, hal pertama yang perlu dilakukan adalah paham dulu kebutuhan tim atau divisi yang sedang buka lowongan. Misalnya, lagi butuh orang yang bisa langsung eksekusi kerjaan rutin, atau justru lagi nyari orang yang bisa bantu mikirin sistem kerja yang lebih efisien. Dua kebutuhan ini jelas beda, jadi orang yang dicari pun pasti beda pendekatannya. Jangan sampai asal rekrut cuma karena dia terlihat “pintar” atau punya banyak pengalaman, tapi ternyata nggak cocok sama ritme kerja atau budaya tim kita.

    Penting juga buat lihat attitude, bukan cuma skill. Orang yang punya keahlian tinggi tapi susah kerja sama, nggak bisa nerima masukan, atau suka merasa paling benar, biasanya bikin suasana kerja jadi nggak enak. Mendingan pilih kandidat yang punya keinginan untuk terus belajar dan berkembang. Yang kalau nggak tahu, dia tanya. Kalau salah, dia mau benerin. Bukan yang gengsi atau nyalahin orang lain.

    Hal lain yang sering kelewat tapi penting adalah cara dia komunikasi. Pas wawancara, coba lihat cara dia jawab pertanyaan, cara dia dengerin, dan gimana dia menyampaikan pemikirannya. Bisa jadi dia pintar, tapi kalau cara ngomongnya bikin bingung atau malah suka motong pembicaraan, itu bisa jadi tanda dia susah kerja bareng tim.

    Nilai tambah seperti bisa banyak hal itu bagus, tapi jangan sampai kita lupa sama hal dasarnya: dia bisa nggak tanggung jawab sama job desk utamanya? Banyak kasus orang yang bisa desain, bisa presentasi, bisa ini-itu, tapi kerjaan utama malah sering kelupaan atau ditunda-tunda.

    Terakhir, pastiin orang ini punya visi dan frekuensi yang nyambung sama perusahaan. Kalau perusahaan kamu dinamis, fleksibel, dan suka eksperimen, rekrutlah orang yang juga fleksibel, nggak kaku, dan siap kerja di situasi yang cepat berubah. Tapi kalau perusahaan kamu butuh orang yang rapi, sistematis, dan taat prosedur, ya jangan pilih orang yang gaya kerjanya terlalu bebas dan suka loncat-loncat.

    Intinya, bukan soal cari yang paling keren CV-nya, tapi yang paling cocok buat jalan bareng kamu di realitas kerja sehari-hari.

    Image

    Bergabung & berbagi bersama kami

    Terhubung dan dapatkan berbagai insight dari pengusaha serta pekerja mandiri untuk perluas jaringan bisnis Anda!