Home / Topics / Human Resources / Metode Recruitment Untuk Berbagai Kebutuhan
- This topic has 6 replies, 4 voices, and was last updated 8 months, 2 weeks ago by
Lia.
Metode Recruitment Untuk Berbagai Kebutuhan
July 2, 2025 at 1:24 pm-
-
Up::0
Untuk memenuhi kebutuhan Perusahaan Anda, maka Rekrutlah…
1. Orang BODOH
https://media.licdn.com/dms/image/v2/D5622AQHA7Kw1zDlzgg/feedshare-shrink_2048_1536/B56ZfIdkZfH8Ao-/0/1751414886022?e=1754524800&v=beta&t=1qKWrkhuZS5BI01-7WAEO7_S4FFqsr0w85tae1u-RlI
orang bodoh tidak banyak protes, mereka akan bekerja sesuai perintah.2. Orang MALAS
https://media.licdn.com/dms/image/v2/D5622AQG4J-qTOFwyIg/feedshare-shrink_1280/B56ZfIdkZhGoAo-/0/1751414885667?e=1754524800&v=beta&t=HJi_oBsiUiB1ytv5iskQSmaWAdO5JqFXKWw-pUur_7A
orang malas selalu mencari cara paling cepat dan efisien untuk memecahkan masalah.3. Orang CERDAS
https://media.licdn.com/dms/image/v2/D5622AQFiMy-aQPs5zg/feedshare-shrink_1280/B56ZfIdkZ9GoAs-/0/1751414885857?e=1754524800&v=beta&t=fIG-szvHs-gmJYfZ2x-V6XDxuLI34nNAVu3imK1nGLQ
orang cerdas akan membuat sistem yang baik sesuai dengan apa yang kita inginkan.4. Robot/AI
https://media.licdn.com/dms/image/v2/D5622AQFA6sUe-ER0Cg/feedshare-shrink_2048_1536/B56ZfIdkaBG0Ao-/0/1751414886942?e=1754524800&v=beta&t=NARd7KkI2ImsofWfTI8CB3S4-cxc1GjVfJe6I2CbwC4
robot dan AI akan membantu kita dalam pekerjaan dan menekan pengeluaran perusahaan.5. Orang Sok Tau
https://media.licdn.com/dms/image/v2/D5622AQEkD0Q94juwlA/feedshare-shrink_1280/B56ZfIdkauH8As-/0/1751414885861?e=1754524800&v=beta&t=WYy3mikjS2p2xcbR8ZkCkbYWMZn-xHk_yVgPsJSdud8
orang sok tau dan sok pintar akan cuma menjadi hama dan tidak berguna.Jadi kira-kira kalian mau recruit yang mana?
Komen dan kasih alasannya ya. -
Kalau mau milih kandidat yang tepat buat perusahaan, hal pertama yang perlu dilakukan adalah paham dulu kebutuhan tim atau divisi yang sedang buka lowongan. Misalnya, lagi butuh orang yang bisa langsung eksekusi kerjaan rutin, atau justru lagi nyari orang yang bisa bantu mikirin sistem kerja yang lebih efisien. Dua kebutuhan ini jelas beda, jadi orang yang dicari pun pasti beda pendekatannya. Jangan sampai asal rekrut cuma karena dia terlihat “pintar” atau punya banyak pengalaman, tapi ternyata nggak cocok sama ritme kerja atau budaya tim kita.
Penting juga buat lihat attitude, bukan cuma skill. Orang yang punya keahlian tinggi tapi susah kerja sama, nggak bisa nerima masukan, atau suka merasa paling benar, biasanya bikin suasana kerja jadi nggak enak. Mendingan pilih kandidat yang punya keinginan untuk terus belajar dan berkembang. Yang kalau nggak tahu, dia tanya. Kalau salah, dia mau benerin. Bukan yang gengsi atau nyalahin orang lain.
Hal lain yang sering kelewat tapi penting adalah cara dia komunikasi. Pas wawancara, coba lihat cara dia jawab pertanyaan, cara dia dengerin, dan gimana dia menyampaikan pemikirannya. Bisa jadi dia pintar, tapi kalau cara ngomongnya bikin bingung atau malah suka motong pembicaraan, itu bisa jadi tanda dia susah kerja bareng tim.
Nilai tambah seperti bisa banyak hal itu bagus, tapi jangan sampai kita lupa sama hal dasarnya: dia bisa nggak tanggung jawab sama job desk utamanya? Banyak kasus orang yang bisa desain, bisa presentasi, bisa ini-itu, tapi kerjaan utama malah sering kelupaan atau ditunda-tunda.
Terakhir, pastiin orang ini punya visi dan frekuensi yang nyambung sama perusahaan. Kalau perusahaan kamu dinamis, fleksibel, dan suka eksperimen, rekrutlah orang yang juga fleksibel, nggak kaku, dan siap kerja di situasi yang cepat berubah. Tapi kalau perusahaan kamu butuh orang yang rapi, sistematis, dan taat prosedur, ya jangan pilih orang yang gaya kerjanya terlalu bebas dan suka loncat-loncat.
Intinya, bukan soal cari yang paling keren CV-nya, tapi yang paling cocok buat jalan bareng kamu di realitas kerja sehari-hari.
-
Saya setuju banget bahwa rekrutmen itu bukan soal siapa yang paling hebat di atas kertas, tapi siapa yang paling pas diajak kerja bareng di konteks kita.
Poin Mas Agus tentang kebutuhan tim dan budaya kerja menurut saya krusial, tapi sering diabaikan. Kadang HR atau user terlalu fokus pada “skill set”, tapi lupa mengecek mindset dan team fit. Padahal orang yang skill-nya biasa aja tapi punya semangat belajar dan komunikasi yang baik bisa jauh lebih produktif dalam jangka panjang.
-
-
Saya setuju banget sama Agus di komentar sebelumnya. Memilih kandidat untuk perusahaan bukan hanya soal memilih orang dengan CV terbaik atau keahlian yang paling banyak. Keberhasilan sebuah tim atau perusahaan sangat bergantung pada bagaimana orang-orang tersebut bisa bekerja sama dengan baik dan berkontribusi sesuai kebutuhan yang ada.
Dari 5 tipe yang disebutkan, semuanya punya kelebihan masing-masing, tapi yang paling penting adalah kecocokan dengan kebutuhan tim dan budaya perusahaan. Misalnya, kalau tim sedang membutuhkan solusi kreatif dan sistematis, maka orang cerdas atau bahkan AI bisa menjadi pilihan yang tepat. Tapi kalau tim membutuhkan seseorang yang bisa melakukan tugas rutin dengan cepat dan efisien, seorang yang malas—dalam arti positif—yang fokus pada cara tercepat dan termudah bisa sangat berguna.
Menurut saya, yang paling penting selain skill adalah attitude dan kecocokan budaya. Orang yang memiliki keinginan untuk belajar, berkembang, dan bisa bekerja dalam situasi yang berubah-ubah adalah investasi jangka panjang yang lebih baik daripada yang hanya mengejar gelar atau pengalaman.
Pertanyaan:
Menurut kalian, apakah sebuah tim bisa tetap efektif meskipun memiliki anggota yang sangat berbeda dalam gaya kerja? Atau apakah lebih baik untuk menjaga agar seluruh tim memiliki gaya kerja yang serupa? Dan, bagaimana cara mengidentifikasi kecocokan budaya ini di tahap rekrutmen?
-
Setuju banget sama Agus dan Albert. Aku juga percaya tiap tim itu kayak puzzle lho justru kalau semua orang gayanya sama, kadang malah kurang balance. Yang penting bukan mirip-miripan, tapi saling melengkapi dan bisa kerja bareng tanpa saling tabrakan. 😄
Kadang orang yang beda gaya kerja bisa jadi kunci buat ngebuka cara baru nyelesain masalah. Asal komunikasinya jalan dan semua orang tahu perannya, tim yang “rame warna” malah bisa lebih solid.
Soal rekrutmen, aku pribadi suka ngelihat gimana kandidat merespons situasi nggak terduga pas interview—dari situ biasanya kelihatan karakter aslinya, cocok nggak sama budaya kerja kita.
Kalau menurut kalian, lebih penting mana pas rekrut: chemistry pas ngobrol, atau portofolio dan pengalaman kerjanya?
-
Mbak Lia juga menarik sekali bilang bahwa tim itu seperti puzzle. Saya sepakat banget. Tim yang homogen dalam gaya kerja bisa jadi “adem”, tapi belum tentu efektif. Variasi dalam cara berpikir dan bekerja justru bisa jadi kekuatan, asal komunikasi dan batas peran jelas.
-
Setuju Albert, tim itu kayak orkestra ya beda alat, beda cara main, tapi bisa harmonis asal tahu kapan harus main dan kapan harus diam. 😄
Soal rekrutmen, menurutku chemistry itu sinyal awal penting, tapi tetap perlu dikroscek sama kapasitas dan komitmen. Kadang justru dari yang CV-nya biasa aja, tapi pas ngobrol “klik”, itu yang malah jadi bintang di tim.
Kalian pernah ngalamin hal serupa gak?
-
-
- You must be logged in to reply to this topic.
Login terlebih dahulu , untuk memberikan komentar.
Thread terkait
-
10 HR Tips untuk Meningkatkan Kinerja dan Budaya PerusahaanSumber daya manusia (SDM) adalah aset paling berharga dalam sebuah perusahaan. Ketika pengelolaan HR dilakukan dengan tepat, bukan hanya kinerja meningkat—tapi budaya…7 Jan 2026 • Human ResourcesAllTerkait:metode berbagai kebutuhan
-
PPh 21 “Disetahunkan” dan “Setaun” (tanpa Disetahunkan)Jika ada pegawai yang resign pada bulan Februari 2025, pilihan yang tepat di Coretax tergantung pada metode perhitungan pajak yang digunakan perusahaan.…28 Jan 2026 • Human ResourcesAllTerkait:metode
-
Talenta HR 101 Leaders Forum on SeptemberPada tanggal 19 September kemarin, Mekari Talenta baru saja berkolaborasi dengan SEMAJA dalam acara HR 101 Leaders Forum dengan judul The Complete…26 Feb 2025 • Human ResourcesTerkait:recruitment berbagai
-
21 Kriteria Tempat Kerja Ideal. Perusahaan Kamu Sudah Seperti Ini?Puluhan tahun jadi karyawan emang ga bosen? Saya pribadi sudah hampir 20 tahun jadi karyawan di berbagai perusahaan. Merasakan enak dan ga…25 Sep 2024 • Human ResourcesAllTerkait:berbagai
-
Kopdar Perdana HR 101 Community Serunya Bikin Makin Akrab!Pada tanggal 21 Juni kemarin HR 101 Community baru saja mengadakan acara Kopdar untuk pertama kalinya yang berlokasi di Mekari New Office.…16 Jun 2025 • Human ResourcesAllTerkait:berbagai
-
QnA Talenta HR 101 Webinar Series 73.0Pada tanggal 23 April 2024 kemarin, Mekari Community telah berkolaborasi dengan Tim Product Talenta untuk membahas pembaruan berbagai fitur unggulan Talenta di…26 May 2025 • Human ResourcesTerkait:berbagai
-
Jalin Silaturahmi dengan Buka Bersama HR 101 Leaders Forum!Mekari Community telah mengadakan acara HR 101 Leaders Forum bersama dengan para HR Leaders sebagai pengguna Talenta dari berbagai industri pada tanggal…17 Jun 2025 • Human ResourcesTerkait:berbagai
-
Senangnya Berkumpul Kembali di Acara HR 101 Leaders Forum!Pada tanggal 21 Februari 2024 kemarin, Mekari Community mengadakan pertemuan bagi para HR Leaders untuk saling berbagi pengetahuan dan pandangan seputar perkembangan…8 May 2025 • Human ResourcesTerkait:berbagai
-
Recap Webinar Sosialisasi Aturan Tarif Efektif Rata-Rata (TER) PPh Pasal 21🗣 3000+ Praktisi HR dari berbagai Industri ikut serta pada Webinar “Sosialisasi Aturan Tarif Efektif Rata-Rata (TER) PPh 21” dari Komunitas HR…26 Jan 2024 • Human ResourcesAllTerkait:berbagai kebutuhan
-
Kelola Kandidat Lebih Cepat dengan Talent Pool di Rekrutmen Mekari Talenta! 🚀Halo, Komunitas Mekari Talenta! 👋 Dalam proses rekrutmen, memulai pencarian kandidat dari nol setiap kali membuka lowongan baru sering kali memakan waktu…26 Mar 2026 • Human ResourcesTerkait:recruitment berbagai kebutuhan
-
Banyak karyawan resign setelah THR-an? Siapkan proses rekrutmen lebih cepat sebelum LebaranMomen pasca Lebaran sering menjadi waktu yang menantang bagi banyak perusahaan. Tidak sedikit karyawan yang memutuskan resign setelah menerima THR, sehingga perusahaan…12 Mar 2026 • Human ResourcesTerkait:recruitment berbagai kebutuhan
-
Buat Nomor Dokumen Masih Manual dan Tanda Tangan Masih Terpisah? Ini Solusi TerbarunyaHallo Komunitas HR 101! 👋 Siapa di sini yang masih membuat nomor surat atau dokumen secara manual dan terkadang penomorannya loncat tanpa…9 Mar 2026 • Human ResourcesTerkait:metode berbagai kebutuhan
