Terima kasih, Mas Albert, sudah mengangkat poin penting soal modernisasi sistem kepabeanan ASEAN. Saya sepakat, kalau ASEAN Single Window dan ACTS Dashboard ini berhasil diimplementasikan dengan baik, bakal banyak manfaat langsung dirasakan pelaku usaha dan pemerintah.
Untuk tantangan harmonisasi kebijakan kepabeanan, saya melihat ada beberapa sisi yang harus diperhatikan secara simultan:
1. Teknologi
Integrasi sistem IT antarnegara memang kompleks, terutama soal standar data, keamanan, dan infrastruktur yang masih berbeda-beda di tiap anggota ASEAN. Ini butuh investasi besar dan komitmen jangka panjang.
2. Regulasi Nasional
Masing-masing negara punya kebijakan dan peraturan kepabeanan yang berbeda, kadang sulit diselaraskan karena ada perbedaan kepentingan dan prioritas domestik. Proses harmonisasi ini butuh negosiasi dan penyesuaian yang cermat.
3. Koordinasi Antarinstansi
Di dalam negeri, koordinasi antar lembaga seperti Bea Cukai, Kementerian Perdagangan, dan instansi terkait lain juga krusial agar kebijakan yang sudah disepakati di ASEAN bisa diterapkan secara konsisten.
Menurut saya, kunci keberhasilan ada di kolaborasi yang kuat dan komunikasi terbuka—baik antarnegara maupun antarinstansi di dalam negeri.
Bagaimana menurut Mas Albert dan teman-teman lain? Apakah ada pengalaman atau insight lain terkait tantangan ini, terutama di lapangan?