Apakah anda mencari sesuatu?

  • This topic has 0 replies, 1 voice, and was last updated 1 week, 2 days ago by Amilia Desi Marthasari.

abatan Paling Berbahaya di Perusahaan

January 27, 2026 at 1:06 pm
image
    • Amilia Desi Marthasari
      Participant
      GamiPress Thumbnail
      Image 0 replies
      View Icon 7 views
        Up
        0
        ::

        Jabatan Paling Berbahaya di Perusahaan (Bukan yang Paling Tinggi, Tapi Paling Rentan)

        Ketika orang berbicara tentang jabatan di perusahaan, yang sering muncul di benak adalah jabatan tertinggi, gaji terbesar, dan wewenang terluas. Direktur. Manajer. Kepala divisi.
        Seolah semakin tinggi jabatan, semakin besar pula risikonya.

        Padahal kenyataannya, jabatan paling berbahaya di perusahaan tidak selalu yang paling tinggi.
        Yang paling berbahaya justru sering berada di tengah, di balik layar, atau di posisi yang jarang mendapat sorotan—namun menanggung tekanan dari semua arah.

        Thread ini bukan untuk menakut-nakuti.
        Tapi untuk membuka mata: bahwa ada jabatan-jabatan yang secara mental, moral, bahkan karier, sangat rentan jika tidak dikelola dengan bijak.

        1. Jabatan “Tengah”: Terjepit dari Atas dan Bawah
        Salah satu posisi paling berbahaya di perusahaan adalah jabatan menengah—supervisor, koordinator, atau middle management.

        Kenapa berbahaya?

        Karena:

        Dari atas, mereka ditekan target, deadline, dan kebijakan.
        Dari bawah, mereka menampung keluhan, emosi, dan konflik tim.
        Dari samping, mereka harus bersaing dengan rekan setara.
        Mereka sering:

        Tidak punya kuasa penuh untuk mengambil keputusan
        Tapi tetap disalahkan ketika hasil tidak sesuai harapan
        Ironisnya, jabatan ini sering paling lelah secara mental, namun paling sedikit diapresiasi.

        2. HRD: Jabatan yang Harus Tegas, Tapi Tetap Disukai
        Banyak orang mengira HRD hanya mengurus:

        Absensi
        Gaji
        Administrasi
        Padahal kenyataannya, HRD adalah salah satu jabatan paling berbahaya secara relasi dan moral.

        HRD berada di posisi yang unik:

        Harus menjalankan kebijakan perusahaan
        Tapi berhadapan langsung dengan nasib karyawan
        HRD sering:

        Dibilang tidak punya empati saat menegakkan aturan
        Dibilang tidak profesional jika terlalu berempati
        Disalahkan karyawan
        Dicurigai manajemen
        Sedikit salah bicara, salah keputusan, atau salah sikap, kepercayaan bisa runtuh—dan reputasi ikut hancur.

        3. Finance & Payroll: Salah Angka, Bisa Jadi Masalah Besar
        Jabatan di bidang keuangan sering terlihat “tenang” dan “aman”.
        Padahal, satu kesalahan kecil bisa berdampak besar.

        Salah hitung:

        Gaji
        Pajak
        Lembur
        THR
        Akibatnya bisa:

        Menurunkan kepercayaan karyawan
        Memicu konflik internal
        Menjadi temuan audit
        Bahkan berujung masalah hukum
        Tekanan terbesar finance bukan hanya angka, tapi ketelitian tanpa ruang salah.

        4. Jabatan yang Mengelola Data & Rahasia Perusahaan
        Admin, sekretaris, IT support, data analyst—jabatan-jabatan ini sering diremehkan.
        Padahal mereka memegang akses ke informasi sensitif.

        Data karyawan.
        Strategi bisnis.
        Dokumen penting.
        Keputusan manajemen.

        Bahaya dari jabatan ini bukan hanya kesalahan teknis, tapi:

        Kebocoran data
        Penyalahgunaan akses
        Tuduhan yang muncul walau tidak bersalah
        Sekali reputasi tercoreng, sulit membersihkannya kembali.

        5. Jabatan Operasional Lapangan: Fisik Jadi Taruhan
        Tidak semua bahaya bersifat mental.
        Beberapa jabatan secara nyata mempertaruhkan keselamatan fisik.

        Contohnya:

        Driver
        Operator alat berat
        Teknisi
        Security
        Pekerja produksi
        Risiko mereka:

        Kecelakaan kerja
        Cedera
        Tekanan jam kerja
        Kesalahan kecil yang berdampak besar
        Ironisnya, jabatan ini sering dianggap “biasa saja”, padahal risiko nyawanya tidak biasa.

        6. Jabatan yang “Sering Jadi Kambing Hitam”
        Ada posisi tertentu yang hampir selalu disalahkan ketika terjadi masalah:

        Admin
        Staff operasional
        Supervisor lapangan
        HRD
        Padahal sering kali:

        Keputusan datang dari atas
        Prosedur sudah dijalankan
        Masalah muncul karena sistem, bukan individu
        Namun tetap saja, yang paling dekat dengan masalahlah yang disorot pertama kali.

        Inilah bahaya jabatan yang tidak punya “panggung”, tapi selalu ada di garis depan.

        7. Jabatan dengan Target Tinggi Tapi Wewenang Terbatas
        Sales, marketing, atau collection sering masuk kategori ini.

        Target tinggi.
        Tekanan besar.
        Evaluasi berbasis angka.

        Tapi:

        Harga ditentukan manajemen
        Sistem ditentukan perusahaan
        Kondisi pasar tidak selalu mendukung
        Jika target tercapai, dianggap sudah seharusnya.
        Jika gagal, dianggap tidak kompeten.

        Tekanan mental di posisi ini sering tidak terlihat, tapi sangat nyata.

        8. Jabatan yang Menjadi Penghubung Konflik
        Mediator tidak resmi di perusahaan sering jatuh ke:

        HR
        Supervisor
        Kepala shift
        Senior staff
        Mereka harus:

        Menenangkan konflik
        Menjaga suasana kerja
        Menjadi penengah tanpa memihak
        Risikonya?

        Disalahkan dua pihak
        Dicap tidak adil
        Kehilangan kepercayaan satu sisi
        Padahal mereka hanya berusaha menjaga stabilitas.

        9. Jabatan “Paling Berbahaya” Sesungguhnya
        Jika ditanya:

        Apa jabatan paling berbahaya di perusahaan?
        Jawabannya bukan satu nama jabatan.

        Yang paling berbahaya adalah:

        Jabatan yang besar tanggung jawabnya, tapi kecil perlindungannya.
        Jabatan yang:

        Banyak tuntutan
        Sedikit apresiasi
        Minim ruang salah
        Tidak punya suara kuat

        10. Bahaya yang Sering Tidak Disadari
        Bahaya terbesar dari sebuah jabatan bukan hanya:

        Kelelahan
        Tekanan
        Risiko kerja
        Tapi:

        Kehilangan kesehatan mental
        Kehilangan integritas
        Kehilangan rasa percaya diri
        Kehilangan makna bekerja
        Banyak orang terlihat “baik-baik saja”, padahal sedang bertahan mati-matian.

        11. Jadi, Harus Bagaimana?
        Jika kamu berada di jabatan yang “berbahaya”:

        Jaga profesionalitas
        Dokumentasikan pekerjaan
        Pahami batas wewenang
        Bangun komunikasi yang sehat
        Jaga kesehatan mental
        Dan jika kamu memimpin:

        Hargai jabatan-jabatan yang bekerja dalam senyap
        Lindungi tim dari tekanan berlebihan
        Jangan jadikan posisi tertentu sebagai tameng kesalahan sistem

        Penutup
        Tidak semua bahaya terlihat.
        Tidak semua jabatan yang tampak rendah itu ringan.
        Dan tidak semua jabatan tinggi itu paling berisiko.

        Di perusahaan, bahaya sering bersembunyi di balik tanggung jawab, tekanan, dan ekspektasi yang tidak seimbang.

        Karena sejatinya, jabatan paling berbahaya bukan soal titel—
        tapi soal beban yang dipikul sendirian tanpa cukup perlindungan.

    Viewing 0 reply threads
    • You must be logged in to reply to this topic.
    Image

    Bergabung & berbagi bersama kami

    Terhubung dan dapatkan berbagai insight dari pengusaha serta pekerja mandiri untuk perluas jaringan bisnis Anda!