- This topic has 15 replies, 3 voices, and was last updated 5 months, 1 week ago by
Amilia Desi Marthasari.
Bekerja di Era Digital
October 27, 2025 at 9:56 am-
-
Up::1
Akhir pekan sering kali jadi momen refleksi bagi banyak profesional, waktu di mana kita menengok kembali minggu yang padat, tumpukan notifikasi, dan sederet meeting online yang seolah tak ada ujungnya. Teknologi, yang awalnya diharapkan membuat pekerjaan lebih efisien, kini justru membuat batas antara “waktu kerja” dan “waktu pribadi” semakin kabur.
Kita bisa bekerja dari mana saja, kapan saja. Tapi ironisnya, justru itulah yang membuat kita seakan selalu bekerja. Email tengah malam, chat group kantor yang aktif bahkan di hari libur, hingga dorongan “harus selalu responsif” menjadi beban tak kasat mata yang jarang dibicarakan. Di satu sisi, digitalisasi membuka peluang produktivitas tanpa batas. Di sisi lain, muncul fenomena kelelahan digital – digital burnout.
Sebagian orang merasa lebih produktif dengan sistem kerja fleksibel, bisa menyelesaikan tugas sambil menikmati kopi di rumah. Namun, sebagian lainnya merasa kehilangan makna sosial dari rutinitas kantor: obrolan ringan di pantry, ide spontan di ruang rapat, atau sekadar tawa bersama rekan kerja. Kita jadi lebih “terhubung”, tapi apakah benar-benar “berhubungan”?
Lalu, bagaimana seharusnya kita menyeimbangkan produktivitas dan well-being di tengah arus digitalisasi kerja ini? Apakah perusahaan perlu mulai menetapkan “batas komunikasi” di luar jam kerja? Atau tanggung jawab itu ada pada individu untuk lebih tegas mengatur waktu dan energi?
Mungkin ini saatnya kita berhenti mengukur produktivitas dari berapa banyak jam online, dan mulai menilai dari kualitas hasil, kreativitas, serta keseimbangan hidup.
Bagaimana menurut kamu? Apakah digitalisasi benar-benar membuat kita lebih produktif atau justru lebih sibuk dari sebelumnya?
-
Amilia Desi MarthasariParticipantRockstar
5 Requirements
- Login ke website sebanyak 30 kali
- Balas Thread sebanyak 50 kali
- Buat Thread baru sebanyak 30 kali
- Bagikan thread ke media sosial sebanyak 15 kali
- Bagikan pengalaman kamu menggunakan produk mekari ke media sosial sebanyak 5 kali
15 replies
61 views
October 27, 2025 at 11:54 amSaya setuju bahwa produktivitas seharusnya tidak diukur dari seberapa lama kita online, tetapi dari kualitas hasil dan keseimbangan hidup yang kita jaga.
-
Saya sepenuhnya setuju dengan pandangan Anda bahwa produktivitas bukanlah soal waktu yang dihabiskan di depan layar, melainkan tentang kualitas pekerjaan yang dihasilkan dan seberapa baik kita bisa menjaga keseimbangan dalam hidup. Seringkali, banyak orang merasa terjebak dalam konsep “semakin lama bekerja, semakin produktif,” padahal sebenarnya hal itu bisa menyebabkan kelelahan dan bahkan menurunnya kualitas pekerjaan itu sendiri. Fokus pada hasil yang optimal, bukan sekadar kuantitas waktu, memang lebih penting.
-
Selain itu, bagaimana menurut Anda jika kita mulai meredefinisi produktivitas dalam konteks kesejahteraan pribadi? Misalnya, menganggap aktivitas yang mendukung kesehatan mental dan fisik juga sebagai bagian dari produktivitas. Aktivitas seperti olahraga, meditasi, atau bahkan waktu berkualitas dengan keluarga bisa mempengaruhi kinerja kita dalam pekerjaan. Menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi sebenarnya bisa meningkatkan efektivitas dalam jangka panjang.
-
Pertanyaan berikutnya, bagaimana Anda menyarankan agar kita bisa mengukur kualitas hasil tanpa terlalu terikat pada waktu atau seberapa sering kita online? Apakah ada tips atau metode yang Anda rasa efektif untuk menjaga keseimbangan ini dalam kehidupan sehari-hari?
-
Amilia Desi MarthasariParticipantRockstar
5 Requirements
- Login ke website sebanyak 30 kali
- Balas Thread sebanyak 50 kali
- Buat Thread baru sebanyak 30 kali
- Bagikan thread ke media sosial sebanyak 15 kali
- Bagikan pengalaman kamu menggunakan produk mekari ke media sosial sebanyak 5 kali
15 replies
61 views
October 27, 2025 at 11:54 amPerusahaan memang perlu mulai menetapkan budaya komunikasi yang sehat (misalnya, tidak ada chat kerja di luar jam kantor), tapi di saat yang sama, individu juga perlu belajar menegaskan batas dan prioritas diri.
-
Pernyataan Anda sangat relevan, terutama di era digital saat ini di mana batasan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi semakin kabur. Budaya komunikasi yang sehat di perusahaan memang sangat penting untuk mengurangi tekanan kerja yang berlebihan, seperti larangan chat kerja di luar jam kantor. Hal ini dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih produktif dan berkelanjutan, di mana karyawan merasa dihargai dan memiliki ruang untuk beristirahat. Namun, budaya tersebut juga harus diimbangi dengan kemampuan individu untuk menetapkan batasan pribadi mereka.
-
Menegaskan batasan diri, seperti tidak memeriksa email atau membalas pesan kerja setelah jam kerja, adalah langkah penting yang sering kali diabaikan. Banyak orang merasa terpaksa selalu terhubung atau merasa cemas jika tidak segera merespons pesan kerja, meskipun itu tidak mendesak. Padahal, untuk menjaga kesehatan mental dan fisik, penting bagi kita untuk benar-benar memisahkan waktu kerja dan waktu pribadi. Bagaimana menurut Anda, apa tantangan terbesar yang dihadapi individu dalam menegakkan batasan ini?
-
Selain itu, apa yang bisa dilakukan perusahaan untuk lebih mendukung karyawan dalam hal ini? Mungkin ada kebijakan atau pelatihan tertentu yang dapat membantu membentuk kebiasaan menegaskan batasan secara lebih efektif?
-
Amilia Desi MarthasariParticipantRockstar
5 Requirements
- Login ke website sebanyak 30 kali
- Balas Thread sebanyak 50 kali
- Buat Thread baru sebanyak 30 kali
- Bagikan thread ke media sosial sebanyak 15 kali
- Bagikan pengalaman kamu menggunakan produk mekari ke media sosial sebanyak 5 kali
15 replies
61 views
October 27, 2025 at 11:54 amMungkin kuncinya ada pada digital mindfulness kesadaran untuk menggunakan teknologi, bukan dikuasai olehnya.
Karena pada akhirnya, yang kita butuhkan bukan hanya “kerja efisien”, tapi juga “hidup yang cukup tenang”.BAGAIMANA MENURUTMU??
-
Saya sangat setuju dengan pendapat Anda tentang digital mindfulness. Teknologi seharusnya menjadi alat yang membantu kita, bukan yang mengendalikan hidup kita. Ketika kita mulai menggunakan teknologi secara sadar—misalnya, memanfaatkan fitur-fitur seperti mode tidak terganggu atau membatasi waktu penggunaan aplikasi—kita bisa merasa lebih terkontrol dan tidak terbawa arus tekanan yang ditimbulkan oleh notifikasi atau tuntutan pekerjaan yang selalu ada.
-
Lebih dari sekadar efisiensi kerja, yang paling penting adalah bagaimana kita bisa menciptakan hidup yang seimbang dan tenang. Di zaman serba cepat seperti sekarang, kita sering terjebak dalam pola pikir bahwa kita harus terus-menerus produktif dan selalu terhubung. Padahal, waktu untuk diri sendiri, untuk refleksi, atau bahkan sekadar bersantai tanpa gangguan teknologi, sangat penting untuk menjaga kualitas hidup dan kesejahteraan mental.
-
Menurut saya, kunci untuk mencapai ini adalah dengan mengadopsi kebiasaan digital yang lebih mindful. Hal ini bisa dimulai dari hal-hal kecil seperti menyusun jadwal tanpa gangguan untuk pekerjaan atau menetapkan “waktu offline” di mana kita benar-benar tidak mengecek perangkat digital. Dengan begitu, kita bisa menciptakan ruang bagi diri sendiri untuk merasa lebih tenang dan hadir sepenuhnya dalam momen-momen tertentu, bukan terjebak dalam kebiasaan multitasking yang justru bisa membuat kita merasa semakin tertekan.
-
Amilia Desi MarthasariParticipantRockstar
5 Requirements
- Login ke website sebanyak 30 kali
- Balas Thread sebanyak 50 kali
- Buat Thread baru sebanyak 30 kali
- Bagikan thread ke media sosial sebanyak 15 kali
- Bagikan pengalaman kamu menggunakan produk mekari ke media sosial sebanyak 5 kali
15 replies
61 views
October 29, 2025 at 10:52 amIndividu juga berperan besar.
Kita perlu belajar self-management: tahu kapan harus “online” untuk fokus bekerja, dan kapan harus “offline” untuk memulihkan energi. Mengatur notifikasi, menetapkan jam tenang, atau sekadar berani berkata “cukup untuk hari ini” adalah bentuk tanggung jawab diri.
-
Amilia Desi MarthasariParticipantRockstar
5 Requirements
- Login ke website sebanyak 30 kali
- Balas Thread sebanyak 50 kali
- Buat Thread baru sebanyak 30 kali
- Bagikan thread ke media sosial sebanyak 15 kali
- Bagikan pengalaman kamu menggunakan produk mekari ke media sosial sebanyak 5 kali
15 replies
61 views
October 29, 2025 at 10:52 amMenurut saya, menyeimbangkan produktivitas dan well-being di era digital bukan soal memilih antara kepentingan perusahaan atau individu, tapi tentang membangun kesadaran bersama.
Perusahaan memang punya tanggung jawab menciptakan budaya kerja yang sehat.
Mereka bisa mulai dengan menetapkan digital boundaries misalnya, tidak mengharuskan respons cepat di luar jam kerja, mengatur kebijakan notifikasi, atau memberikan ruang istirahat digital. Ketika organisasi menormalisasi keseimbangan, karyawan akan merasa lebih dihargai dan produktivitas justru meningkat secara berkelanjutan.-
Amilia Desi MarthasariParticipantRockstar
5 Requirements
- Login ke website sebanyak 30 kali
- Balas Thread sebanyak 50 kali
- Buat Thread baru sebanyak 30 kali
- Bagikan thread ke media sosial sebanyak 15 kali
- Bagikan pengalaman kamu menggunakan produk mekari ke media sosial sebanyak 5 kali
15 replies
61 views
October 29, 2025 at 10:52 amPada akhirnya, produktivitas sejati bukan diukur dari berapa lama kita terhubung, tapi seberapa besar nilai yang kita hasilkan — tanpa kehilangan keseimbangan hidup.
Digitalisasi seharusnya membuat kita lebih efisien dan manusiawi, bukan sekadar lebih sibuk dari sebelumnya.
-
- You must be logged in to reply to this topic.
Login terlebih dahulu , untuk memberikan komentar.
Thread terkait
-
5 Alasan Kunci Kenapa 1 Juta Lulusan Sarjana Jadi Pengangguran dan SolusinyaSetiap tahun, Indonesia meluluskan lebih dari satu juta sarjana dari berbagai perguruan tinggi. Namun, kenyataannya sebagian besar dari mereka tidak langsung memperoleh…6 Apr 2026 • GeneralAllTerkait:bekerja era digital akhir kali bagi
-
13 Cara untuk Menjadi Konsultan Manajemen yang SuksesJika kamu ingin menjadi seorang konsultan manajemen yang sukses, ada beberapa langkah penting yang perlu kamu ambil. Di bawah ini, kamu akan…24 Jan 2026 • GeneralAllTerkait:bekerja era sering bagi profesional
-
13 Fondasi Finansial ModernMenghasilkan uang itu relatif mudah. Mempertahankannya? Justru itu bagian tersulit. Kamu bisa: Dapat kenaikan gaji Menambah klien baru Meningkatkan penghasilan Membangun side…8 Jan 2026 • GeneralAllTerkait:bekerja era sering kali bagi
-
10 PENYAKIT MENTAL MANUSIASiapa kah yang punya salah satu penyakit mental ini, hayoo ngakuu.. berikut ini penjelasannya, check it out.. 1. MENYALAHKAN ORANG LAIN Itu…22 Dec 2025 • GeneralAllTerkait:era akhir sering kali banyak
-
Refleksi 12 Bulan: Apa Saja yang Ternyata Sudah Kita Lewati Tanpa Kita Sadari?Kadang yang paling menenangkan dari akhir tahun bukanlah pesta, bukan pula resolusi baru. Tapi momen ketika kita berhenti sejenak, menoleh ke belakang,…4 Dec 2025 • GeneralAllTerkait:era akhir sering kali momen refleksi
-
10 Kebohongan yg Sering Kita Percaya dan Fakta yg Bisa Bikin Hidupmu Lebih BaikKita sering dengar banyak omongan yang kedengarannya benar, tapi diam-diam omongan itu malah bikin kita stuck dan nggak maju-maju. Padahal, masalahnya bukan…29 Sep 2025 • GeneralAllTerkait:era sering momen banyak
-
10 Cara Praktis Menghentikan Overthinking Sebelum Bikin Capek MentalLelah mental itu bukan karena kerja terlalu keras. Tapi karena terlalu banyak mikir. Pikiran kita terus jalan 24 jam sehari: Takut gagal,…27 Aug 2025 • GeneralAllTerkait:era akhir kali banyak
-
Sukses Tanpa Stres: 12 Cara Merawat Diri Tanpa Mengorbankan KarierBanyak orang berpikir bahwa untuk meraih kesuksesan, kita harus mengorbankan waktu istirahat, keluarga, dan bahkan kesehatan. Tapi sebenarnya, kesejahteraan dan kesuksesan bisa…12 Aug 2025 • GeneralAllTerkait:bekerja era digital kali momen refleksi
-
12 Kebiasaan Kecil yang Bisa Mengubah HidupmuSukses datang dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten. Motivasi itu naik-turun, tapi kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari bisa membawa perubahan…3 Aug 2025 • GeneralAllTerkait:bekerja era kali
-
“Gak Semua Bos Itu Leader! Ini 1 Sifat yang Bikin Kamu Layak Jadi Panutan”Dalam dunia bisnis yang terus berubah cepat, satu hal tetap konstan: manusia hanya akan bergerak sepenuh hati jika mereka merasa dipimpin, bukan…14 Jul 2025 • GeneralAllTerkait:era digital sering kali banyak
-
10 Tanda Kamu Memimpin dengan EmpatiTimmu tidak akan bersuara jika mereka tidak merasa aman. Empati adalah titik awal dari kepercayaan. Dan ini tanda-tanda bahwa kamu memimpin dengan…14 Jul 2025 • GeneralAllTerkait:bekerja era refleksi bagi
-
12 Kebiasaan Lama yang Perlu Kamu Tinggalkan di Era SekarangBanyak dari kita masih menjalankan kebiasaan-kebiasaan yang dulu dianggap efektif, tapi kini justru bisa menghambat kemajuan, kesehatan mental, dan produktivitas. Berikut adalah…18 Jun 2025 • GeneralAllTerkait:bekerja era digital sering bagi banyak
