- This topic has 21 replies, 3 voices, and was last updated 1 month, 1 week ago by
Albert Yosua Matatula.
Boss… NO! Pemimpin… YES!
December 19, 2025 at 2:00 pm-
-
Up::1
Ada banyak analist yang ingin membedakan antara Boss dan Pemimpin. Ke dua kata tersebut memang mirip tetapi dalam keadaan realitas memiliki arti yang berbeda. Tentunya kedua kata tersebut merupakan suatu yang menjadi pimpinan dalam sebuah organisasi.
Betapa sering orang gagal untuk menjadi pemimpin karena mereka tidak berlaku sebagai pemimpin melainkan berlaku sebagais boss. H. Gordon Selfridge adalah pendiri salah satu department store (pusat perbelanjaan) di London yang merupakan salah satu department store terbesar di dunia. Ia mencapai kesuksesan tersebut dengan menjadi seorang ‘pemimpin’ dan bukan dengan menjadi ‘Boss’.
Apakah perbedaan antara pemimpin dengan boss? Di bawah ini adalah perbandingan yang diberikan oleh Gordon Selfridge antara orang yang bertipe pemimpin dan
orang yang bertipe boss.Seorang boss mempekerjakan bawahannya;
Tetapi seorang pemimpin mengilhami mereka,Seorang boss mengandalkan kekuasaannya;
Tetapi seorang pemimpin mengandalkan kemauan baik.Seorang boss menimbulkan ketakutan;
Tetapi seorang pemimpin memancarkan kasih.Seorang boss mengatakan ‘aku’;
Tetapi seorang pemimpin mengatakan ‘kita’.Seorang boss menunjukkan siapa yang bersalah;
Tetapi seorang pemimpin menunjukkan apa yang salah.Seorang boss tahu bagaimana sesuatu dikerjakan’
Tetapi seorang pemimpin tahu bagaimana mengerjakannya.Seorang boss menuntut rasa hormat;
Tetapi seorang pemimpin membangkitkan rasa hormat;Seorang boss berkata, ‘Pergi!’;
Tetapi seorang pemimpin berkata, ‘Mari kita pergi!’Maka jadilah seorang pemimpin dan bukan seorang boss.
Oke, demikian insight hari ini.
-
Pada akhirnya, menjadi pemimpin adalah sebuah pilihan sikap, bukan sekadar status. Setiap orang—di organisasi, keluarga, maupun komunitas—punya kesempatan untuk memilih: ingin dikenang sebagai boss yang ditakuti, atau pemimpin yang dihormati dan menginspirasi.
-
Pertanyaan saya untuk Kak Lia, menurut Kakak tantangan terbesar apa yang biasanya membuat seseorang cenderung menjadi “boss yang ditakuti” dibandingkan pemimpin yang menginspirasi? Selain itu, langkah konkret apa yang bisa dilakukan oleh generasi muda agar sejak awal mampu membangun sikap kepemimpinan yang dihormati oleh lingkungannya?
-
Menurut saya, pernyataan Kak Lia sangat relevan dengan realita kepemimpinan saat ini. Kepemimpinan memang tidak hanya soal jabatan atau posisi, tetapi lebih pada sikap dan nilai yang ditunjukkan dalam tindakan sehari-hari. Seorang pemimpin yang dihormati biasanya mampu membangun kepercayaan, memberi contoh yang baik, dan mendengarkan orang-orang di sekitarnya, sehingga pengaruhnya terasa lebih positif dan berkelanjutan.
-
Saya juga setuju bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk menjadi pemimpin, bahkan tanpa status formal. Dalam lingkungan keluarga, organisasi, maupun komunitas kecil, sikap kepemimpinan bisa terlihat dari cara seseorang bertanggung jawab, mengambil keputusan, dan memperlakukan orang lain dengan empati. Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan adalah pilihan sadar yang terus dilatih, bukan sesuatu yang datang secara instan.
-
-
Rasa hormat tidak bisa dipaksa, tapi dibangun—lewat empati, konsistensi, dan keberanian mengambil tanggung jawab saat keadaan sulit.
-
Pertanyaan saya untuk Kak Lia, bagaimana cara melatih empati dan konsistensi tersebut dalam diri kita, khususnya bagi mahasiswa atau generasi muda yang masih dalam tahap belajar memimpin? Menurut Kakak, apakah pengalaman menghadapi kegagalan juga berperan penting dalam membentuk rasa tanggung jawab seorang pemimpin?
-
Selain empati, konsistensi dan keberanian mengambil tanggung jawab juga menurut saya merupakan kualitas yang sering diuji dalam situasi sulit. Pemimpin yang konsisten antara ucapan dan tindakan akan lebih mudah dihormati, terlebih ketika ia berani berdiri di depan saat terjadi masalah. Sikap ini menunjukkan integritas dan kesiapan untuk memikul konsekuensi, bukan justru menyalahkan orang lain.
-
Saya sangat setuju dengan pernyataan Kak Lia bahwa rasa hormat tidak bisa dipaksakan. Dalam kepemimpinan, empati menjadi fondasi penting karena melalui empati seorang pemimpin mampu memahami kebutuhan, perasaan, dan sudut pandang orang lain. Hal ini membuat hubungan yang terbangun terasa lebih manusiawi dan mendorong kepercayaan secara alami, bukan karena rasa takut.
-
-
Seorang boss fokus pada hasil jangka pendek, sementara pemimpin memikirkan pertumbuhan orang-orangnya. Karena hasil terbaik selalu lahir dari manusia yang berkembang.
-
Menurut saya, ketika seseorang diberi ruang untuk berkembang—baik melalui bimbingan, kepercayaan, maupun kesempatan belajar—maka hasil yang dihasilkan pun akan lebih optimal. Manusia yang merasa dihargai dan didukung cenderung memiliki motivasi yang lebih tinggi, loyalitas yang kuat, serta rasa tanggung jawab terhadap tujuan bersama. Inilah yang membuat kepemimpinan berbasis pengembangan manusia menjadi lebih berkelanjutan.
-
Pertanyaan saya untuk Kak Lia, bagaimana cara menyeimbangkan tuntutan hasil jangka pendek dengan proses pengembangan anggota tim yang membutuhkan waktu? Selain itu, langkah konkret apa yang bisa dilakukan seorang pemimpin agar tetap mendorong pertumbuhan individu tanpa mengorbankan target organisasi?
-
Saya sangat setuju dengan pandangan Kak Lia bahwa perbedaan utama antara boss dan pemimpin terletak pada fokusnya. Boss yang hanya mengejar hasil jangka pendek sering kali mengabaikan proses dan kesejahteraan orang-orang di dalam tim. Sebaliknya, pemimpin yang memikirkan pertumbuhan anggotanya justru sedang membangun fondasi yang lebih kuat untuk keberhasilan jangka panjang.
-
-
Kepemimpinan sejati terlihat bukan saat kita memberi perintah, tapi saat kita memberi contoh. Orang mungkin patuh karena jabatan, tapi mereka bergerak karena keteladanan.
-
Selain itu, menurut Ka Lia, apakah keteladanan saja sudah cukup dalam kepemimpinan, atau tetap perlu dikombinasikan dengan ketegasan dalam aturan dan pengambilan keputusan? Mohon sharing pandangan dan pengalamannya.
-
Pertanyaan saya untuk Ka Lia, bagaimana cara seorang pemimpin tetap konsisten memberi contoh yang baik ketika lingkungan atau tim yang dipimpin kurang mendukung atau bahkan bersikap negatif?
-
Namun, menurut saya tantangan terbesar dari kepemimpinan berbasis keteladanan adalah ketika pemimpin menghadapi anggota yang kurang peduli atau tidak mau berubah. Dalam kondisi seperti ini, keteladanan sering kali membutuhkan waktu lebih lama untuk memberikan dampak.
-
Saya juga melihat bahwa memberi contoh membutuhkan konsistensi dan integritas yang tinggi. Seorang pemimpin tidak bisa hanya berbicara tentang nilai-nilai positif, tetapi harus mampu menerapkannya, bahkan dalam situasi yang sulit.
-
Dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, organisasi, maupun lingkungan masyarakat, kita bisa melihat bahwa pemimpin yang mau turun langsung dan memberi contoh biasanya lebih mudah diikuti. Sikap ini juga menciptakan suasana kerja yang lebih nyaman dan saling mendukung.
-
Keteladanan membuat anggota merasa dihargai dan terinspirasi. Mereka bergerak bukan karena takut hukuman, tetapi karena percaya dan menghormati pemimpinnya. Hal ini menurut saya sangat penting dalam membangun tim yang solid dan berkelanjutan.
-
Saya setuju bahwa orang memang bisa patuh karena jabatan atau aturan, tetapi kepatuhan tersebut sering kali bersifat sementara. Ketika tidak ada pengawasan, perintah bisa saja diabaikan. Berbeda halnya jika pemimpin memberi keteladanan, karena itu mampu menumbuhkan kesadaran dari dalam diri anggota.
-
Menurut saya, pernyataan Ka Lia sangat menggambarkan esensi kepemimpinan yang sesungguhnya. Kepemimpinan tidak hanya soal memberi instruksi, tetapi bagaimana seorang pemimpin mampu menjadi contoh nyata dalam sikap dan tindakan sehari-hari.
-
-
- You must be logged in to reply to this topic.
Login terlebih dahulu , untuk memberikan komentar.
Peringkat Top Contributor
- #1
Joko SiyamtoPoints: 287 - #2
KASPAR PURBAPoints: 200 - #3 ENING AYU PRIHATININGSIHPoints: 107
- #4 Finance AyuPoints: 107
- #5
LiaPoints: 82
Artikel dengan topic tag terkait:
Tag : All
- Kuis Spesial Menyambut Tahun Baru 2025!11 December 2024 | General
- 7 Hari Perjalanan Kecil Menuju Versi Terbaikmu16 September 2025 | General
- Mekari Community Giveaway Tiket Mekari Conference 202423 July 2024 | General
- Suara Rakyat, Antara Harapan dan Tantangan4 September 2025 | General
- Karyawan Teng-Go Pulang Tepat Waktu8 July 2025 | General