- This topic has 8 replies, 2 voices, and was last updated 2 weeks, 5 days ago by
Finance.
Growth Mindset di Dunia Kerja: Kunci Bertahan di Era Perubahan
July 16, 2026 at 3:35 pm-
-
Up::0
Dunia kerja saat ini bergerak lebih cepat daripada sebelumnya. Perubahan teknologi, transformasi digital, kecerdasan buatan, otomatisasi, persaingan global, hingga perubahan perilaku konsumen membuat perusahaan harus terus beradaptasi agar tetap relevan. Di tengah perubahan yang begitu dinamis, satu hal menjadi semakin jelas: kemampuan teknis saja tidak lagi cukup untuk menjamin keberhasilan seseorang dalam kariernya. Gelar pendidikan, pengalaman kerja, bahkan prestasi di masa lalu tidak akan memiliki banyak arti apabila seseorang berhenti belajar dan enggan menyesuaikan diri dengan perubahan. Inilah alasan mengapa growth mindset menjadi salah satu kualitas yang paling dibutuhkan di dunia kerja modern. Growth mindset adalah pola pikir yang meyakini bahwa kemampuan, keterampilan, dan kecerdasan dapat terus berkembang melalui proses belajar, pengalaman, latihan, serta kemauan untuk memperbaiki diri. Sebaliknya, mereka yang memiliki fixed mindset cenderung percaya bahwa kemampuan adalah sesuatu yang tetap sehingga kegagalan sering dianggap sebagai bukti bahwa mereka tidak cukup berbakat. Perbedaan cara berpikir ini mungkin terlihat sederhana, tetapi dampaknya sangat besar terhadap bagaimana seseorang menghadapi tantangan, menerima kritik, mengambil peluang, dan membangun karier jangka panjang. Dalam lingkungan kerja yang penuh perubahan, growth mindset bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan menjadi salah satu kunci utama untuk bertahan sekaligus berkembang. Perubahan hampir selalu menghadirkan ketidaknyamanan. Ketika perusahaan mengadopsi sistem baru, banyak orang merasa khawatir tidak mampu menggunakannya. Saat teknologi berkembang, muncul kekhawatiran bahwa pekerjaan akan tergantikan. Ketika target meningkat, sebagian orang memilih bertahan dengan cara lama karena merasa lebih aman. Namun, mereka yang memiliki growth mindset memandang perubahan dari sudut yang berbeda. Mereka melihat perubahan sebagai kesempatan untuk belajar, meningkatkan kompetensi, dan memperluas peluang. Alih-alih berkata, “Saya tidak bisa,” mereka lebih memilih bertanya, “Bagaimana saya bisa mempelajarinya?” Pergeseran cara berpikir inilah yang membuat mereka lebih siap menghadapi dinamika dunia kerja. Mereka memahami bahwa ketidaknyamanan sering kali merupakan tanda bahwa mereka sedang bertumbuh. Salah satu ciri utama individu dengan growth mindset adalah tidak takut terhadap kegagalan. Dalam banyak organisasi, kegagalan sering dipandang sebagai sesuatu yang harus dihindari karena dianggap mencerminkan ketidakmampuan. Akibatnya, banyak orang enggan mencoba ide baru atau mengambil tanggung jawab yang lebih besar karena takut melakukan kesalahan. Padahal, inovasi hampir selalu lahir dari keberanian untuk mencoba. Orang-orang dengan growth mindset memahami bahwa kegagalan bukan akhir dari perjalanan, melainkan bagian dari proses belajar. Mereka mengevaluasi apa yang tidak berjalan dengan baik, mencari penyebabnya, lalu memperbaikinya pada kesempatan berikutnya. Dengan cara ini, setiap pengalaman menjadi investasi yang memperkuat kemampuan mereka di masa depan. Di dunia kerja modern, perusahaan lebih menghargai individu yang mampu belajar dari kesalahan daripada mereka yang tidak pernah mencoba hal baru karena takut gagal. Growth mindset juga tercermin dari cara seseorang menerima masukan. Kritik sering kali dianggap sebagai serangan terhadap kemampuan atau harga diri sehingga banyak orang memilih bersikap defensif. Sebaliknya, individu yang memiliki growth mindset melihat kritik sebagai sumber informasi yang berharga. Mereka tidak langsung merasa tersinggung, tetapi mencoba memahami apa yang dapat diperbaiki. Tentu tidak semua kritik benar, tetapi kemampuan memilah masukan yang konstruktif akan membantu seseorang berkembang lebih cepat. Dalam organisasi yang sehat, budaya saling memberikan umpan balik menjadi salah satu pendorong peningkatan kualitas kerja. Mereka yang terbuka terhadap pembelajaran akan lebih mudah meningkatkan kompetensi dibandingkan mereka yang selalu merasa sudah mengetahui segalanya. Selain kemampuan belajar, growth mindset juga mendorong seseorang untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Saat ini hampir setiap profesi mengalami perubahan akibat digitalisasi. Penggunaan aplikasi berbasis cloud, analisis data, kecerdasan buatan, hingga otomatisasi proses kerja telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari di banyak perusahaan. Orang yang memiliki growth mindset tidak melihat teknologi sebagai ancaman, melainkan sebagai alat yang dapat membantu meningkatkan produktivitas. Mereka bersedia mengikuti pelatihan, mempelajari perangkat baru, dan terus memperbarui keterampilan agar tetap relevan dengan kebutuhan industri. Sikap inilah yang membuat mereka memiliki daya saing yang lebih tinggi. Dunia kerja masa kini tidak lagi hanya mencari orang yang mampu bekerja keras, tetapi juga mereka yang mampu belajar lebih cepat daripada perubahan itu sendiri. Growth mindset juga memiliki hubungan erat dengan kolaborasi. Orang yang percaya bahwa dirinya masih dapat berkembang cenderung lebih terbuka terhadap ide orang lain. Mereka tidak merasa harus selalu menjadi yang paling benar atau paling pintar. Sebaliknya, mereka melihat setiap rekan kerja sebagai sumber pembelajaran. Diskusi menjadi kesempatan untuk memperkaya perspektif, bukan arena untuk memenangkan perdebatan. Sikap seperti ini menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat, penuh inovasi, dan mendorong kerja sama lintas fungsi. Dalam dunia bisnis yang semakin kompleks, keberhasilan organisasi sangat bergantung pada kemampuan individu untuk bekerja bersama, berbagi pengetahuan, dan saling mendukung mencapai tujuan yang sama. Di sisi lain, growth mindset juga membantu seseorang menghadapi tekanan kerja dengan lebih baik. Ketika target meningkat atau kondisi bisnis berubah, mereka tidak mudah menyerah. Mereka mencari alternatif solusi, memperbaiki strategi, dan tetap fokus pada hal-hal yang dapat dikendalikan. Mereka memahami bahwa setiap tantangan membawa peluang untuk menjadi lebih baik. Ketahanan mental seperti inilah yang semakin dibutuhkan di era penuh ketidakpastian. Bukan berarti mereka tidak pernah merasa lelah atau kecewa, tetapi mereka mampu bangkit lebih cepat karena percaya bahwa setiap kesulitan dapat menjadi proses pembelajaran. Bagi perusahaan, membangun budaya growth mindset memiliki manfaat yang sangat besar. Organisasi yang mendorong pembelajaran berkelanjutan akan lebih siap menghadapi perubahan pasar, lebih inovatif dalam menciptakan solusi, serta lebih mampu mempertahankan talenta terbaik. Budaya ini dapat dibangun melalui pelatihan, coaching, mentoring, pemberian kesempatan untuk mencoba hal baru, serta apresiasi terhadap proses belajar, bukan hanya hasil akhir. Ketika karyawan merasa bahwa perusahaan mendukung perkembangan mereka, tingkat keterlibatan, loyalitas, dan produktivitas pun akan meningkat. Pada akhirnya, growth mindset bukan sekadar cara berpikir, melainkan cara menjalani karier. Ia mengajarkan bahwa setiap kemampuan dapat ditingkatkan, setiap tantangan dapat dipelajari, dan setiap kegagalan dapat menjadi batu loncatan menuju keberhasilan yang lebih besar. Dunia kerja akan terus berubah. Teknologi akan semakin maju, persaingan akan semakin ketat, dan tuntutan kompetensi akan terus berkembang. Namun, mereka yang memiliki kemauan untuk belajar, keberanian untuk mencoba, kerendahan hati untuk menerima masukan, serta semangat untuk terus berkembang akan selalu memiliki tempat di tengah perubahan tersebut. Karena sesungguhnya, di era yang bergerak begitu cepat, bukan orang yang paling kuat atau paling pintar yang akan bertahan, melainkan mereka yang paling siap untuk terus belajar dan beradaptasi. Itulah makna sebenarnya dari growth mindset—sebuah pola pikir yang tidak hanya membantu seseorang bertahan menghadapi perubahan, tetapi juga membuka jalan menuju peluang, inovasi, dan kesuksesan yang berkelanjutan.
-
Bagi tingkat manajemen puncak di departemen keuangan, membangun budaya pembelajar di dalam tim adalah bentuk investasi aset tidak berwujud yang bernilai tinggi. Tantangan akuntansi dan perpajakan di masa depan akan semakin kompleks, sehingga perusahaan tidak bisa lagi hanya mengandalkan instruksi kerja yang monoton. Menyediakan ruang bagi staf FAT untuk mengikuti sertifikasi profesi, pelatihan peraturan pajak terbaru, serta coaching analisis laporan keuangan adalah langkah strategis. Ketika tim merasa kapasitas kognitif mereka difasilitasi untuk bertumbuh, tingkat akurasi kerja dan loyalitas mereka terhadap perusahaan secara otomatis akan meningkat.
-
Ketahanan mental dalam menghadapi tekanan target bisnis adalah modal utama bagi seorang pemimpin keuangan. Ketika kondisi ekonomi makro bergejolak, inflasi meningkat, atau perusahaan mengalami tekanan likuiditas, tim FAT dituntut untuk tetap tenang dan berpikir jernih. Pola pikir bertumbuh membantu kita untuk melihat krisis likuiditas bukan sebagai jalan buntu, melainkan sebagai tantangan untuk merestrukturisasi utang, menegosiasikan ulang term pembayaran dengan vendor, serta menata ulang prioritas belanja modal (capital expenditure). Ketangkasan ini menjadi pembeda antara divisi keuangan yang pasif dengan yang proaktif menjadi penyelamat stabilitas bisnis.
-
Disrupsi teknologi berupa otomatisasi proses akuntansi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan penggunaan perangkat lunak ERP modern kerap kali memicu kekhawatiran akan hilangnya relevansi peran manusia. Praktisi keuangan yang memiliki growth mindset tidak akan memandang otomatisasi ini sebagai ancaman eliminasi karier, melainkan sebagai alat pembebasan dari tugas-tugas klerikal yang repetitif. Dengan menyerahkan proses input jurnal rutin kepada sistem digital, tim FAT dapat mengalihkan fokus energinya untuk mempelajari keahlian baru yang lebih bernilai tinggi, seperti analisis varians anggaran (budgetary variance analysis), proyeksi cash flow strategis, serta perencanaan pajak (tax planning) yang legal.
-
Mbak Amilia juga menekankan pentingnya kolaborasi dan kerendahan hati untuk belajar dari orang lain, sebuah aspek yang sangat penting untuk memecah ego sektoral departemen keuangan. FAT tidak boleh beroperasi seperti menara gading yang hanya tahu menolak pengajuan dana tanpa memahami realitas operasional di lapangan. Melalui growth mindset, praktisi FAT didorong untuk turun ke unit bisnis lain—seperti divisi operasional, pemasaran, hingga logistik—untuk memahami model bisnis mereka secara utuh. Pemahaman lintas fungsi ini membuat tim keuangan mampu menyusun kebijakan budgeting yang realistis dan solutif, bukan sekadar membatasi pengeluaran secara kaku.
-
Poin mengenai kemampuan menerima kritik dan masukan secara konstruktif merupakan pilar penting dalam menjaga independensi profesional (professional skepticism) tim FAT. Saat auditor eksternal melakukan review atas laporan keuangan atau ketika manajemen puncak mempertanyakan efisiensi alokasi anggaran, seorang praktisi FAT tidak boleh merasa harga dirinya diserang. Menanggapi umpan balik tersebut dengan kepala dingin dan menjadikannya dasar untuk menyempurnakan kualitas kertas kerja (working paper) adalah cerminan kematangan profesional. Keterbukaan ini memastikan setiap keputusan fiskal yang diambil perusahaan didasarkan pada analisis yang objektif dan teruji secara berlapis.
-
Penulis menyoroti bahwa individu dengan growth mindset tidak takut terhadap kegagalan, sebuah konsep yang sekilas terdengar tabu di dunia akuntansi di mana kesalahan satu rupiah pun harus dihindari. Namun jika dibedah lebih dalam, kegagalan dalam konteks FAT bukanlah toleransi terhadap kecerobohan, melainkan bagaimana kita menyikapi penemuan selisih, salah saji jurnal, atau audit finding saat proses pemeriksaan. Alih-alih bersikap defensif atau menyembunyikan kesalahan administrasi tersebut, pola pikir bertumbuh mendorong tim keuangan untuk mengevaluasi akar masalahnya (root cause analysis), memperbaiki kelemahan internal control, dan memastikan kesalahan sistemis tersebut tidak berulang di masa depan.
-
Artikel yang ditulis oleh Mbak Amilia mengenai pentingnya growth mindset di era perubahan kerja sangat relevan dengan realitas yang dihadapi oleh divisi Finance, Accounting, and Tax (FAT). Secara tradisional, profesi FAT sering kali diidentikkan dengan pola pikir yang kaku (fixed), terikat pada aturan yang hitam-putih, serta resisten terhadap perubahan demi menjaga stabilitas angka. Namun, dinamika bisnis modern menuntut kita untuk melakukan rekalibrasi paradigma. Mengadopsi growth mindset bukan berarti melonggarkan kepatuhan standar akuntansi, melainkan kemampuan tim keuangan untuk terus belajar dan beradaptasi di tengah badai transformasi regulasi dan ekonomi global agar fungsi FAT tetap menjadi mitra strategis perusahaan.
-
Sebagai contoh nyata di bidang perpajakan, implementasi sistem administrasi perpajakan baru seperti Coretax System di Indonesia menjadi batu ujian terbesar bagi kapasitas adaptasi praktisi FAT. Mereka yang terjebak dalam fixed mindset akan memandang migrasi platform ini sebagai beban administratif yang merepotkan dan mengancam kenyamanan kerja. Sebaliknya, profesional FAT dengan growth mindset melihat digitalisasi dari otoritas fiskal ini sebagai peluang emas untuk meningkatkan kompetensi, merampingkan proses rekonsiliasi data, serta membangun arsitektur Tax Control Framework (TCF) internal perusahaan yang jauh lebih andal dan transparan.
-
- You must be logged in to reply to this topic.
Login terlebih dahulu , untuk memberikan komentar.
Thread terkait
-
3 Pelajaran Bisnis yang Epik dari Ranking 15 Brand Paling Mahal di DuniaBrand yang legendaris tak pelak merupakan salah satu driver utama sebuah kinerja bisnis yang gemilang. Branding Management dengan demikian merupakan sebuah ikhtiar…30 Jul 2026 • Generalbisniss suksesTerkait:dunia kerja kunci bertahan era perubahan
-
21 Kesalahan Karier yang Sering TerjadiDalam dunia kerja, banyak hal yang kelihatannya “baik-baik saja”, tapi ternyata justru jadi penghambat karier. Berikut ini 21 kesalahan yang sering…13 May 2026 • Generalkarier-duniakerja-pengembangandiri-upgradeskill-kerjacerdas-produktivitasTerkait:dunia kerja bertahan era
-
5 Alasan Kunci Kenapa 1 Juta Lulusan Sarjana Jadi Pengangguran dan SolusinyaSetiap tahun, Indonesia meluluskan lebih dari satu juta sarjana dari berbagai perguruan tinggi. Namun, kenyataannya sebagian besar dari mereka tidak langsung memperoleh…3 May 2026 • GeneralAllTerkait:dunia kerja kunci era perubahan
-
13 Cara untuk Menjadi Konsultan Manajemen yang SuksesJika kamu ingin menjadi seorang konsultan manajemen yang sukses, ada beberapa langkah penting yang perlu kamu ambil. Di bawah ini, kamu akan…8 Jun 2026 • GeneralAllTerkait:dunia kerja kunci era
-
13 Fondasi Finansial ModernMenghasilkan uang itu relatif mudah. Mempertahankannya? Justru itu bagian tersulit. Kamu bisa: Dapat kenaikan gaji Menambah klien baru Meningkatkan penghasilan Membangun side…13 May 2026 • GeneralAllTerkait:mindset kerja kunci era
-
10 PENYAKIT MENTAL MANUSIASiapa kah yang punya salah satu penyakit mental ini, hayoo ngakuu.. berikut ini penjelasannya, check it out.. 1. MENYALAHKAN ORANG LAIN Itu…4 Jun 2026 • GeneralAllTerkait:kerja era
-
Refleksi 12 Bulan: Apa Saja yang Ternyata Sudah Kita Lewati Tanpa Kita Sadari?Kadang yang paling menenangkan dari akhir tahun bukanlah pesta, bukan pula resolusi baru. Tapi momen ketika kita berhenti sejenak, menoleh ke belakang,…4 Jun 2026 • GeneralAllTerkait:kerja bertahan era perubahan
-
10 Kebohongan yg Sering Kita Percaya dan Fakta yg Bisa Bikin Hidupmu Lebih BaikKita sering dengar banyak omongan yang kedengarannya benar, tapi diam-diam omongan itu malah bikin kita stuck dan nggak maju-maju. Padahal, masalahnya bukan…4 Jun 2026 • GeneralAllTerkait:dunia kerja era
-
10 Cara Praktis Menghentikan Overthinking Sebelum Bikin Capek MentalLelah mental itu bukan karena kerja terlalu keras. Tapi karena terlalu banyak mikir. Pikiran kita terus jalan 24 jam sehari: Takut gagal,…4 Jun 2026 • GeneralAllTerkait:kerja era
-
Sukses Tanpa Stres: 12 Cara Merawat Diri Tanpa Mengorbankan KarierBanyak orang berpikir bahwa untuk meraih kesuksesan, kita harus mengorbankan waktu istirahat, keluarga, dan bahkan kesehatan. Tapi sebenarnya, kesejahteraan dan kesuksesan bisa…4 Jun 2026 • GeneralAllTerkait:kerja kunci era
-
12 Kebiasaan Kecil yang Bisa Mengubah HidupmuSukses datang dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten. Motivasi itu naik-turun, tapi kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari bisa membawa perubahan…4 Jun 2026 • GeneralAllTerkait:kerja era perubahan
-
“Gak Semua Bos Itu Leader! Ini 1 Sifat yang Bikin Kamu Layak Jadi Panutan”Dalam dunia bisnis yang terus berubah cepat, satu hal tetap konstan: manusia hanya akan bergerak sepenuh hati jika mereka merasa dipimpin, bukan…4 Jun 2026 • GeneralAllTerkait:dunia kerja era