- This topic has 1 reply, 2 voices, and was last updated 9 months, 1 week ago by
Albert Yosua Matatula.
Hari Kartini : Mengenal Marcella Santoso, Pengacara Penyuap Hakim 60M
April 25, 2025 at 10:35 am-
-
Up::0
Banyak sudah ditampillan Kartini modern yang menginspirasi. Kali ini saya coba tampilkan seorang Kartini lagi, entah menginspirasi atau tidak, silahkan dinilai, Yak.
Sambil menikmati nasi uduk di Kantor – Jakarta, yok kita dalami palung riwayatnya.Dalam semesta prestasi dan cahaya intelektual, satu nama bersinar terang benderang bak meteor jatuh dari langit, Marcella Santoso. Seorang perempuan berdarah baja, berotak berlian, dan bertabur gelar akademik seperti taburan keju di pizza premium. Ia bukan sekedar perempuan berpendidikan, ia adalah institusi berjalan.
Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia, tahun 2006. Tak berhenti di situ, ia lanjutkan dengan Magister Kenotariatan, lalu doktor hukum dari universitas yang sama pada 2022.
Ya, 2022, tahun saat banyak orang masih struggling bayar cicilan, dia malah menulis disertasi sambil ganti shade lipstik. Kalau ada olimpiade akademik, dia udah bawa pulang medali, piala, bahkan wasitnya sekalian.Sebagai pengacara, ia adalah primadona ruang sidang. Menangani kasus² kakap, dari korupsi ekspor CPO (Crude Palm Oil) hingga perkara superstar mafia hukum seperti Harvey Moeis dan Ferdy Sambo. Ia bukan hanya jadi pengacara, tapi jadi legenda. Di balik toga hitamnya, tersembunyi strategi setajam obsidian, dengan aura yang bisa bikin jaksa mendadak amnesia dan hakim kehilangan arah moral.
Ia adalah partner utama di firma hukum AALF Legal & Tax Consultant. Sebuah posisi yang –bagi sebagian orang, hanya bisa dicapai setelah 7 reinkarnasi dan 40 tahun jadi budak korporat.
Tapi bagi Marcella? Cuma tinggal rapihin blazer dan senyum tiga jari.Namun, di balik kemilaunya terselip cerita busuk yang bikin tenggorokan rakyat tercekat dan lambung demokrasi mual tujuh hari tujuh malam.
Rp 60 Miliar, itulah angka yang menjadi pembuka babak kehancuran. Uang yang tidak bisa dibakar lilin ulang tahun, tidak bisa dijadikan sayembara desa, tapi bisa, dan diduga sudah dipakai menyuap para hakim dalam perkara ekspor CPO.
Enam puluh miliar, WOY!
Itu bukan nominal yang bisa ditemukan dalam dompet paman kalian yang kerja di koperasi. Itu angka yang bisa membangun puskesmas, mendirikan sekolah, atau membiayai kuliah ribuan anak bangsa. Tapi sayangnya, angka itu justru digunakan untuk membungkam suara keadilan, disamarkan lewat transaksi bisnis yang rumit bak konspirasi film Jason Bourne.Bukan cuma uang. Marcella juga diduga memanfaatkan rekaman pembicaraan, pengakuan pihak² terkait, dan jaringan dalam lingkaran pengusaha dan pejabat. Pendek kata, ia bukan sekadar pelaku, ia adalah arsitek dari panggung kejahatan kerah putih. Ia tidak masuk ke sistem untuk memperbaikinya, ia merombak sistem agar tunduk di bawah sepatu hak tinggi miliknya.
Lalu gaya hidupnya? Oh, jangan ditanya. Ia dan rekannya, Ariyanto Bakri, adalah influencer level langit ke tujuh. Mereka tampil di media sosial dengan gaya hidup mewah bak Sultan Brunei sedang liburan di Eropa. Mobil sport, jam tangan berkilau, jet pribadi. Mereka tidak berjalan, mereka melayang di atas kepedihan rakyat yang antre minyak goreng subsidi.
Kalau rakyat bilang, “Kami butuh keadilan”, mereka jawab, “Nanti dulu, kami sedang brunch di rooftop Singapura”.
Di sinilah kita berdiri hari ini, menyaksikan seorang Kartini modern, dengan segala potensi dan kecerdasannya, berubah menjadi simbol kerusakan. Marcella Santoso bukan hanya me-nyia²kan ilmunya, tapi juga meruntuhkan marwah profesi hukum di hadapan publik. Ia bukan memperjuangkan emansipasi, ia menjualnya kepada penawar tertinggi.
Dari perempuan yang bisa jadi contoh, ia menjelma jadi peringatan keras. Dari puncak gelar doktoral, ia meluncur bebas ke jurang kehinaan moral. Dari sosok inspiratif, ia kini jadi alasan kenapa rakyat sulit percaya pada hukum.
Marcella Santoso adalah potret terang-benderang dari sistem yang gelap-gulita. Ia bukan orang jahat biasa, ia terlalu cerdas untuk jadi biasa² saja.
Itulah bahayanya…Sebab kejahatan paling merusak bukan datang dari orang bodoh, tapi dari orang pintar yang tahu cara melumpuhkan sistem demi keuntungan pribadi.
Maka, di tengah peringatan Hari Kartini, izinkan kami menyebut namanya. Bukan untuk dihormati. Tapi agar generasi muda tahu, beginilah jadinya bila kecerdasan tak punya nurani.
Selamat Hari Kartini. Selamat datang di babak baru, Kartini yang tak layak dicontoh!
-
Terima kasih Widdy atas tulisannya yang tajam dan bernas.
Membaca kisah Marcella Santoso memang seperti menonton tragedi modern—tentang bagaimana kecerdasan, prestasi, dan posisi bisa berubah arah ketika tidak dibarengi integritas. Ini bukan hanya soal individu, tapi juga cermin dari rapuhnya sistem yang memberi ruang bagi orang-orang pintar untuk menyalahgunakannya.
Ironisnya, justru karena ia punya semua modal untuk jadi agen perubahan, dampak dari pengkhianatannya terhadap nilai-nilai hukum dan keadilan terasa jauh lebih dalam. Bukan cuma merusak kepercayaan publik, tapi juga membuat banyak orang muda yang idealis mempertanyakan: apa gunanya jadi baik di sistem yang korup?
Dan di sinilah kita perlu berdiri tegak — bukan untuk menghujat, tapi untuk belajar. Bahwa pendidikan tinggi dan pencapaian akademik tidak otomatis menjamin moralitas. Dan bahwa memperingati Kartini bukan cuma soal merayakan perempuan hebat, tapi juga merenungkan tanggung jawab besar di balik kekuatan, apalagi ketika kekuatan itu berasal dari ilmu dan posisi strategis.
Semoga kisah ini jadi pengingat, bahwa kepintaran tanpa nurani adalah racun. Dan kita, sebagai generasi yang sedang atau akan memegang tongkat estafet, punya pilihan: apakah mau jadi bagian dari sistem yang terus diperbaiki, atau jadi arsitek kehancurannya.
Selamat Hari Kartini — semoga semangatnya tetap hidup, bukan hanya dalam seremoni, tapi dalam keberanian menjaga nilai di tengah godaan kekuasaan.
-
- You must be logged in to reply to this topic.
Login terlebih dahulu , untuk memberikan komentar.
Thread terkait
-
13 Cara untuk Menjadi Konsultan Manajemen yang SuksesJika kamu ingin menjadi seorang konsultan manajemen yang sukses, ada beberapa langkah penting yang perlu kamu ambil. Di bawah ini, kamu akan…24 Jan 2026 • GeneralAllTerkait:mengenal
-
10 PENYAKIT MENTAL MANUSIASiapa kah yang punya salah satu penyakit mental ini, hayoo ngakuu.. berikut ini penjelasannya, check it out.. 1. MENYALAHKAN ORANG LAIN Itu…22 Dec 2025 • GeneralAllTerkait:hari
-
Refleksi 12 Bulan: Apa Saja yang Ternyata Sudah Kita Lewati Tanpa Kita Sadari?Kadang yang paling menenangkan dari akhir tahun bukanlah pesta, bukan pula resolusi baru. Tapi momen ketika kita berhenti sejenak, menoleh ke belakang,…4 Dec 2025 • GeneralAllTerkait:hari
-
10 Cara Praktis Menghentikan Overthinking Sebelum Bikin Capek MentalLelah mental itu bukan karena kerja terlalu keras. Tapi karena terlalu banyak mikir. Pikiran kita terus jalan 24 jam sehari: Takut gagal,…27 Aug 2025 • GeneralAllTerkait:hari
-
Sukses Tanpa Stres: 12 Cara Merawat Diri Tanpa Mengorbankan KarierBanyak orang berpikir bahwa untuk meraih kesuksesan, kita harus mengorbankan waktu istirahat, keluarga, dan bahkan kesehatan. Tapi sebenarnya, kesejahteraan dan kesuksesan bisa…12 Aug 2025 • GeneralAllTerkait:hari
-
12 Kebiasaan Kecil yang Bisa Mengubah HidupmuSukses datang dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten. Motivasi itu naik-turun, tapi kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari bisa membawa perubahan…3 Aug 2025 • GeneralAllTerkait:hari
-
“Gak Semua Bos Itu Leader! Ini 1 Sifat yang Bikin Kamu Layak Jadi Panutan”Dalam dunia bisnis yang terus berubah cepat, satu hal tetap konstan: manusia hanya akan bergerak sepenuh hati jika mereka merasa dipimpin, bukan…14 Jul 2025 • GeneralAllTerkait:hari
-
10 Tanda Kamu Memimpin dengan EmpatiTimmu tidak akan bersuara jika mereka tidak merasa aman. Empati adalah titik awal dari kepercayaan. Dan ini tanda-tanda bahwa kamu memimpin dengan…14 Jul 2025 • GeneralAllTerkait:hari hakim
-
12 Kebiasaan Lama yang Perlu Kamu Tinggalkan di Era SekarangBanyak dari kita masih menjalankan kebiasaan-kebiasaan yang dulu dianggap efektif, tapi kini justru bisa menghambat kemajuan, kesehatan mental, dan produktivitas. Berikut adalah…18 Jun 2025 • GeneralAllTerkait:hari
-
16 Kalimat yang Harus Dimiliki Setiap PemimpinKalau saja 16 tahun lalu aku sudah tahu kalimat-kalimat ini, mungkin aku bisa menghindari banyak hal: ➟ Jembatan hubungan yang terputus ➟…19 May 2025 • GeneralAllTerkait:hakim
-
SELF LOVE ATAU SELFISH?Ketika Mencintai Diri Sendiri Disalahpahami Sebagai KeegoisanKita hidup di zaman yang sering meneriakkan satu kalimat populer: “Love yourself!” Di media sosial, seminar…20 Feb 2026 • GeneralAllTerkait:hari
-
RAMADHAN: Bulan yang Mengubah Biasa Menjadi Luar BiasaRamadhan bukan sekadar bulan dalam kalender Hijriyah. Ia adalah momen yang selalu dinanti, dirindukan, bahkan ditangisi ketika pergi. Ada sesuatu yang berbeda.…19 Feb 2026 • GeneralAllTerkait:hari