- This topic has 9 replies, 2 voices, and was last updated 3 months, 1 week ago by
Albert Yosua Matatula.
Hikayat keluarga dalam memilih 3
December 23, 2025 at 3:39 pm-
-
Up::0
Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah, dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua. Wanita itu berkata: “Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar.
Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk menganjal perut.” Pria berjenggot itu lalu balik bertanya, “Apakah suamimu sudah pulang?” Wanita itu menjawab, “Belum, dia sedang keluar.” “Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suami mu kembali,” kata pria itu.
Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, “Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini.”
Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam. “Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama, ” kata pria itu hampir bersamaan.
“Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran. Salah seorang pria itu berkata, “Nama dia Kekayaan,” katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, dan “sedangkan yang ini bernama Kesuksesan”, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya. “Sedangkan aku sendiri bernama Cinta. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa di antara kami yang boleh masuk ke rumahmu.”
Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar. Suaminya pun merasa heran. “Ho ho… menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan.”
Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, “Sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen gandum kita.”
Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. “Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Cinta yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Cinta.”
Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. “Baiklah, ajak masuk si Cinta ini ke dalam. Dan malam ini, Si Cinta menjadi teman santap malam kita.”
Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. “Siapa di antara Anda yang bernama Cinta? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini.”
Si Cinta bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho.. ternyata, kedua pria berjenggot lainnya pun ikut serta. Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan. “Aku hanya mengundang si Cinta yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga?”
Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. “Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Cinta, maka, kemanapun Cinta pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Di sana ada Cinta, maka Kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami buta. Dan hanya si Cinta yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan saat kami menjalani hidup ini.
-Love-
-
Terima kasih Kak Kaspar, semoga diskusi ini bisa membuka wawasan dan refleksi bersama bagi kita semua.
-
Selain itu, menurut Kak Kaspar, bagaimana penerapan pesan hikayat ini dalam kehidupan generasi muda saat ini yang hidup di tengah persaingan akademik, karier, dan tekanan sosial? Apakah masih memungkinkan menjadikan cinta sebagai landasan utama tanpa tertinggal dalam hal prestasi?
-
Saya juga melihat hikayat ini relevan dengan nilai keagamaan dan sosial, bahwa cinta menjadi dasar dari kebaikan, empati, dan keadilan. Tanpa cinta, hubungan antar manusia menjadi kering dan transaksional. Dengan cinta, segala pencapaian justru menjadi lebih bermakna dan bermanfaat bagi sesama.
-
Pertanyaan saya untuk Kak Kaspar, apakah hikayat ini ingin menegaskan bahwa cinta harus selalu menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan hidup, bahkan ketika kondisi ekonomi atau tuntutan kesuksesan terasa mendesak? Bagaimana cara menyeimbangkan cinta dengan kebutuhan realistis dalam kehidupan modern?
-
Dalam konteks kehidupan sehari-hari, hikayat ini seakan mengajak kita untuk bertanya pada diri sendiri: apakah keputusan yang kita ambil selama ini sudah dilandasi oleh cinta, atau hanya oleh keinginan untuk diakui dan memiliki lebih banyak? Pertanyaan ini terasa penting, terutama dalam membangun keluarga, persahabatan, dan lingkungan sosial.
-
Bagian yang paling menarik bagi saya adalah ketika keputusan keluarga justru dipengaruhi oleh suara anak. Ini menunjukkan bahwa kebijaksanaan tidak selalu datang dari usia atau pengalaman, melainkan dari ketulusan hati dan sudut pandang yang murni. Menurut saya, ini juga menjadi kritik halus bahwa orang dewasa sering kali terlalu rasional dan lupa mendengarkan suara nurani.
-
Makna bahwa Kekayaan dan Kesuksesan bersifat “buta” juga sangat simbolis. Saya menafsirkan bahwa tanpa cinta, manusia bisa kehilangan arah dan tujuan hidup. Cinta berperan sebagai kompas moral yang membimbing seseorang agar tidak salah langkah dalam menggunakan kekayaan dan kesuksesan yang dimilikinya.
-
Saya menangkap pesan utama bahwa Cinta bukan hanya sebuah perasaan, tetapi juga fondasi yang mampu mengarahkan Kekayaan dan Kesuksesan ke jalan yang benar. Tanpa cinta, kekayaan bisa menjadi keserakahan, dan kesuksesan bisa berubah menjadi ambisi yang kosong. Hal ini terasa sangat relevan dengan kehidupan saat ini, di mana banyak orang mengejar materi dan pencapaian, tetapi melupakan nilai kemanusiaan.
-
Terima kasih Kak Kaspar atas hikayat yang dibagikan. Kisah ini sederhana, namun memiliki makna yang sangat dalam tentang prioritas hidup dan nilai yang sering kali terlupakan. Melalui simbol Kekayaan, Kesuksesan, dan Cinta, pembaca diajak merenungkan apa yang sebenarnya paling penting dalam kehidupan keluarga maupun pribadi.
-
- You must be logged in to reply to this topic.
Login terlebih dahulu , untuk memberikan komentar.
Thread terkait
-
5 Alasan Kunci Kenapa 1 Juta Lulusan Sarjana Jadi Pengangguran dan SolusinyaSetiap tahun, Indonesia meluluskan lebih dari satu juta sarjana dari berbagai perguruan tinggi. Namun, kenyataannya sebagian besar dari mereka tidak langsung memperoleh…6 Apr 2026 • GeneralAllTerkait:memilih ada
-
13 Cara untuk Menjadi Konsultan Manajemen yang SuksesJika kamu ingin menjadi seorang konsultan manajemen yang sukses, ada beberapa langkah penting yang perlu kamu ambil. Di bawah ini, kamu akan…24 Jan 2026 • GeneralAllTerkait:keluarga ketika ada seorang
-
13 Fondasi Finansial ModernMenghasilkan uang itu relatif mudah. Mempertahankannya? Justru itu bagian tersulit. Kamu bisa: Dapat kenaikan gaji Menambah klien baru Meningkatkan penghasilan Membangun side…8 Jan 2026 • GeneralAllTerkait:ada
-
10 PENYAKIT MENTAL MANUSIASiapa kah yang punya salah satu penyakit mental ini, hayoo ngakuu.. berikut ini penjelasannya, check it out.. 1. MENYALAHKAN ORANG LAIN Itu…22 Dec 2025 • GeneralAllTerkait:suatu ada kembali
-
Refleksi 12 Bulan: Apa Saja yang Ternyata Sudah Kita Lewati Tanpa Kita Sadari?Kadang yang paling menenangkan dari akhir tahun bukanlah pesta, bukan pula resolusi baru. Tapi momen ketika kita berhenti sejenak, menoleh ke belakang,…4 Dec 2025 • GeneralAllTerkait:memilih ketika ada seorang kembali rumah
-
10 Kebohongan yg Sering Kita Percaya dan Fakta yg Bisa Bikin Hidupmu Lebih BaikKita sering dengar banyak omongan yang kedengarannya benar, tapi diam-diam omongan itu malah bikin kita stuck dan nggak maju-maju. Padahal, masalahnya bukan…29 Sep 2025 • GeneralAllTerkait:suatu ketika ada melihat
-
10 Cara Praktis Menghentikan Overthinking Sebelum Bikin Capek MentalLelah mental itu bukan karena kerja terlalu keras. Tapi karena terlalu banyak mikir. Pikiran kita terus jalan 24 jam sehari: Takut gagal,…27 Aug 2025 • GeneralAllTerkait:ada
-
Sukses Tanpa Stres: 12 Cara Merawat Diri Tanpa Mengorbankan KarierBanyak orang berpikir bahwa untuk meraih kesuksesan, kita harus mengorbankan waktu istirahat, keluarga, dan bahkan kesehatan. Tapi sebenarnya, kesejahteraan dan kesuksesan bisa…12 Aug 2025 • GeneralAllTerkait:keluarga ketika ada rumah
-
12 Kebiasaan Kecil yang Bisa Mengubah HidupmuSukses datang dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten. Motivasi itu naik-turun, tapi kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari bisa membawa perubahan…3 Aug 2025 • GeneralAllTerkait:keluarga ada rumah
-
“Gak Semua Bos Itu Leader! Ini 1 Sifat yang Bikin Kamu Layak Jadi Panutan”Dalam dunia bisnis yang terus berubah cepat, satu hal tetap konstan: manusia hanya akan bergerak sepenuh hati jika mereka merasa dipimpin, bukan…14 Jul 2025 • GeneralAllTerkait:ketika ada seorang melihat
-
10 Tanda Kamu Memimpin dengan EmpatiTimmu tidak akan bersuara jika mereka tidak merasa aman. Empati adalah titik awal dari kepercayaan. Dan ini tanda-tanda bahwa kamu memimpin dengan…14 Jul 2025 • GeneralAllTerkait:keluarga ada seorang melihat
-
12 Kebiasaan Lama yang Perlu Kamu Tinggalkan di Era SekarangBanyak dari kita masih menjalankan kebiasaan-kebiasaan yang dulu dianggap efektif, tapi kini justru bisa menghambat kemajuan, kesehatan mental, dan produktivitas. Berikut adalah…18 Jun 2025 • GeneralAllTerkait:suatu ada
