Home / Topics / Human Resource / Kesenjangan di Lingkungan Perusahaan
- This topic has 3 replies, 3 voices, and was last updated 3 days, 6 hours ago by
Amilia Desi Marthasari.
Kesenjangan di Lingkungan Perusahaan
August 25, 2025 at 7:29 am-
-
Up::0
Saya ingin mengajak kita semua untuk membahas topik yang seringkali tidak terlihat jelas, tapi dampaknya terasa besar: kesenjangan antar karyawan di perusahaan.
Kesenjangan ini bisa muncul dalam berbagai bentuk—baik dari sisi komunikasi, kesempatan karier, hingga perbedaan generasi. Mari kita bahas bersama-sama.
1. Apa itu kesenjangan di tempat kerja?
Kesenjangan bisa diartikan sebagai jarak atau perbedaan kondisi antara satu kelompok karyawan dengan kelompok lainnya yang menimbulkan rasa tidak seimbang, tidak adil, atau bahkan diskriminatif.Contoh sederhananya:
Karyawan di satu divisi mendapat akses pelatihan yang lengkap, sementara divisi lain tidak.
Ada yang merasa kerja kerasnya tidak diakui karena sistem penghargaan yang tidak merata.
Senior merasa generasi baru terlalu “santai”, sementara junior merasa senior terlalu “kaku”.
Di permukaan, ini tampak sepele. Tapi dalam jangka panjang, kesenjangan bisa menggerus semangat kerja, memicu konflik, bahkan menurunkan produktivitas perusahaan.2. Bentuk-bentuk kesenjangan yang sering terjadi
Mari kita lihat beberapa jenis kesenjangan yang umum ditemui di banyak perusahaan:
a. Kesenjangan Komunikasi
Atasan sering kali memiliki informasi strategis, tapi tidak semua bawahan mendapatkannya secara utuh. Akibatnya, ada “lingkaran dalam” yang tahu arah perusahaan lebih dulu, sementara yang lain hanya mengikuti tanpa benar-benar paham konteks.
Dampaknya?
Karyawan merasa “tidak dianggap penting”.
Kesalahpahaman antar tim meningkat.
Inovasi terhambat karena tidak semua orang punya data yang sama.
b. Kesenjangan Antar Departemen
Pernah merasa divisi lain lebih diistimewakan? Misalnya, tim sales dapat insentif besar, tapi tim support yang menjaga layanan tidak mendapat penghargaan setara.
Kesenjangan antar departemen biasanya dipicu oleh:
Fokus KPI yang berbeda.
Persepsi bahwa kontribusi satu divisi lebih “terlihat” daripada divisi lainnya.
Kurangnya kolaborasi lintas fungsi.
c. Kesenjangan Generasi
Generasi senior (baby boomer/Gen X) sering menilai millennial/Gen Z kurang loyal dan mudah bosan. Sebaliknya, generasi muda menilai senior kaku, lambat beradaptasi dengan teknologi, dan terlalu hierarkis.
Padahal, perbedaan ini justru bisa saling melengkapi kalau ada ruang dialog.
🔹 d. Kesenjangan Karier & Kompensasi
Ini mungkin yang paling sensitif. Dua orang dengan beban kerja mirip bisa saja menerima gaji yang berbeda karena negosiasi awal, koneksi, atau kebijakan lama perusahaan.
Selain itu, kesempatan promosi kadang lebih terbuka untuk orang yang “dekat” dengan atasan, bukan yang paling layak. Jika dibiarkan, kesenjangan ini melahirkan frustrasi.
e. Kesenjangan Akses Pengembangan Diri
Ada karyawan yang mendapat pelatihan rutin, ikut seminar, bahkan difasilitasi sertifikasi. Tapi ada juga yang merasa tidak pernah mendapat kesempatan.
Akibatnya, mereka merasa stagnan dan kurang berkembang.
3. Mengapa kesenjangan ini berbahaya?
Kesenjangan di perusahaan bukan sekadar “isu kecil” yang bisa diabaikan. Ada dampak besar yang bisa terjadi:
Menurunnya motivasi kerja.
Karyawan merasa usahanya tidak dihargai → akhirnya bekerja sekadar menggugurkan kewajiban.Timbulnya konflik.
Kesenjangan menimbulkan rasa iri, cemburu, atau bahkan permusuhan antar tim.Turnover meningkat.
Mereka yang merasa “tidak punya peluang” lebih mudah hengkang ke perusahaan lain.Citra perusahaan memburuk.
Jika isu kesenjangan sampai ke luar, perusahaan bisa kehilangan reputasi sebagai tempat kerja yang adil.Menurut kalian, bentuk kesenjangan apa yang paling sering muncul di perusahaan?
Apakah kesenjangan tersebut berdampak langsung ke motivasi atau kinerja?
Apa langkah kecil yang menurut kalian bisa dilakukan perusahaan untuk memperbaiki situasi ini?
Apakah ada “best practice” yang sudah pernah dilakukan yang bisa dicontoh?
Mengatasi kesenjangan bukan tugas HR atau manajemen semata. Semua karyawan punya peran.
* Dari sisi perusahaan
Transparansi. Buat sistem informasi yang terbuka, terutama soal kompensasi, promosi, dan peluang karier.
Keadilan akses. Setiap karyawan harus punya kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang.
Kebijakan inklusif. Hindari praktik yang mengistimewakan kelompok tertentu.
Dialog rutin. Sediakan forum aman untuk mendengarkan suara karyawan.
* Dari sisi karyawan
Berani bersuara. Jika ada kesenjangan yang dirasakan, komunikasikan dengan cara yang konstruktif.
Bangun empati. Coba melihat dari sudut pandang orang lain sebelum menghakimi.
Kolaborasi lintas divisi. Jangan hanya terkurung di “silo” tim sendiri.
Terus berkembang. Jangan menunggu kesempatan, tapi aktif mencari peluang belajar.——Kesimpulan——
Kesenjangan di tempat kerja adalah isu nyata yang bisa dialami siapa saja. Ia bisa hadir dalam bentuk kecil seperti miskomunikasi, hingga bentuk besar seperti ketidakadilan karier.Namun, kesenjangan bukanlah “kutukan” yang tidak bisa dihindari. Dengan keterbukaan, empati, dan komitmen bersama, perusahaan bisa membangun lingkungan kerja yang lebih sehat, adil, dan inklusif.
Silakan berbagi di kolom komentar. Siapa tahu, dari obrolan ini lahir ide-ide baik yang bisa membantu perusahaan berkembang sekaligus membuat karyawan lebih sejahtera.
Karena pada akhirnya, perusahaan yang sehat bukan hanya yang untung besar, tapi yang mampu menciptakan ruang kerja adil dan manusiawi bagi semua orang. -
Makanya dibeberapa perusahaan, ada yang menerapkan aturan ketat soal gaji. Karyawan yang membocorkan soal gaji dari karyawan lain, maka akan di kenakan SP karena gaji termasuk sebagai rahasia perusahaan.
Perusahaan saya bekerja saat ini saja, sangat diharamkan masing-masing karywan mengetahui gaji orang lain, ketika seseorang itu tahu gaji dari orang lain dan bertanya, kok gaji saya tidak di samakan sama SI X, maka orang yang bertanya dan orang yang memberitahu gaji dari orang yang disebutkan angka gajinya bisa dikenakan sanksi Surat Peringatan.
Tujuannya adalah menghindari kesenjangan kompensasi, dan menurut saya kebijakan ini bagus, karena GAJI adalah CONFIDENTIAL
-
Setuju banget, k’Amilia. Kesenjangan di tempat kerja sering kali nggak terlihat tapi dampaknya besar banget ke motivasi dan kolaborasi. Saya pribadi sering lihat bentuknya di kesenjangan komunikasi—kadang informasi nggak merata, akhirnya banyak miskomunikasi.
Menurut teman-teman lain, bentuk kesenjangan apa yang paling sering kalian temui di lingkungan kerja?
-
Yah pastilah paling banyak adalah kesenjangan gaji kak Lia…Karyawan dengan beban kerja hampir sama bisa menerima kompensasi berbeda karena faktor jabatan, senioritas, atau negosiasi awal
Selain itu Kesenjangan Fasilitas & Fleksibilitas kerja. Misalnya: tim kantor pusat punya fasilitas lengkap, sementara cabang kurang diperhatikan. Atau ada divisi yang boleh WFH, sementara divisi lain sama sekali tidak.
Anymore…
-
-
- You must be logged in to reply to this topic.
Login terlebih dahulu , untuk memberikan komentar.
Peringkat Top Contributor
- #1 LiaPoints: 589
- #2 Albert YosuaPoints: 533
- #3 WIDDY FERDIANSYAHPoints: 375
- #4 Amilia Desi MarthasariPoints: 88
- #5 ERINA AIRINPoints: 56
Artikel dengan topic tag terkait:
Tag : All
- Kuis Spesial Menyambut Tahun Baru 2025!11 December 2024 | General
- Mekari Community Giveaway Tiket Mekari Conference 202423 July 2024 | General
- Karyawan Teng-Go Pulang Tepat Waktu8 July 2025 | General
- Valentine Edition: Ungkapkan Cintamu untuk Karier & Perusahaanmu6 February 2025 | General
- “Karyawan pencari muka: loyalitas atau manipulasi?”22 August 2025 | Human Resource