- This topic has 9 replies, 2 voices, and was last updated 2 weeks, 3 days ago by
Albert Yosua.
Ketika Kemewahan Bukan Lagi Soal Uang, Tapi Soal Kedamaian Hidup
November 7, 2025 at 10:31 am-
-
Up::0
Dulu, banyak orang mengira “kaya” berarti bisa naik pesawat kelas bisnis, menginap di hotel bintang lima, dan punya jadwal super padat agar terlihat penting. Hidup seperti itu memang tampak hebat, glamor, sibuk, dan penuh prestasi. Tapi semakin banyak orang yang berhasil mencapai semua itu, semakin jelas bahwa kemewahan tidak selalu berarti kebahagiaan.
Kini, banyak yang mulai sadar bahwa kekayaan sejati tidak selalu diukur dari materi, melainkan dari kualitas hidup yang tenang dan seimbang.
Kekayaan itu ketika seseorang bisa bangun tanpa alarm dan tidak dikejar waktu.
Ketika pikirannya tidak lagi berperang dengan dirinya sendiri.
Ketika bisa berjalan santai tanpa rasa bersalah karena tidak sedang “produktif.”
Dan ketika dikelilingi oleh orang-orang yang mencintai dirinya apa adanya, bukan karena hasil atau jabatan.Banyak profesional sukses yang justru merasa terjebak di dalam sistem yang mereka bangun sendiri.
Mereka punya segalanya: uang, status, dan kontrol, tapi kehilangan kedamaian.
Ironinya, hidup yang awalnya dirancang untuk meraih kebebasan malah membuat mereka jadi tahanan ambisi.Padahal, bentuk kemewahan tertinggi justru ada di hal-hal sederhana:
waktu yang cukup untuk diri sendiri, tubuh yang sehat, tidur yang nyenyak,
dan tawa lepas bersama orang-orang yang membuat hati tenang.Mungkin kemewahan bukan lagi tentang barang mahal atau posisi tinggi,
melainkan tentang kemampuan untuk hadir penuh dalam hidup yang sedang dijalani.Jadi, coba renungkan sejenak:
Kalau semua simbol kesuksesan seperti uang, jabatan, dan pencapaian diambil,
apakah hidup kita masih terasa kaya?Kalau jawabannya belum, mungkin sudah saatnya kita mendefinisikan ulang arti kemewahan dalam hidup modern.
Bagaimana menurut teman-teman di komunitas ini?
Apakah kekayaan sejati menurut kalian masih tentang uang dan pencapaian,
atau sudah bergeser ke arah waktu, kedamaian, dan keseimbangan hidup? -
Saya juga ingin mendengar pandangan dari teman-teman lainnya di sini, apakah kalian merasa bahwa kebahagiaan itu terletak pada hal-hal sederhana seperti yang Kak Lia bahas, atau kalian masih merasa bahwa pencapaian materi tetap penting untuk merasa “kaya” dalam hidup?
-
Sekali lagi, terima kasih Kak Lia atas tulisan yang sangat membuka mata ini. Saya sangat setuju bahwa kemewahan sejati bisa sangat berbeda dari apa yang kita bayangkan sebelumnya. Semoga diskusi ini bisa menginspirasi lebih banyak orang untuk mulai mendefinisikan ulang arti dari kebahagiaan dan kemewahan dalam hidup mereka.
-
Kak Lia juga menyebutkan tentang hubungan dengan orang-orang yang mencintai kita apa adanya. Ini sangat menarik karena di zaman yang serba cepat ini, banyak orang yang terjebak dalam hubungan yang lebih didorong oleh status atau keuntungan material. Bagaimana kita bisa membangun hubungan yang lebih otentik dan tulus, di tengah dunia yang penuh dengan tekanan sosial?
-
Mungkin juga ada teman-teman di komunitas ini yang merasa masih sulit untuk lepas dari konsep sukses yang berbasis materi dan pencapaian. Bagaimana menurut Kak Lia, apakah ada cara untuk membantu orang-orang ini melihat bahwa kemewahan sejati bisa hadir dalam bentuk hal-hal sederhana dan tidak selalu berhubungan dengan uang?
-
Selain itu, adakah tips yang bisa Kak Lia bagi untuk menjaga keseimbangan hidup di tengah tuntutan pekerjaan yang kadang begitu besar? Karena kenyataannya, meskipun banyak yang sadar tentang pentingnya kedamaian batin, tidak sedikit yang terjebak dalam rutinitas kerja yang tak ada habisnya.
-
Namun, saya juga penasaran tentang pendapat Kak Lia terkait hubungan antara ambisi dan kedamaian hidup. Sering kali, kita diajarkan untuk memiliki ambisi yang besar dan terus mengejar pencapaian agar dianggap sukses. Lalu, bagaimana Kak Lia melihat ambisi dalam konteks kemewahan yang sejati? Apakah ambisi itu harus dihilangkan, ataukah ada cara untuk menjalani hidup dengan ambisi yang tetap membawa kita pada kedamaian, bukan justru menjadi beban?
-
Saya pribadi merasa bahwa kemewahan yang sejati adalah ketika kita bisa memiliki waktu untuk diri sendiri tanpa merasa bersalah, bisa tidur nyenyak setiap malam, dan tidak merasa dikejar-kejar oleh tenggat waktu yang tak pernah habis. Keberhasilan sejati, menurut saya, adalah ketika kita merasa puas dengan apa yang sudah kita capai, tanpa merasa perlu selalu lebih, lebih, dan lebih lagi. Mungkin inilah yang disebut dengan “kekayaan batin,” yang bisa memberikan rasa tenang meskipun dunia di sekitar kita penuh dengan kebisingan dan kesibukan.
-
Di dunia yang penuh tekanan dan tuntutan ini, banyak orang yang merasa “kaya” hanya karena mereka bisa membeli barang-barang mahal atau memiliki jabatan tinggi. Namun, seperti yang Kak Lia katakan, itu semua sering kali tidak membawa kebahagiaan sejati. Sebaliknya, banyak orang yang meskipun tidak memiliki banyak harta, namun merasa jauh lebih bahagia karena hidup mereka dipenuhi dengan kedamaian, keseimbangan, dan hubungan yang bermakna.
-
Kak Lia, tulisan yang sangat menarik dan menginspirasi! Saya setuju dengan apa yang Kak Lia sampaikan bahwa banyak orang saat ini mulai menyadari bahwa kemewahan sejati bukan lagi soal memiliki banyak uang atau status sosial yang tinggi, tetapi tentang kedamaian batin dan kualitas hidup yang lebih seimbang. Terkadang, kita begitu terjebak dalam pola pikir bahwa kebahagiaan itu hanya bisa dicapai lewat materi dan pencapaian, padahal kebahagiaan yang hakiki justru terletak pada ketenangan pikiran dan waktu untuk menikmati hidup.
-
- You must be logged in to reply to this topic.
Login terlebih dahulu , untuk memberikan komentar.
Peringkat Top Contributor
- #1
LiaPoints: 378 - #2
Albert YosuaPoints: 171 - #3
Amilia Desi MarthasariPoints: 105 - #4 Edi GunawanPoints: 44
- #5 Deni DermawanPoints: 30
Artikel dengan topic tag terkait:
Tag : All
- Kuis Spesial Menyambut Tahun Baru 2025!11 December 2024 | General
- Mekari Community Giveaway Tiket Mekari Conference 202423 July 2024 | General
- 7 Hari Perjalanan Kecil Menuju Versi Terbaikmu16 September 2025 | General
- Suara Rakyat, Antara Harapan dan Tantangan4 September 2025 | General
- Karyawan Teng-Go Pulang Tepat Waktu8 July 2025 | General