- This topic has 1 reply, 2 voices, and was last updated 1 year, 5 months ago by
Lia.
Koperasi Karyawan Sebagai Penyelamat dari Pinjol
October 3, 2024 at 11:53 pm-
-
Up::1

Siapa disini yang masuk kategori kelas bawah hingga menengah yang ga kenal pinjaman online alias pinjol? Bahkan saya yakin sebagian besar kita pernah mengajukan pinjol, termasuk saya pribadi. Karena pinjol hadir dengan solusi yang mudah (tapi tidak murah) terhadap masalah keuangan kita. Pengajuannya mudah, hanya butuh handphone dan selfie KTP. Pencairannya cepat hanya dalam hitungan menit. Siapa coba yang tidak tergiur? Bahkan mereka yang tak sanggup membayar cicilannya pun nekad mengajukan pinjol. Ini nih yang bahaya.
Supaya tulisan ini lebih kontekstual, saya akan sampaikan beberapa data terkait pinjol di Indonesia per tahun 2024 berdasarkan katadata.co.id:
– Penyaluran data pinjol : Rp. 55 trilliun lebih
– Kredit macet pinjol : Rp. 1,7 triliun lebih
– Entitas penerima pinjol : 20 jutaan entitas
– Rata-rata bunga pinjol : 0,1 – 0,3% per hari / 3 – 9% per bulan / 36 – 108% per tahun
– Pulau dan provinsi dengan penyaluran pinjol terbesar : Pulau Jawa, Jawa Barat
Ini baru data dari pinjol yang legal. Belum pinjol yang ilegal. Belum data pinjaman dari lintah darat dan koperasi abal-abal. Faktanya masyarakat kita memang masih sangat butuh akan dana darurat. Kebutuhan itu tidak bisa dipungkiri. Pemerintah dan masyarakat secara kolektif perlu mencari solusi atas hal ini dengan damage cost yang paling sedikit. Dan pinjol terbukti bukan menjadi solusi yang paling tepat.
Kalau pinjol bukan solusi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan dana darurat, lalu apa? ‘Anda jangan cuma omon-omon!’, begitu mungkin dalam benak Anda. Baiklah, tenang… Saya tidak akan menulis ini kalau tidak punya usulan atas permasalahan yang saya kemukakan. Jauh sebelum ada pinjol, sesungguhnya masyarakat kita sudah kenal dengan yang namanya koperasi. Koperasi ini bukan koperasi macam koperasi abal-abal yang berkeliaran mencari nasabah (korban) untuk menawarkan pinjaman (racun) dengan bunga yang tinggi (ga masuk akal). Koperasi disini adalah koperasi sebenarnya sebagaimana yang digagas oleh Bung Hatta.
Sebenarnya sudah banyak koperasi kredit (Kopdit) yang berdiri dan maju di Indonesia. Sebutlah Kospin Jasa Pekalongan, Kopdit Lantang Tipo, Kopdit Pancur Kasih. Koperasi kredit tersebut telah terbukti dapat menyalurkan dana ke masyarakat dengan cara yang mudah, cepat, dan dengan bunga yang jauh di bawah pinjol. Terlebih lagi anggota yang meminjam mendapat cashback/return berupa sisa hasil usaha (SHU). Tapi di tulisan ini saya tidak akan membahas Kopdit, karena saya merasa kurang kompetensi dan pengalaman disitu.
Di tulisan ini saya akan membahas tentang Koperasi Karyawan (Kopkar) yang juga punya layanan/usaha simpan pinjam ke anggotanya. Untuk mendirikan Kopkar tidak perlu menunggu jumlah karyawan hingga ribuan. Jika di perusahaan Anda baru ada 20 orang pun sudah bisa mendirikan Kopkar. Prinsip dari koperasi salah satunya adalah ‘members economic participation’. Yaitu peran aktif anggotanya dalam memajukan ekonomi seluruh anggota koperasi secara keseluruhan. Dalam konteks simpan pinjam yaitu: 1) Bagi anggota yang punya uang lebih, bisa disimpan di koperasi agar dananya bisa disalurkan ke anggota yang membutuhkan. Sebagai imbalannya ia mendapat bagi hasil yang lebih besar sesuai simpanannya. 2) Bagi anggota yang sedang butuh dana tunai bisa pinjam ke koperasi. Dengan memberikan imbalan ke koperasi berupa biaya admin atau jasa yang besarannya manusiawi. Dan tentunya komitmen untuk melunasi pinjamannya sesuai syarat dan ketentuan. Disini semua pihak diuntungkan.
Bagaimana jika mayoritas anggota butuh dana sedangkan simpanan anggota dananya terbatas? Sehingga tidak semua anggota terlayani. Disini sebenarnya banyak alternatif solusi. Saya coba paparkan beberapa:
1. Karena ini koperasi karyawan yang berada di bawah naungan perusahaan. Maka perusahaan bisa memberikan pinjaman lunak (tanpa bunga atau dengan bunga rendah atau sistem bagi hasil) kepada Kopkar untuk disalurkan ke anggota yang membutuhkan. Atau lebih baik lagi jika perusahaan berbaik hati menghibahkan dana ke Kopkar. Bagaimanapun Kopkar ada untuk kesejahteraan karyawan. Dan perusahaan juga punya kepentingan yang sama untuk mensejahterakan karyawannya.
2. Bekerja sama dengan koperasi lainnya yang punya kelebihan likuiditas. Bekerjasama untuk dapat memberikan pinjaman berbiaya rendah. Karena salah satu prinsip koperasi adalah Kerjasama antar Koperasi.
3. Mengajukan fasilitas pinjaman ke lembaga keuangan seperti LPDB atau Bank.
Dan masih ada solusi-solusi lainnya, jika kita punya kemauan. Sebagaimana kata pepatah, jika punya kemauan maka seribu jalan akan dicari. Jika tidak ada kemauan maka seribu alasan akan dikemukakan. Permasalahan ada bukan untuk dibiarkan atau dikeluhkan. Tapi untuk disyukuri dan diselesaikan.
Sebenernya masih banyak hal-hal terkait koperasi yang ingin saya sampaikan. Mulai dari filosofi, teknis, hingga pengalaman pribadi. Tapi karena tidak ingin tulisan ini menjadi terlalu panjang dan teknis. Maka seperti itu dulu yang dapat saya kemukakan. Untuk hal lainnya terkait koperasi karyawan atau simpan pinjam insyaallah akan saya bahas dalam tulisan lain. Jika ada pembaca yang ingin bertanya atau berdiskusi terkait koperasi karyawan bisa langsung menghubungi saya via WA atau email. Terima kasih sudah membaca. Semoga kita senantiasa bersyukur. Aamiin.
Rizki Ardi
085810548732
-
Good idea pak Ardi, pendirian Kopkar di skala perusahaan kecil emang perlu ada sosialisasi dan edukasi dari “pentolan perusahaan” ya? karena kadang tidak semua karyawan “ngeh” dengan dibentuknya koperasi akan menjadikan keuntungan bersama.
Btw ditunggu next story koperasinya pak.
-
- You must be logged in to reply to this topic.
Login terlebih dahulu , untuk memberikan komentar.
Thread terkait
-
“Jangan Ludahi Piring Makanmu, Jangan Bakar Jembatanmu”Kalimat ini mungkin terdengar klise. Bahkan sering dianggap nasihat “orang lama” yang terlalu normatif. Tapi kalau kamu sudah cukup lama di dunia…18 Mar 2026 • GeneralAllTerkait:karyawan
-
etika Manusia Diperlakukan Seperti Angka di Tempat KerjaKetika manusia diperlakukan seperti angka di tempat kerja, semuanya terlihat rapi di permukaan tetapi terasa kosong di dalam. Karyawan dinilai dari KPI,…17 Mar 2026 • GeneralAllTerkait:karyawan
-
Apakah Budaya Kerja Bisa Lebih Penting dari Gaji?Di dunia kerja, ada satu pertanyaan yang sering muncul dan memicu perdebatan: Apa yang sebenarnya membuat karyawan bertahan di sebuah perusahaan? Sebagian…16 Mar 2026 • GeneralAllTerkait:karyawan
-
Organisasi yang Sehat Selalu Dimulai dari Cara Memperlakukan ManusiaOrganisasi yang Sehat Selalu Dimulai dari Cara Memperlakukan Manusia Banyak perusahaan berbicara tentang strategi besar: target pertumbuhan, ekspansi pasar, efisiensi biaya, hingga…13 Mar 2026 • GeneralAllTerkait:karyawan
-
Masalah Besar di Banyak Kantor: Pemimpin yang Punya “Anak Emas”Di banyak tempat kerja, ada satu fenomena yang sering terjadi tetapi jarang dibicarakan secara terbuka: pemimpin yang memiliki “anak emas”. Istilah ini…12 Mar 2026 • GeneralAllTerkait:karyawan
-
Mengapa Karyawan Tetap Resign Meski Digaji Tinggi?Banyak perusahaan percaya satu hal sederhana: jika gaji sudah tinggi, karyawan pasti akan bertahan. Logikanya terlihat masuk akal. Uang dianggap sebagai motivator…11 Mar 2026 • GeneralAllTerkait:karyawan
-
Loyalitas Karyawan: Apakah Bisa Dibeli dengan Gaji?Di dunia kerja modern, ada satu asumsi yang sering muncul: semakin besar gaji yang diberikan kepada karyawan, semakin tinggi loyalitas mereka terhadap…10 Mar 2026 • GeneralAllTerkait:karyawan
-
Mengelola Manusia Selalu Lebih Sulit daripada Mengelola BisnisBanyak orang mengira bahwa tantangan terbesar dalam sebuah organisasi adalah strategi bisnis, persaingan pasar, atau bagaimana meningkatkan keuntungan. Padahal bagi banyak pemimpin…9 Mar 2026 • GeneralAllTerkait:karyawan
-
Apakah Gaji Besar Cukup Membuat Karyawan Bertahan?Dalam dunia kerja modern, gaji sering dianggap sebagai faktor utama yang membuat seseorang bertahan di sebuah perusahaan. Banyak perusahaan percaya bahwa selama…6 Mar 2026 • GeneralAllTerkait:karyawan
-
Mengelola Manusia Selalu Lebih Sulit daripada Mengelola BisnisBanyak orang mengira bahwa tantangan terbesar dalam sebuah organisasi adalah strategi bisnis, persaingan pasar, atau bagaimana meningkatkan keuntungan. Padahal bagi banyak pemimpin…7 Mar 2026 • GeneralAllTerkait:karyawan
-
“Hidup Ini Soal Makna, Bukan Sekadar Angka”Hidup ini soal makna, bukan sekadar angka. Namun entah sejak kapan kita mulai mengukurnya dengan angka-angka. Nilai rapor. Gaji bulanan. Jumlah followers.…16 Mar 2026 • GeneralAllTerkait:karyawan
-
Budaya Kerja Sehat Itu Seperti Apa?Kita sering mendengar istilah budaya kerja sehat. Tapi pertanyaannya, sehat menurut siapa? Sehat dari sisi perusahaan? Atau sehat untuk manusianya? Banyak tempat…23 Feb 2026 • GeneralAllTerkait:karyawan