Apakah anda mencari sesuatu?

  • This topic has 2 replies, 2 voices, and was last updated 4 days, 19 hours ago by Amilia Desi Marthasari.

Mana yang Lebih Penting, Otak Pintar atau Kedisiplinan?

August 22, 2025 at 9:47 am
image
    • Amilia Desi Marthasari
      Participant
      GamiPress Thumbnail
      Image 2 replies
      View Icon 7  views
        Up
        1
        ::

        Banyak perusahaan menemukan karyawan yang sangat cerdas, penuh ide, bahkan berpotensi besar. Namun, seringkali mereka bermasalah dalam kedisiplinan—terlambat datang, tidak konsisten menyelesaikan tugas, atau sulit mengikuti aturan kerja.

        Di sisi lain, ada karyawan yang mungkin tidak terlalu brilian, tetapi konsisten, rajin, dan sangat disiplin dalam bekerja.

        – Pro “Otak Pintar Lebih Penting”

        1. Karyawan cerdas bisa menemukan solusi kreatif yang tidak terpikirkan orang lain.

        2. Potensi besar untuk inovasi dan pengembangan bisnis.

        3. Bisa menjadi “game changer” jika diarahkan dengan benar.

        Dalam kondisi tertentu (misalnya pekerjaan berbasis ide/strategi), output cerdas bisa menutup kekurangan soal disiplin.

        – Pro “Kedisiplinan Lebih Penting”

        1. Konsistensi lebih bisa diandalkan daripada potensi yang tidak terpakai.

        2. Disiplin menciptakan kepercayaan dalam tim dan menjaga ritme kerja.

        3. Lebih mudah melatih keterampilan teknis daripada membentuk ulang sikap dan kebiasaan.

        Orang disiplin cenderung stabil, cocok untuk menjaga kelancaran operasional.

        Pertanyaannya:
        Dalam jangka panjang, mana yang sebenarnya lebih dibutuhkan perusahaan: otak pintar tapi kurang disiplin, atau orang disiplin walau tidak terlalu pintar?

        Pertanyaan ini dua-duanya punya sisi plus dan minus, dan jawabannya sering tergantung pada konteks perusahaan. Tapi kalau dilihat dalam jangka panjang, umumnya perusahaan akan lebih diuntungkan oleh orang disiplin walau tidak terlalu pintar.

        Alasannya:

        Konsistensi lebih berharga daripada sesekali brilian

        Karyawan yang disiplin mungkin tidak selalu menghasilkan ide spektakuler, tapi mereka bisa diandalkan untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dan sesuai standar.

        Perusahaan butuh roda yang berputar konsisten, bukan mesin yang hanya menyala sesekali.

        Disiplin menciptakan budaya kerja yang sehat

        Orang disiplin menjaga ritme tim, mengurangi risiko keteteran, dan membantu menjaga trust antar anggota tim.

        Sebaliknya, orang pintar tapi tidak disiplin bisa bikin tim frustrasi karena tidak bisa diandalkan.

        Pintar bisa dilatih, disiplin lebih sulit

        Skill teknis, wawasan, bahkan kreativitas bisa berkembang lewat pengalaman, pelatihan, atau exposure.

        Tapi kedisiplinan lebih terkait dengan mindset, habit, dan nilai pribadi—lebih sulit dibentuk kalau orangnya memang tidak punya komitmen.

        Jangka panjang = keberlanjutan

        Perusahaan butuh stabilitas. Orang yang pintar tapi tidak disiplin cenderung sulit bertahan lama atau menimbulkan masalah di perjalanan.

        Sementara orang yang disiplin, meski awalnya biasa saja, biasanya pelan-pelan bisa naik level dan tetap relevan.

        📌 Singkatnya:
        Dalam jangka panjang, disiplin lebih krusial daripada sekadar pintar, karena disiplin menjaga konsistensi, membangun kepercayaan, dan membuka ruang untuk berkembang.

        Mungkin ada dari anda semua yang punya pengalaman pribadi atau skenario kisah nyata mengenai hal ini, cerita dan share dunk !!

      • Lia
        Participant
        GamiPress Thumbnail
        Achievement ThumbnailAchievement Thumbnail
        Image 2 replies
        View Icon 7  views

          Setuju banget. Dari sisi HR, ini dilema klasik. Memang banyak yang bilang, skill itu bisa dilatih, tapi attitude (termasuk disiplin) itu sulit diubah. Makanya, dalam proses rekrutmen, kita seringkali lebih mencari kandidat yang punya fondasi karakter kuat, baru kemudian melihat skill mereka. Percuma punya “game changer” kalau malah merusak ritme dan semangat tim secara keseluruhan.

          • Amilia Desi Marthasari
            Participant
            GamiPress Thumbnail
            Image 2 replies
            View Icon 7  views

              Saya setuju klo lebih mengutamakan mencari kandidat yang punya fondasi karakter kuat dibanding melihat skill. Karena Watak biasanya sulit diubah tpi skill pelan pelan bisa diasah

        Viewing 1 reply thread
        • You must be logged in to reply to this topic.
        Image

        Bergabung & berbagi bersama kami

        Terhubung dan dapatkan berbagai insight dari pengusaha serta pekerja mandiri untuk perluas jaringan bisnis Anda!