Apakah anda mencari sesuatu?

Pemimpin Hebat Bukan yg Paling Tinggi, Tapi yg Membawa Orang Lain Naik Bersama

August 27, 2025 at 11:05 am
image
    • Lia
      Participant
      GamiPress Thumbnail
      Achievement ThumbnailAchievement Thumbnail
      Image 2 replies
      View Icon 6  views
        Up
        0
        ::

        Menolong orang lain bukan sekadar tindakan baik hati—itu adalah pondasi dari kepemimpinan yang sejati. Banyak orang berpikir bahwa menjadi pemimpin berarti harus selalu unggul, selalu di depan, dan selalu jadi yang paling tahu. Padahal, kepemimpinan yang kuat justru lahir dari kemampuan untuk mengangkat orang lain.

        Berikut ini beberapa cara sederhana tapi berdampak besar untuk menjadikan sikap membantu sebagai bagian dari kepemimpinan sehari-hari:

        1. Berbagi Pengetahuan Tanpa Takut Tersaingi
        Pemimpin yang baik tidak menyimpan ilmu untuk dirinya sendiri. Misalnya, kalau kamu tahu cara kerja sistem baru di kantor, jangan ragu untuk ngajarin rekan kerja yang belum paham. Bukan berarti kamu akan kehilangan keunggulan, justru kamu akan dikenal sebagai orang yang suportif dan bisa diandalkan.

        Contoh: Seorang supervisor mengajari timnya cara membuat laporan yang efisien. Hasilnya, tim jadi lebih produktif dan supervisor tersebut dihormati karena mau berbagi.

        2. Buka Pintu untuk Orang Lain, Bukan Menjaganya Sendiri
        Kadang kita punya akses ke peluang, entah itu proyek besar, koneksi penting, atau informasi strategis. Pemimpin sejati akan membagikan peluang itu ke orang lain, bukan menyimpannya sendiri.

        Contoh: Seorang manajer merekomendasikan anggota timnya untuk ikut pelatihan kepemimpinan, walaupun itu bisa membuat si anggota lebih kompeten dari dirinya. Tapi justru itulah bentuk kepemimpinan yang visioner.

        3. Rayakan Keberhasilan Orang Lain
        Nggak semua kemenangan harus milik kita. Pemimpin yang hebat tahu cara bersorak untuk keberhasilan orang lain, bahkan ketika mereka tidak terlibat langsung.

        Contoh: Saat seorang rekan kerja berhasil menyelesaikan proyek besar, kamu bisa mengucapkan selamat di grup kantor atau bahkan mengajak tim untuk merayakannya. Ini membangun rasa saling menghargai dan memperkuat ikatan tim.

        4. Bangun Kepercayaan Lewat Bantuan Kecil
        Menolong nggak harus selalu besar. Kadang, sekadar mendengarkan keluhan rekan kerja, membantu menyelesaikan tugas yang tertunda, atau memberi saran saat mereka bingung, sudah cukup untuk menunjukkan kepemimpinan yang peduli.

        Contoh: Seorang staf senior membantu juniornya menyusun presentasi. Junior tersebut merasa dihargai dan lebih percaya diri, yang akhirnya berdampak positif ke performa tim.

        5. Jadikan Membantu Sebagai Kebiasaan, Bukan Sekali-sekali
        Kepemimpinan bukan soal jabatan, tapi soal tindakan konsisten. Kalau setiap hari kamu berusaha membuat hidup orang lain sedikit lebih mudah, kamu sudah jadi pemimpin meskipun tanpa gelar.

        Contoh: Seorang karyawan biasa yang selalu membantu rekan kerja baru beradaptasi, akhirnya dipercaya jadi mentor internal karena sikapnya yang suportif.

        Ketika kita menjadikan membantu orang lain sebagai bagian dari rutinitas kepemimpinan, kita sedang membangun lingkungan kerja yang lebih sehat, penuh kepercayaan, dan saling mendukung. Karena pada akhirnya, kepemimpinan bukan tentang seberapa tinggi kita bisa naik, tapi tentang berapa banyak orang yang kita ajak naik bersama.

        Kalau menurut kamu, apa bentuk bantuan kecil yang paling berdampak dalam kepemimpinan sehari-hari? Yuk, saling berbagi pengalaman siapa tahu bisa jadi inspirasi buat yang lain.

      • Amilia Desi Marthasari
        Participant
        GamiPress Thumbnail
        Image 2 replies
        View Icon 6  views

          Kalau bicara kepemimpinan sehari-hari, justru sering kali yang paling berkesan itu bukan hal besar seperti strategi atau keputusan formal, tapi bantuan kecil yang dampaknya panjang ke tim.
          Kalau menurut saya pribadi, bantuan kecil paling berdampak adalah mau turun tangan sebentar ketika tim kewalahan. Itu bisa menghapus jarak “atasan-bawahan” dan membangun rasa kebersamaan yang kuat.

          • Lia
            Participant
            GamiPress Thumbnail
            Achievement ThumbnailAchievement Thumbnail
            Image 2 replies
            View Icon 6  views

              Setuju banget Ami, kadang satu tindakan kecil dari pemimpin kayak turun tangan pas tim lagi kewalahan bisa jadi momen yang diingat seumur hidup. Rasanya bukan cuma soal tugas, tapi soal rasa dihargai dan diperlakukan setara. Leadership yang kayak gini tuh yang bikin tim kuat dari dalam.

              Intinya, leadership yang nggak cuma mikir strategi, tapi juga mau nyebur bareng tim pas lagi repot itu sih yang bikin respect 🙌

        Viewing 1 reply thread
        • You must be logged in to reply to this topic.
        Image

        Bergabung & berbagi bersama kami

        Terhubung dan dapatkan berbagai insight dari pengusaha serta pekerja mandiri untuk perluas jaringan bisnis Anda!