- This topic has 5 replies, 5 voices, and was last updated 2 weeks, 4 days ago by
Amilia Desi Marthasari.
Pengurangan Subsidi Pertalite dengan Skema Desil: Lebih Tepat Sasaran dan Berkeadilan
August 19, 2026 at 1:11 pm-
-
Up::0
Subsidi Pertalite selama ini diberikan melalui harga BBM yang lebih murah bagi seluruh konsumen yang memenuhi kriteria penggunaan.
Persoalannya, subsidi berbasis komoditas seperti ini berisiko membuat masyarakat berpenghasilan tinggi ikut menikmati subsidi dalam jumlah besar. Pemerintah sendiri mengakui bahwa penyaluran BBM subsidi masih belum sepenuhnya tepat sasaran.
Salah satu pendekatan yang lebih adil adalah mengurangi subsidi Pertalite secara bertahap menggunakan skema desil, yaitu pengelompokan rumah tangga berdasarkan kondisi sosial-ekonomi. Dengan pendekatan ini, subsidi tidak lagi diberikan secara seragam, tetapi disesuaikan dengan kemampuan ekonomi penerimanya.
Bagaimana skemanya?
Data sosial-ekonomi masyarakat dapat dikelompokkan menjadi 10 desil. Desil 1 merupakan kelompok dengan kondisi ekonomi paling rendah, sementara desil 10 merupakan kelompok paling mampu.
Skema subsidi dapat dibuat bertingkat. Misalnya, desil 1–4 mendapatkan subsidi penuh, desil 5–6 memperoleh subsidi sebagian, sedangkan desil 7–10 secara bertahap dikurangi atau tidak lagi menerima subsidi.
Angka tersebut merupakan contoh desain kebijakan, bukan ketentuan pemerintah yang sudah berlaku.
Pelaksanaannya dapat menggunakan integrasi data kependudukan, data sosial-ekonomi, serta identitas kendaraan. Pemerintah memang sedang mendorong transformasi subsidi energi agar semakin tepat sasaran dengan menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Di tingkat transaksi, identitas kendaraan dan pengguna dapat dikaitkan dengan sistem digital. Saat ini Pertalite untuk kendaraan roda empat sudah menggunakan mekanisme QR Code melalui program Subsidi Tepat. Pemerintah juga memperkuat pemanfaatan data kendaraan melalui kerja sama BPH Migas, Pertamina Patra Niaga, dan Korlantas.
Apa manfaatnya?
Pertama, subsidi menjadi lebih tepat sasaran. Anggaran negara lebih banyak dinikmati masyarakat yang benar-benar membutuhkan, bukan masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih tinggi.
Kedua, mengurangi beban APBN. Pengurangan subsidi bagi kelompok mampu dapat menciptakan ruang fiskal untuk membiayai program lain seperti pendidikan, kesehatan, transportasi publik, bantuan sosial, dan pembangunan infrastruktur.
Ketiga, menciptakan keadilan sosial. Prinsipnya sederhana: semakin besar kemampuan ekonomi seseorang, semakin kecil kebutuhan untuk mendapatkan subsidi pemerintah.
Keempat, mengurangi konsumsi BBM bersubsidi. Ketika subsidi dikurangi bagi kelompok mampu, masyarakat akan memiliki insentif lebih besar untuk memilih BBM nonsubsidi, menggunakan transportasi publik, atau meningkatkan efisiensi kendaraan.
Kelima, reformasi dapat dilakukan secara bertahap. Pemerintah tidak harus langsung menghapus subsidi. Pengurangan dapat dilakukan secara gradual sehingga masyarakat dan dunia usaha mempunyai waktu untuk menyesuaikan diri.
Namun, keberhasilan skema ini sangat bergantung pada kualitas data. Pemerintah harus memastikan masyarakat miskin dan rentan tidak salah dikeluarkan dari penerima subsidi. Mekanisme keberatan, pembaruan data, serta pengawasan juga harus tersedia.
Dengan demikian, persoalannya bukan sekadar mengurangi subsidi Pertalite, tetapi mengubah cara subsidi diberikan: dari subsidi yang melekat pada barang menjadi subsidi yang lebih terarah kepada orang yang memang membutuhkan.
Jika dirancang dengan data yang akurat, dilakukan bertahap, dan disertai perlindungan bagi kelompok rentan, skema desil dapat menjadi jalan tengah antara menjaga daya beli masyarakat dan memperbaiki kesehatan fiskal negara.
-
Yang paling penting bukan hanya mengurangi subsidi, tapi memastikan datanya benar. Jangan sampai masyarakat yang seharusnya menerima malah kehilangan subsidi.
-
Menurut saya skema subsidi berdasarkan desil memang lebih adil, karena subsidi benar-benar diarahkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
-
-
Joko Siyamto
Rockstar
4 Requirements
- Login ke website sebanyak 30 kali
- Balas Thread sebanyak 50 kali
- Buat Thread baru sebanyak 30 kali
- Isi dan selesaikan 10 Quiz dengan minimal score 80 sebagai syarat kenaikan Rank
5 replies
128 views
September 15, 2026 at 10:12 amGood, thanks for sharing the information!👏🏻
-
Amilia Desi Marthasari
Rockstar
4 Requirements
- Login ke website sebanyak 30 kali
- Balas Thread sebanyak 50 kali
- Buat Thread baru sebanyak 30 kali
- Isi dan selesaikan 10 Quiz dengan minimal score 80 sebagai syarat kenaikan Rank
5 replies
128 views
September 16, 2026 at 4:09 pmkeberhasilan skema ini sangat bergantung pada kualitas data. Pemerintah harus memastikan masyarakat miskin dan rentan tidak salah dikeluarkan dari penerima subsidi.
NAH INI YANG PERLU DI NOTED !!
-
- You must be logged in to reply to this topic.
Login terlebih dahulu , untuk memberikan komentar.
Thread terkait
-
5 Kebijakan Ekonomi Game Changer dari Prabowo yang Bisa Mengubah Wajah IndonesiaPemerintahan Presiden Prabowo Subianto membawa sejumlah agenda ekonomi yang memiliki skala besar. Bukan hanya soal pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek, tetapi juga…16 Sep 2026 • Generalgame-changer kebijakanTerkait:tepat sasaran subsidi sasaran tepat masyarakat ekonomi
-
UANG NEGARA, TANGGUNG JAWAB NEGARA, DAN KEPENTINGAN MASYARAKATKetika berbicara tentang uang negara, sebenarnya kita sedang berbicara tentang sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Anggaran negara bukan sekadar angka…19 Sep 2026 • GeneralTerkait:tepat sasaran sasaran tepat masyarakat pemerintah sosial
-
KPI: Kunci Mengelola SDM Secara Adil, Transparan, dan BerkembangDi setiap perusahaan, ada hal yang paling berharga sekaligus paling menantang: memahami siapa berkontribusi seberapa besar, dan bagaimana mengembangkan setiap orang menjadi…5 Oct 2026 • Generalkpi-manajemenkinerja-sdm-pengembangankaryawan-rewardandrecognition-promosi-pelatihan-pengembangankarir-pertumbuhanbersama-tempatkerjapositif-kinerjaterukur-adildanterarahTerkait:tepat sasaran sasaran tepat data secara menjadi
-
APBN Bukan Sekadar Angka: Bagaimana Uang Negara Kembali ke Masyarakat?Ketika mendengar kata APBN, mungkin yang terbayang adalah angka-angka besar, tabel anggaran, istilah ekonomi, atau dokumen pemerintah yang terasa jauh dari kehidupan…28 Sep 2026 • GeneralTerkait:subsidi tepat masyarakat ekonomi pemerintah sosial
-
APBN Bukan Sekadar Angka: Bagaimana Uang Negara Kembali ke Masyarakat?Ketika mendengar istilah APBN, sebagian orang mungkin langsung membayangkan angka yang sangat besar, tabel anggaran, atau laporan keuangan pemerintah yang terasa jauh…22 Sep 2026 • GeneralTerkait:tepat masyarakat pemerintah sosial secara menjadi
-
MENGAPA PENERIMAAN PAJAK PENTING BAGI MASA DEPAN INDONESIA?Ketika mendengar kata “pajak”, sebagian orang mungkin langsung berpikir tentang kewajiban membayar dan administrasi yang harus dipenuhi. Padahal, pajak memiliki peran yang…19 Sep 2026 • GeneralTerkait:subsidi masyarakat ekonomi pemerintah sosial secara
