- This topic has 2 replies, 3 voices, and was last updated 10 months, 3 weeks ago by
Albert Yosua Matatula.
Real Self-Care: Merawat Diri dengan Cara yang Sebenarnya, Versi Pooja Lakshmin
April 10, 2025 at 2:32 pm-
-
Up::1
Bayangkan kamu sedang mengendarai mobil. Semua lancar, mesin bekerja dengan baik, namun tiba-tiba kamu menyadari, bensin hampir habis dan lampu indikator mulai menyala. Apa yang kamu lakukan? Terus saja melaju meski tahu mobilmu butuh pengisian ulang, atau berhenti dan mengisi ulang bensin agar bisa terus melaju dengan baik?
Nah, kadang-kadang kita sebagai manusia bertindak seperti mobil yang kehabisan bensin—terus berjalan tanpa memikirkan betapa pentingnya mengisi ulang energi kita. Inilah yang dibahas dalam buku Real Self-Care karya Pooja Lakshmin: kita sering lupa apa artinya merawat diri dengan cara yang sebenarnya. Bukan sekadar spa atau tidur berlama-lama, tetapi perawatan diri yang menyeluruh, mental, emosional, dan fisik.
Buku ini membuka mata kita tentang pentingnya perawatan diri yang sejati, yang lebih dari sekadar ritual sementara atau trik kecantikan. Ini adalah tentang membuat keputusan yang baik dan sadar untuk diri kita sendiri, tanpa rasa bersalah atau tekanan dari lingkungan sekitar.
Tapi, apa sebenarnya yang dimaksud dengan perawatan diri yang sejati? Bagaimana kita bisa menerapkannya dalam kehidupan kita yang sibuk ini? Apakah kita bisa menjadi pengusaha, karyawan, konsultan, mahasiswa, atau masyarakat umum yang tetap produktif dan bahagia tanpa mengorbankan kesehatan mental dan fisik?
1. Self-Care Bukan Hanya Tentang Spa atau Belanja!
Mungkin bagi sebagian orang, self-care terdengar seperti sesi spa atau berbelanja. Tapi, menurut Pooja Lakshmin, perawatan diri yang sebenarnya adalah tentang mendengarkan tubuh dan pikiranmu dengan cara yang lebih dalam. Ini bukan tentang sekadar melarikan diri dari stres, tapi tentang memahami dan merawat dirimu dari dalam. Menurutnya, self-care melibatkan pembelajaran untuk mengenali ketika kamu merasa kelelahan mental, emosional, atau fisik dan melakukan sesuatu untuk memperbaikinya dengan cara yang produktif dan positif.Best Practices: Sebagai pengusaha atau karyawan yang sibuk, mungkin kamu merasa terlalu banyak tekanan untuk selalu tampil sempurna. Alih-alih menghindar dari rasa stres dengan sekadar berbelanja atau pergi ke spa, coba untuk lebih sadar pada diri sendiri—apakah kamu cukup tidur? Apakah kamu merasa kesepian? Atau, mungkin kamu butuh waktu untuk merenung dan mengevaluasi keputusan yang telah kamu buat dalam hidup atau pekerjaanmu? Pahami apa yang tubuh dan pikiranmu butuhkan. Ini adalah self-care yang sesungguhnya.
Penelitian dari Harvard Medical School menunjukkan bahwa perawatan diri yang efektif, seperti cukup tidur dan istirahat mental, dapat mengurangi tingkat stres dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Ini sejalan dengan apa yang dikatakan Pooja—self-care bukanlah kemewahan, tetapi kebutuhan dasar.
2. Self-Care Adalah Keterampilan yang Bisa Dipelajari dan Diterapkan dalam Kehidupan Sehari-hari
Di dunia yang penuh dengan tekanan dan tuntutan, terutama bagi seorang mahasiswa atau konsultan yang sering berhadapan dengan tenggat waktu, kita sering merasa bahwa kita tidak punya waktu untuk diri sendiri. Tapi, menurut Lakshmin, merawat diri bukanlah tentang melarikan diri dari masalah, melainkan belajar bagaimana menghadapi mereka dengan cara yang lebih sehat. Ini adalah keterampilan yang bisa kita pelajari—mulai dari mendengarkan perasaan kita, menetapkan batasan yang sehat, hingga mengatur waktu untuk diri sendiri.Lessons Learned: Sebagai seorang mahasiswa, mungkin kamu sering merasa terjebak di antara tugas, ujian, dan kegiatan ekstrakurikuler. Namun, ketika kamu belajar untuk mengenali kapan kamu butuh istirahat, kamu akan lebih produktif dalam jangka panjang. Seperti yang diajarkan oleh Pooja, kadang perawatan diri terbaik adalah dengan memberi izin pada dirimu untuk berhenti sejenak, bahkan jika itu berarti menunda beberapa hal yang tidak begitu mendesak.
3. Memahami dan Mengelola Ekspektasi Sosial dan Budaya Tentang Self-Care
Di Indonesia, ada budaya yang sangat menekankan tentang kerja keras dan pengorbanan untuk keluarga atau pekerjaan. Banyak dari kita merasa tertekan untuk terus bekerja tanpa henti, berpikir bahwa self-care adalah sesuatu yang egois atau tidak penting. Namun, buku ini mengingatkan kita bahwa self-care yang sejati adalah tentang mengatasi rasa bersalah yang sering muncul ketika kita memilih untuk menjaga diri kita sendiri.Coba lihat cerita tentang seorang konsultan di Jakarta yang merasa terjebak dalam pekerjaan yang tidak berkesudahan. Dengan menerapkan prinsip self-care yang dia pelajari dari Real Self-Care, dia mulai mengatur waktu lebih baik, memperkenalkan batasan di tempat kerja, dan akhirnya mampu meningkatkan produktivitas serta kebahagiaan dalam hidupnya. Ini bukan tentang egoisme, tetapi tentang merawat diri agar bisa memberikan yang terbaik untuk orang lain.
Tiga Takeaways dari Real Self-Care untuk Semua
Self-care yang Sejati Lebih dari Sekadar Ritual – Ini adalah tentang mendengarkan tubuh dan pikiranmu, bukan sekadar melakukan aktivitas sementara yang hanya memberi efek jangka pendek.Self-care Adalah Keterampilan yang Bisa Dipelajari – Tidak perlu merasa bersalah ketika memprioritaskan diri sendiri. Itu adalah keterampilan yang penting untuk kesehatan mental dan fisik yang lebih baik.
Self-care Juga Mengelola Ekspektasi Sosial – Belajar untuk mengatasi tekanan dari budaya atau lingkungan yang menuntut kita untuk terus berjuang tanpa henti. Self-care sejati juga berarti menetapkan batasan dan merawat diri dengan cara yang lebih bijaksana.
Sekarang, bagaimana dengan kamu? Apakah kamu sudah cukup merawat diri, atau justru terus mendorong diri untuk bekerja tanpa mengenal batas? Ingat, kamu tak akan bisa memberikan yang terbaik jika kamu sendiri tidak dalam kondisi terbaik.
-
Jangan ngerasa bersalah kalo mau istirahat, karena kalo kita sehat, kita juga bisa ngasih yang terbaik buat orang lain.
-
Menurut saya, poin yang diangkat oleh Pooja Lakshmin sangat relevan dengan tantangan yang sering kita hadapi di kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks kerja dan studi. Banyak dari kita, mungkin termasuk saya, cenderung menganggap bahwa “self-care” hanya sebatas aktivitas fisik seperti pergi ke spa atau berbelanja. Padahal, seperti yang dijelaskan dalam artikel ini, perawatan diri yang sesungguhnya lebih dalam dari itu—yakni menyangkut keseimbangan mental, emosional, dan fisik yang bisa meningkatkan produktivitas kita secara keseluruhan.
Saya juga sepakat dengan pandangan bahwa self-care bukan hanya tentang “melarikan diri” dari stres, tetapi tentang bagaimana kita bisa menghadapi dan mengelola stres dengan cara yang lebih sehat. Misalnya, dalam pekerjaan saya yang cukup padat, saya mulai belajar untuk mengenali kapan saya membutuhkan waktu untuk istirahat, meskipun itu berarti saya harus menunda beberapa tugas yang tidak begitu mendesak.
Saya rasa penting juga untuk menekankan bahwa budaya kerja keras yang ada di Indonesia kadang mengabaikan pentingnya perawatan diri. Banyak dari kita merasa bersalah ketika mengambil waktu untuk diri sendiri, padahal ini adalah investasi untuk menjadi lebih baik dalam jangka panjang.
Bagaimana dengan kalian? Apakah kalian sudah merasa cukup mendengarkan tubuh dan pikiran kalian? Saya percaya kita semua bisa lebih bijaksana dalam memprioritaskan diri kita sendiri tanpa merasa egois.
-
- You must be logged in to reply to this topic.
Login terlebih dahulu , untuk memberikan komentar.
Thread terkait
-
5 Alasan Kunci Kenapa 1 Juta Lulusan Sarjana Jadi Pengangguran dan SolusinyaSetiap tahun, Indonesia meluluskan lebih dari satu juta sarjana dari berbagai perguruan tinggi. Namun, kenyataannya sebagian besar dari mereka tidak langsung memperoleh…6 Apr 2026 • GeneralAllTerkait:real diri cara
-
13 Cara untuk Menjadi Konsultan Manajemen yang SuksesJika kamu ingin menjadi seorang konsultan manajemen yang sukses, ada beberapa langkah penting yang perlu kamu ambil. Di bawah ini, kamu akan…24 Jan 2026 • GeneralAllTerkait:diri cara
-
13 Fondasi Finansial ModernMenghasilkan uang itu relatif mudah. Mempertahankannya? Justru itu bagian tersulit. Kamu bisa: Dapat kenaikan gaji Menambah klien baru Meningkatkan penghasilan Membangun side…8 Jan 2026 • GeneralAllTerkait:diri cara
-
10 PENYAKIT MENTAL MANUSIASiapa kah yang punya salah satu penyakit mental ini, hayoo ngakuu.. berikut ini penjelasannya, check it out.. 1. MENYALAHKAN ORANG LAIN Itu…22 Dec 2025 • GeneralAllTerkait:real diri cara sebenarnya
-
Refleksi 12 Bulan: Apa Saja yang Ternyata Sudah Kita Lewati Tanpa Kita Sadari?Kadang yang paling menenangkan dari akhir tahun bukanlah pesta, bukan pula resolusi baru. Tapi momen ketika kita berhenti sejenak, menoleh ke belakang,…4 Dec 2025 • GeneralAllTerkait:diri cara sebenarnya versi
-
10 Kebohongan yg Sering Kita Percaya dan Fakta yg Bisa Bikin Hidupmu Lebih BaikKita sering dengar banyak omongan yang kedengarannya benar, tapi diam-diam omongan itu malah bikin kita stuck dan nggak maju-maju. Padahal, masalahnya bukan…29 Sep 2025 • GeneralAllTerkait:diri cara
-
10 Cara Praktis Menghentikan Overthinking Sebelum Bikin Capek MentalLelah mental itu bukan karena kerja terlalu keras. Tapi karena terlalu banyak mikir. Pikiran kita terus jalan 24 jam sehari: Takut gagal,…27 Aug 2025 • GeneralAllTerkait:diri cara
-
Sukses Tanpa Stres: 12 Cara Merawat Diri Tanpa Mengorbankan KarierBanyak orang berpikir bahwa untuk meraih kesuksesan, kita harus mengorbankan waktu istirahat, keluarga, dan bahkan kesehatan. Tapi sebenarnya, kesejahteraan dan kesuksesan bisa…12 Aug 2025 • GeneralAllTerkait:merawat diri cara sebenarnya
-
12 Kebiasaan Kecil yang Bisa Mengubah HidupmuSukses datang dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten. Motivasi itu naik-turun, tapi kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari bisa membawa perubahan…3 Aug 2025 • GeneralAllTerkait:diri cara
-
“Gak Semua Bos Itu Leader! Ini 1 Sifat yang Bikin Kamu Layak Jadi Panutan”Dalam dunia bisnis yang terus berubah cepat, satu hal tetap konstan: manusia hanya akan bergerak sepenuh hati jika mereka merasa dipimpin, bukan…14 Jul 2025 • GeneralAllTerkait:diri cara
-
10 Tanda Kamu Memimpin dengan EmpatiTimmu tidak akan bersuara jika mereka tidak merasa aman. Empati adalah titik awal dari kepercayaan. Dan ini tanda-tanda bahwa kamu memimpin dengan…14 Jul 2025 • GeneralAllTerkait:diri cara
-
12 Kebiasaan Lama yang Perlu Kamu Tinggalkan di Era SekarangBanyak dari kita masih menjalankan kebiasaan-kebiasaan yang dulu dianggap efektif, tapi kini justru bisa menghambat kemajuan, kesehatan mental, dan produktivitas. Berikut adalah…18 Jun 2025 • GeneralAllTerkait:diri cara
