Apakah anda mencari sesuatu?

  • This topic is empty.

Setuju atau Tidak Setuju

February 12, 2026 at 1:48 pm
image
    • Mekari Community
      Keymaster
      GamiPress Thumbnail
      Achievement ThumbnailAchievement ThumbnailAchievement ThumbnailAchievement Thumbnail
      Image 0 replies
      View Icon 25 views
        Up
        0
        ::

        Emotional Intelligence (EQ) = Bahan Bakar Karier

        Jika IQ adalah tiket masuk ke dunia profesional, maka
        Emotional Intelligence (EQ) adalah bahan bakar yang menjaga Anda tetap melaju dan mencapai puncak.
        Kabar baiknya, EQ bukanlah bakat tetapβ€”ia adalah β€œotot” yang bisa dilatih. Bagaimana cara membangunnya secara efektif?

        Langkah 1: Praktikkan Self-Reflection.
        Mulailah dengan mengenali pola emosi Anda. Luangkan waktu 5 menit setiap hari untuk merefleksikan:
        “Apa yang membuat saya merasa frustrasi hari ini?” atau
        “Bagaimana reaksi saya saat menerima kritik tadi?”
        Mengenali pemicu (triggers) adalah awal dari kendali diri.

        Langkah 2: Jeda Sebelum Bereaksi (The Rule of 6 Seconds).
        Saat menghadapi email yang menyinggung atau rekan kerja yang sulit, jangan langsung membalas.
        Berikan jeda 6 detik untuk menarik napas dalam. Waktu singkat ini cukup bagi otak rasional untuk mengambil alih
        kendali dari otak emosional, mencegah penyesalan di kemudian hari.

        Langkah 3: Asah Active Listening.
        Banyak orang mendengarkan hanya untuk menunggu giliran bicara. Ubah kebiasaan ini.
        Fokuslah sepenuhnya pada lawan bicara, perhatikan bahasa tubuhnya, dan jangan memotong.
        Mendengarkan dengan saksama adalah bentuk empati tertinggi yang membangun rasa hormat dalam tim.

        Langkah 4: Berlatih Menerima Kritik secara Objektif.
        Lihatlah umpan balik sebagai data, bukan serangan personal. Orang dengan EQ tinggi memisahkan identitas diri dari hasil kerja mereka.
        Tanyakan pada diri sendiri: “Apa bagian dari kritik ini yang bisa membuat kerja saya lebih baik?”
        Ini adalah kunci dari pertumbuhan (growth mindset).

        Langkah 5: Navigasi Konflik dengan Win-Win Solution.
        Alih-alih mencari siapa yang salah, fokuslah pada penyelesaian masalah.
        Gunakan kalimat “Saya merasa…” daripada “Kamu selalu…” untuk mengurangi sikap defensif lawan bicara.
        Komunikasi yang asertif tanpa agresivitas menunjukkan tingginya kematangan emosional Anda.

        Langkah 6: Bangun Kecerdasan Sosial.
        Cobalah untuk lebih peka terhadap dinamika di kantor. Perhatikan suasana hati tim sebelum memulai rapat besar.
        Kemampuan membaca situasi (reading the room) memungkinkan Anda menyesuaikan gaya komunikasi sehingga pesan Anda lebih mudah diterima.

        Penutup:
        Membangun EQ adalah perjalanan seumur hidup. Hasilnya tidak instan, tetapi dampaknya akan terasa pada kualitas hubungan profesional,
        kesehatan mental yang lebih baik, dan efektivitas kepemimpinan yang meningkat tajam.

        Refleksi Kerja Harian

        Kadang kita menjalani pekerjaan sehari-hari tanpa sempat benar-benar refleksi.
        Padahal, pengalaman kecil di kantor sering kali menyimpan cerita dan sudut pandang yang berbeda-beda.

        Setiap orang punya cara melihat tantangan kerja. Aku penasaran, kamu ada di posisi yang mana?

        Silakan jawab salah satu atau lebih pertanyaan di bawah ini yang paling relate dengan kondisi kamu saat ini.

        Setuju atau Tidak Setuju:

        Beban kerja di kantor sering kali nggak sebanding dengan waktu yang tersedia.

        Kalau SETUJU, apakah karena?

        • ⬜ Banyak task dadakan (jelaskan ya)
        • ⬜ Prioritas sering berubah (jelaskan ya)
        • ⬜ Resource tim terbatas (jelaskan ya)
        • ⬜ Alasan lain (jelaskan ya)

        Kalau TIDAK SETUJU, apakah karena?

        • ⬜ Planning sudah cukup jelas (jelaskan ya)
        • ⬜ Timeline masih realistis (jelaskan ya)
        • ⬜ Pembagian tugas sudah adil (jelaskan ya)
        • ⬜ Alasan lain (jelaskan ya)

        Setuju atau Tidak Setuju:

        Proses kerja di kantor sering bikin pekerjaan jadi lebih lama dari yang seharusnya.

        Kalau SETUJU, apakah karena?

        • ⬜ Terlalu banyak approval (jelaskan ya)
        • ⬜ Proses berlapis (jelaskan ya)
        • ⬜ Alur kerja kurang jelas (jelaskan ya)
        • ⬜ Alasan lain (jelaskan ya)

        Kalau TIDAK SETUJU, apakah karena?

        • ⬜ Proses memang perlu dijaga (jelaskan ya)
        • ⬜ Demi kualitas & akurasi (jelaskan ya)
        • ⬜ Sudah cukup efisien (jelaskan ya)
        • ⬜ Alasan lain (jelaskan ya)

        Setuju atau Tidak Setuju:

        Masalah di kantor lebih sering muncul karena miskomunikasi dibandingkan teknis kerja.

        Kalau SETUJU, karena?

        • ⬜ Informasi sering tidak lengkap (jelaskan ya)
        • ⬜ Koordinasi antar tim kurang (jelaskan ya)
        • ⬜ Ekspektasi tidak jelas (jelaskan ya)
        • ⬜ Alasan lain (jelaskan ya)

        Kalau TIDAK SETUJU, karena?

        • ⬜ Tim sudah cukup sinkron (jelaskan ya)
        • ⬜ Tools komunikasi sudah membantu (jelaskan ya)
        • ⬜ Masalah lebih ke teknis (jelaskan ya)
        • ⬜ Alasan lain (jelaskan ya)

        Setuju atau Tidak Setuju:

        Banyak keputusan di kantor sebenarnya bisa dibuat lebih cepat.

        Kalau SETUJU, karena?

        • ⬜ Terlalu banyak pihak terlibat (jelaskan ya)
        • ⬜ Diskusi terlalu panjang (jelaskan ya)
        • ⬜ Takut ambil risiko (jelaskan ya)
        • ⬜ Alasan lain (jelaskan ya)

        Kalau TIDAK SETUJU, karena?

        • ⬜ Keputusan harus matang (jelaskan ya)
        • ⬜ Risiko cukup besar (jelaskan ya)
        • ⬜ Perlu banyak pertimbangan (jelaskan ya)
        • ⬜ Alasan lain (jelaskan ya)

        Setuju atau Tidak Setuju:

        Job desc di kantor sering berkembang di luar yang tertulis.

        Kalau SETUJU, karena?

        • ⬜ Banyak peran tambahan (jelaskan ya)
        • ⬜ Kebutuhan tim berubah (jelaskan ya)
        • ⬜ Kondisi lapangan dinamis (jelaskan ya)
        • ⬜ Alasan lain (jelaskan ya)

        Kalau TIDAK SETUJU, karena?

        • ⬜ Role sudah jelas dari awal (jelaskan ya)
        • ⬜ Batas tanggung jawab tegas (jelaskan ya)
        • ⬜ Struktur tim rapi (jelaskan ya)
        • ⬜ Alasan lain (jelaskan ya)

        πŸ’¬ Nggak ada jawaban benar atau salah.
        Pilih yang paling relate dan ceritakan sedikit alasan kamu di kolom reply.

    Viewing 0 reply threads
    • You must be logged in to reply to this topic.

    Peringkat Top Contributor

    1. #1
      Joko Siyamto
      Points: 219
    2. #2
      Lia
      Points: 172
    3. #3
      ENING AYU PRIHATININGSIH
      Points: 107
    4. #4
      Penjualan - Lamongan
      Points: 92
    5. #5
      Asta Sa'iid Mahanani
      Points: 52

    Artikel dengan topic tag terkait:

    Tidak ada tag untuk topik saat ini.

    Image

    Bergabung & berbagi bersama kami

    Terhubung dan dapatkan berbagai insight dari pengusaha serta pekerja mandiri untuk perluas jaringan bisnis Anda!