Home / Topics / Finance & Tax / Menkeu Purbaya: Pembenahan Iklim Investasi Jadi Kunci Akselerasi Ekonomi
- This topic has 4 replies, 3 voices, and was last updated 1 month, 1 week ago by
AKHMAD SYAHREZA.
Menkeu Purbaya: Pembenahan Iklim Investasi Jadi Kunci Akselerasi Ekonomi
December 8, 2025 at 8:58 am-
-
Up::0
Pernyataan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengenai pentingnya pembenahan iklim investasi menurut saya menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah mulai menyoroti tantangan struktural yang selama ini menghambat masuknya modal asing maupun ekspansi investasi domestik. Fakta bahwa Indonesia masih tertinggal dari negara-negara tetangga—seperti Vietnam, Thailand, Singapura, dan Malaysia—sebenarnya bukan isu baru, namun contohnya semakin terlihat jelas, salah satunya dari keputusan Nvidia memilih Malaysia sebagai lokasi investasi teknologi maju. Ini menunjukkan bahwa daya saing kita masih memerlukan perbaikan mendasar, terutama dalam aspek kepastian regulasi, efisiensi birokrasi, dan stabilitas kebijakan.
Pembentukan Task Force Debottlenecking menjadi langkah yang cukup strategis, terutama karena pemerintah ingin menjadikan kondisi lapangan sebagai acuan utama penyusunan kebijakan. Selama ini, banyak regulasi yang lahir dari meja birokrasi, bukan dari realita yang dihadapi pelaku usaha. Dengan model bottom-up seperti ini, peluang keberhasilan kebijakan menjadi jauh lebih besar. Apalagi Menkeu menyatakan kesediaannya memimpin langsung sidang debottlenecking secara berkala, bahkan mengalokasikan satu hari penuh untuk proses tersebut. Ini menunjukkan komitmen yang tidak hanya bersifat politis, tetapi juga operasional.
Melihat rekam jejak pemerintahan sebelumnya yang pernah menyelesaikan 193 kasus debottlenecking senilai Rp 894 triliun (2016–2019), ada alasan untuk optimis. Jika mekanisme ini dimaksimalkan kembali, perbaikan ekosistem investasi bisa terjadi jauh lebih cepat dan lebih terukur. Pendekatan “dari lapangan ke regulasi” seperti yang disampaikan Menkeu merupakan pola yang sebenarnya sudah lama diharapkan pelaku usaha, mengingat seringnya kebijakan top–down tidak menyentuh akar masalah.
Selain itu, fokus pemerintah pada pengetatan pengawasan barang ilegal impor juga menjadi poin penting. Jika pasar domestik terus dibanjiri barang yang tidak melalui jalur resmi, industri lokal akan selalu berada dalam posisi kalah. Penindakan terhadap barang bekas ilegal di perbatasan adalah langkah logis untuk melindungi kapasitas industri dalam negeri. Ketika pasar domestik kuat, permintaan terjaga, dan industri terlindungi, investasi akan lebih tertarik masuk—karena ekosistemnya sehat.
Dengan kombinasi kolaborasi fiskal–moneter, perbaikan iklim investasi, serta perlindungan pasar domestik, target pertumbuhan ekonomi 6% di tahun depan hingga 8% dalam kurun 4–5 tahun tentu ambisius. Namun, target ini masih masuk akal jika konsistensi kebijakan benar-benar terjaga dan hambatan-hambatan struktural dapat diselesaikan secara sistematis.
Bagi saya, inti dari pernyataan Menkeu sebenarnya adalah ajakan untuk memperbaiki cara kerja kebijakan ekonomi: lebih responsif, lebih grounded pada realita lapangan, dan lebih siap menyesuaikan regulasi dengan dinamika industri.
Pertanyaan untuk rekan-rekan FINTAX Community:
Menurut Anda, hambatan terbesar apa yang selama ini paling menghalangi arus investasi masuk ke Indonesia: birokrasi, kepastian hukum, infrastruktur, atau faktor SDM?
Apakah pendekatan debottlenecking yang dipimpin langsung oleh Menkeu cukup efektif untuk memperbaiki iklim investasi, atau diperlukan perubahan regulasi yang lebih fundamental?
Bagaimana pendapat Anda tentang target pertumbuhan ekonomi 6–8%? Terlalu optimis atau realistis?
Sangat menarik mendengar pandangan dari komunitas, terutama dari teman-teman yang berkecimpung langsung dalam sektor keuangan, perpajakan, atau investasi. -
Analisisnya sangat komprehensif. Saya setuju bahwa isu terbesar bukan sekadar insentif investasi, tapi konsistensi regulasi. Karena tanpa kepastian, bahkan fasilitas pajak paling menarik pun tidak cukup untuk mengimbangi risiko ketidakpastian kebijakan.
-
Pendekatan debottlenecking memang menjanjikan, apalagi kalau benar-benar berbasis fakta lapangan. Namun keberhasilannya sangat bergantung pada koordinasi antar–kementerian. Selama ego sektoral belum dibereskan, hambatan akan tetap muncul di titik yang sama.
-
Target pertumbuhan ekonomi memang ambisius, tapi bukan tidak mungkin—asal pemerintah benar-benar konsisten menuntaskan masalah struktural. Kuncinya di policy discipline: kebijakan harus stabil, birokrasi harus cepat, dan implementasi harus terukur.
-
Soal pilihan negara seperti Nvidia ke Malaysia, itu sebenarnya cermin bahwa ekosistem kita belum matang. Bukan sekadar soal insentif, tapi kualitas SDM, kepastian hukum, dan ease of doing business yang masih tertinggal. Ini PR besar kalau ingin mengejar target pertumbuhan 6–8%.
-
so helpful!
-
- You must be logged in to reply to this topic.
Login terlebih dahulu , untuk memberikan komentar.
Thread terkait
-
Pemerintah Perketat Restitusi Pajak Bermasalah, Penerimaan Negara Melonjak 16,1%Pemerintah akan menahan sementara pencairan restitusi pajak yang dinilai bermasalah atau belum terverifikasi guna mencegah potensi kebocoran penerimaan negara. Meski demikian, pemerintah…22 May 2026 • Finance & TaxTerkait:purbaya
-
Perusahaan Multinasional Omzet Rp 15 Triliun Wajib Masuk Skema Pajak Minimum GlobalDirektorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi menetapkan ketentuan teknis pelaksanaan Pajak Minimum Global atau Global Anti-Base Erosion Rules (GloBE) bagi…13 May 2026 • Finance & TaxTerkait:menkeu
-
Bukan Lagi Rp 5 Miliar, Batas Maksimal Restitusi PPN Kini Diturunkan Jadi Rp 1 MiliarPemerintah kembali merevisi aturan terkait percepatan restitusi pajak pertambahan nilai (PPN) melalui penerbitan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 28 Tahun 2026. Regulasi…6 May 2026 • Finance & TaxTerkait:purbaya ekonomi
-
Ditjen Pajak Kemenkeu Resmi Perpanjang Batas Lapor SPT Badan hingga 31 Mei 2026Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi memberikan kelonggaran batas waktu penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh)…6 May 2026 • Finance & TaxTerkait:menkeu purbaya
-
Pajak Kripto Tembus Rp 1,96 Triliun Sejak 2022, Segini Sumbangan IndodaxPenerimaan pajak dari transaksi aset kripto terus menunjukkan tren meningkat sejak pertama kali diberlakukan pada 2022. Hingga Februari 2026, total pajak kripto…8 May 2026 • Finance & TaxTerkait:investasi kunci ekonomi
-
Purbaya Mau Revisi Aturan Restitusi Pajak, Rencanakan Berlaku 1 Mei 2026Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan merevisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait dengan pengembalian lebih bayar pajak atau restitusi pajak. Hal ini sejalan dengan…15 Apr 2026 • Finance & TaxTerkait:menkeu purbaya ekonomi
-
Trending Perpajakan Minggu Ini: Core Tax Normal & 13 Layanan Pajak Baru”Dalam kerangka akuntansi akrual dan perspektif perpajakan, Accounts Payable (AP) dan Accounts Receivable (AR) tidak hanya berdampak pada laporan posisi keuangan, tetapi…9 Apr 2026 • Finance & TaxAllTerkait:kunci
-
PMK 100/2025 dan Tantangan Implementasi Akuntansi Berbasis AkrualPMK 100/2025 tentang Kebijakan Akuntansi Pemerintah Pusat menurut saya merupakan langkah penting dalam memperkuat fondasi tata kelola keuangan negara, khususnya di era…21 Apr 2026 • Finance & TaxAllTerkait:investasi
-
PMK 112/2025 dan 6 Instrumen Pencegahan Penyalahgunaan P3BPMK 112/2025 menjadi regulasi yang sangat menarik untuk dicermati, khususnya terkait penguatan instrumen pencegahan penyalahgunaan Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B). Ketentuan dalam…9 Apr 2026 • Finance & TaxAllTerkait:ekonomi
-
Bea Keluar Batu Bara 5%–11%: Tantangan Implementasi dan DampaknyaRencana pemerintah mengenakan bea keluar atas ekspor batu bara dengan tarif progresif 5%–11% sebagaimana disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menurut saya…9 Apr 2026 • Finance & TaxAllTerkait:purbaya investasi
-
PMK 115/2025: Fleksibilitas Fiskal atau Sinyal Tekanan Penerimaan Negara?Terbitnya PMK 115/2025 yang merevisi PMK 179/2022 menarik untuk dicermati lebih dalam, khususnya dalam konteks penerimaan negara yang sedang mengalami tekanan. Regulasi…14 Apr 2026 • Finance & TaxAllTerkait:ekonomi
-
Trending Perpajakan Minggu Ini: Core Tax Normal & 13 Layanan Pajak Baru”Minggu ini, dunia perpajakan Indonesia dipenuhi oleh dua topik yang menjadi perbincangan hangat di kalangan wajib pajak, konsultan, dan praktisi pajak: pemulihan…9 Dec 2025 • Finance & TaxAllTerkait:purbaya investasi ekonomi
