Apakah anda mencari sesuatu?

Perubahan Tarif PPh 21 di 2024, Jadi Seperti Apa?

January 30, 2024 at 3:06 pm
image
    • Image 3 replies
      Image 278 views
      Jaihan Salsabilla
      Keymaster
        Up
        16
        ::


        Direktorat Jenderal Pajak (DJP) telah resmi mengubah formula perhitungan baru Tarif Efektif Rata-Rata (TER) untuk tarif Pajak Penghasilan atau PPh 21 mulai Januari 2024.
        Formula TER ini digunakan untuk menghitung besaran potongan PPh 21 selama periode 11 bulan pertama, alias dari Januari sampai November saja. Sedangkan untuk di bulan Desember, besaran pajaknya tetap mengikuti formula tarif pajak lama.

        Emang biar apa yaa itungannya pake diubah-ubah…

        Infonya sih perhitungan pajak yang lama itu terlalu rumit karena tiap bulan harus ngitung ulang potongan besaran pajaknya. Nah, kalo yang baru udah ga perlu ngitung ulang lagi deh soalnya pemerintah udah ngatur pembagiannya ke dalam tiga kategori (A, B, dan C) , sesuai status karyawan dan range sesuai pendapatan bruto pada bulan tersebut.

        Terus kan tarif skemanya ada yang TER Bulanan sama TER Harian, itu apa lagi plis banget ini mah…

        1. Tarif Efektif Bulanan

        • TER A = PTKP : TK/0 (54 juta); TK/1 & K/0 (58,5 juta)
        • TER B = PTKP : TK/2 & K/1 (63 juta); TK/3 & K/2 (67,5 juta
        • TER C = PTKP : K/3 (72 juta)

        2. Tarif Efektif Harian

        • Penghasilan Bruto Harian <= Rp450 ribu -> 0% x Ph Bruto Harian
        • Penghasilan Bruto Harian > Rp450 ribu – Rp2,5 juta -> 0,5% x Ph Bruto Harian

        Tapi sebenernya apa sih perbedaan perhitungan yang lama sama TER ini?

        Oke, jadi kalo yang lama hitungannya kayak gini :

        1. Setiap masa pajak, kecuali masa pajak terakhir :

        • (Penghasilan Bruto Sebulan – Biaya Jabatan – Iuran pensiun Disetahunkan – PTKP) x Tarif Pasal 17 UU PPh dibagi 12

        2. Perhitungan masa pajak terakhir:

        • PPh 21 Setahun = (Penghasilan Bruto Setahun – Biaya Jabatan – Iuran Pensiun – PTKP) x Tarif Pasal 17 UU PPh; dan
        • PPh 21 Masa Pajak Terakhir = PPh Pasal 21 Setahun – PPh Pasal 21 Januari sampai November

        Terus, kalo yang baru alias si TER gini nih:

        1. Setiap masa pajak, kecuali masa pajak terakhir :

        • Penghasilan Bruto Sebulan x TER Bulanan

        2. Perhitungan masa pajak terakhir:

        • PPh 21 Masa Pajak Terakhir = (Penghasilan Bruto Setahun – Biaya Jabatan – Iuran Pensiun – PTKP Setahun) x Tarif Pasal 17 UU PPh; dan
        • PPh 21 Masa Pajak Terakhir = PPh 21 Setahun – PPh 21 Januari sampai November

        Nah, supaya lebih mudah untuk memahami, boleh dong disimak contoh perhitungannya:

        Dika bekerja pada perusahaan PT XYZ dan memperoleh gaji sebulan Rp8.000.0000,00 per bulan serta membayar iuran pensiun sebesar Rp100.000,00 per bulan. Dika berstatus belum menikah dan tidak memiliki tanggungan (PTKP TK/0). Bagaimana perhitungan TER PPh 21 terbarunya?

        • Pemotongan PPh 21 (Periode Januari – November)

        Dengan status PTKP TK/0 dan penghasilan bruto sebesar Rp8 juta per bulan, pemotongan PPh 21 atas penghasilan Dika untuk bulan Januari hingga November 2024 menggunakan TER kategori A dengan tarif sebesar 1,5%

        PPh 21 per Bulan = Penghasilan Bruto per Bulan x TER Bulanan 

                = Rp8 juta x 1,5% = Rp 120 ribu

        • Pemotongan PPh 21 (Periode Desember)

        Penghasilan Bruto per Tahun = Rp 8 juta x 12 = Rp 96 juta

        Pengurangan
        1. Biaya Jabatan = 5% x Penghasilan Bruto per Tahun = Rp 4,8 juta
        2. Iuran Pensiun = Rp100 ribu x 12 = Rp1,2 juta
        Total Biaya Pengurang = Biaya Jabatan + Iuran Pensiun = Rp6 juta

        Penghasilan Neto per Tahun = Penghasilan Bruto per Tahun – Total Biaya Pengurang
        = Rp96 juta – Rp6 juta = Rp90 juta

        PTKP Setahun = Rp54 juta

        PKP Setahun = Rp36 juta

        PPh 21 setahun = Tarif Pasal 17 ayat (1) huruf a UU PPh x PKP Setahun
        = 5% x Rp36 juta = Rp1,8 juta

        PPh 21 Bulan Desember = PPh 21 setahun – (PPh 21 Januari hingga November)
        = Rp1,8 juta – (Rp120 ribu x 11) = Rp480 ribu

        Sehingga, total PPh 21 setahun yang dibayarkan Dika dengan PPh 21 terbaru adalah :
        = (PPh 21 Januari hingga November) + PPh 21 Bulan Desember
        = (Rp120 ribu x 11) + Rp480ribu
        = Rp1,8 juta.

         

      • Image 3 replies
        Image 278 views
        Jaihan Salsabilla
        Keymaster

          Nah, ini tabel TER untuk setiap kategori, kira-kira kamu masuk ke kategori yang mana? 😀

        • Image 3 replies
          Image 278 views
          Jaihan Salsabilla
          Keymaster

          • Image 3 replies
            Image 278 views
            Jaihan Salsabilla
            Keymaster

              Anyway, sekarang DJP juga sudah menyediakan kalkulator untuk menghitung PPh 21 ini loh yang bisa kamu akses di https://kalkulator.pajak.go.id/

          Viewing 3 reply threads
          • You must be logged in to reply to this topic.
          Image

          Bergabung & berbagi bersama kami

          Terhubung dan dapatkan berbagai insight dari pengusaha serta pekerja mandiri untuk perluas jaringan bisnis Anda!