- This topic has 9 replies, 3 voices, and was last updated 2 weeks ago by
Lia.
2025 Saya Masih Hidup Sebuah Kisah Penutup Akhir Tahun 2025
January 2, 2026 at 8:56 am-
-
Up::0
“SAYA MASIH HIDUP”
Pada sebuah pesta akhir tahun 2025 yang dihadiri oleh para pejabat dan pengusaha, seorang pria tua Pensiunan diminta naik ke panggung dan dengan bantuan tongkat lalu duduk di kursinya.
Pemandu acara bertanya ;
“Apakah Anda masih sering pergi ke dokter ?”Pria tua itu menjawab ;
“Ya, saya sering pergi ke dokter !”Pemandu acara bertanya ;
“Mengapa ?”Pria tua itu berkata ;
“Pasien harus sering pergi ke dokter, hanya dengan begitu dokter dapat bertahan hidup !”Penonton bertepuk tangan atas bahasa lucu pria tua itu.
Pemandu acara bertanya lagi ;
“Apakah Anda pergi ke Apotek lagi ?”Pria tua itu menjawab ;
“Tentu saja, karena Apoteker & Asistennya juga harus hidup.”Hal ini membuat penonton semakin bertepuk tangan.
Pemandu acara kemudian bertanya lagi ;
“Jadi, apakah Anda benar-benar memakan obat yang diberikan Apoteker ?”Pria tua itu berkata ;
“Tidak, Saya sering membuangnya karena saya juga harus hidup !”Hal ini membuat penonton semakin tertawa.
Akhirnya pembawa acara berkata ;
“Terima kasih, sudah datang untuk wawancara ini”Pak tua itu menjawab ;
“Sama-sama. Saya tahu, Anda juga harus hidup !”😁
Hal ini membuat penonton tertawa ter-bahak² dan bersorak lama.
Pembawa acara bertanya lagi ;
“Apakah Anda sering aktif di grup WhatsApp Anda ?”Pak tua itu menjawab ; “Ya, saya terus mengirim pesan karena saya juga ingin hidup !.
Jika saya tidak aktif, maka teman2 mengira saya sudah mati dan admin grup akan mengeluarkan saya dari Group Whatsapp !”Dari lelucon ini mendapat tempat pertama di dunia, karena semua orang perlu hidup !.
Beri tahu ke teman bahwa Anda masih hidup, bahagia, dan sehat dg cara aktif di WA-Group atau menulis seperti saya ini, yang menunjukkan WIDDY FERDIANSYAH, MASIH HIDUP.
Selamat Tinggal Tahun 2025
Selamat Datang Tahun 2026Semoga kisah penutup akhir tahun 2025 ini bisa membawa kita untuk bisa terus hidup dan memanfaatkan kehidupan ini untuk kebaikan.
#AkhirTahun
-
Sebagai penutup, saya merasa tulisan ini mengajak kita untuk menyambut tahun 2026 dengan kesadaran baru: bahwa hidup bukan hanya tentang bertahan, tetapi juga tentang memberi makna. Semoga ke depannya Kak Widdy terus menulis kisah-kisah reflektif seperti ini yang mampu menghibur sekaligus mengajak pembaca berpikir lebih dalam. Terima kasih sudah berbagi, Kak 🙏
-
Saya juga penasaran, apakah tokoh pria tua ini terinspirasi dari pengalaman nyata atau hanya simbol fiktif untuk menyampaikan pesan moral? Jika terinspirasi dari kisah nyata, tentu akan sangat menarik untuk mengetahui latar belakangnya.
-
Selain itu, menurut Kak Widdy, bagaimana cara terbaik agar kita bisa “masih hidup” secara makna, bukan hanya secara fisik atau digital? Apakah dengan terus berkarya, berbagi cerita, atau cukup dengan menjalani hidup yang bermanfaat bagi sekitar?
-
Saya juga tertarik dengan bagian tentang WhatsApp Group. Di era digital, keaktifan di grup ternyata bisa menjadi simbol keberadaan seseorang. Jika tidak aktif, kita bisa “dianggap hilang”. Ini menurut saya sangat relevan dengan kehidupan sosial saat ini, di mana eksistensi sering diukur dari kehadiran di dunia maya.
-
Pertanyaan saya, Kak Widdy, apakah kisah ini memang sengaja dibuat untuk menyindir cara manusia modern mencari pengakuan eksistensi melalui media sosial dan grup digital? Ataukah ini lebih kepada ajakan sederhana agar kita tetap menjaga hubungan sosial, sekecil apa pun bentuknya?
-
Bagian tentang dokter dan apotek terasa lucu, tetapi di sisi lain menyentil realitas bahwa sistem kehidupan modern sering kali membuat manusia seperti “objek” yang terus berputar dalam rutinitas. Dari sini saya menangkap pesan bahwa kita perlu lebih bijak memilah mana yang benar-benar kita butuhkan untuk hidup sehat, dan mana yang hanya sekadar formalitas.
-
Tokoh pria tua dalam cerita ini menurut saya merepresentasikan kebijaksanaan yang lahir dari pengalaman hidup panjang. Jawaban-jawabannya yang sederhana namun cerdas seolah mengingatkan kita bahwa hidup bukan hanya soal aturan medis, prosedur, atau formalitas sosial, tetapi juga soal kesadaran diri untuk tetap bertahan dan menikmati hidup dengan caranya sendiri.
-
Terima kasih Kak Widdy atas kisah penutup akhir tahun 2025 yang dibagikan. Tulisan ini terasa ringan, lucu, tetapi sebenarnya menyimpan makna yang cukup dalam tentang kehidupan, eksistensi, dan cara manusia ingin tetap “dianggap ada” di tengah lingkungan sosialnya. Saya membaca kisah ini bukan hanya sebagai humor, tetapi juga sebagai kritik halus terhadap kebiasaan kita sehari-hari.
-
Pak tua ini ngajarin kita satu hal sederhana tapi penting: hidup itu untuk dinikmati, dan jangan lupa tunjukkan kita masih hidup, baik lewat tawa, lelucon, atau sekadar aktif memberi kabar di grup WA! 😄✨ Selamat tinggal 2025, selamat datang 2026. Mari hidup lebih bahagia, lebih sadar, dan tetap membuat orang lain tersenyum.
-
- You must be logged in to reply to this topic.
Login terlebih dahulu , untuk memberikan komentar.
Peringkat Top Contributor
- #1 ENING AYU PRIHATININGSIHPoints: 107
- #2 Finance AyuPoints: 107
- #3 Joko SiyamtoPoints: 107
- #4
TIURPoints: 105 - #5
KASPAR PURBAPoints: 84
Artikel dengan topic tag terkait:
Tag : All
- Kuis Spesial Menyambut Tahun Baru 2025!11 December 2024 | General
- Mekari Community Giveaway Tiket Mekari Conference 202423 July 2024 | General
- 7 Hari Perjalanan Kecil Menuju Versi Terbaikmu16 September 2025 | General
- Suara Rakyat, Antara Harapan dan Tantangan4 September 2025 | General
- Pemimpin yang Jarang Ada19 September 2025 | General