- This topic has 4 replies, 2 voices, and was last updated 1 week ago by
Lia.
Cinta, Kekayaan, Kecantikan, Kesedihan, Kegembiraan
January 15, 2026 at 2:08 pm-
-
Up::0
Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak, yaitu : ada CINTA, KEKAYAAN, KECANTIKAN , KESEDIHAN, KEGEMBIRAAN dan sebagainya.
Awalnya mereka hidup berdampingan dengan baik dan saling melengkapi.
Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik semakin tinggi dan akan menenggelamkan pulau itu.
Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri.CINTA sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air makin naik membasahi kaki CINTA.
Tak lama CINTA melihat KEKAYAAN sedang mengayuh perahu.
“KEKAYAAN! KEKAYAAN! Tolong aku!” teriak CINTA.Lalu apa jawab KEKAYAAN, “Aduh! Maaf, CINTA!” kata KEKAYAAN. “Perahu ku
telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini.” Lalu KEKAYAAN cepat-cepat mengayuh perahunya pergi meninggalkan CINTA tenggelam.CINTA sedih sekali, namun kemudian dilihatnya KEGEMBIRAAN lewat dengan perahunya. “KEGEMBIRAAN! Tolong aku!”, teriak CINTA. Namun apa yang terjadi,KEGEMBIRAAN terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tuli tak mendengar teriakan CINTA.
Air makin tinggi membasahi CINTA sampai ke pinggang dan CINTA semakin panik. Tak lama lewatlah KECANTIKAN. “KECANTIKAN! Bawalah aku bersamamu!”, teriak CINTA. Lalu apa jawab KECANTIKAN, “Wah, CINTA, kamu basah dan kotor.Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini.” Sahut KECANTIKAN.
CINTA sedih sekali mendengarnya. CINTA mulai menangis terisak-isak.
Apa kesalahanku, mengapa semua orang melupakan aku. Saat itu lewatlah KESEDIHAN. Lalu CINTA memelas, “Oh, KESEDIHAN, bawalah aku bersamamu”, kata CINTA. Lalu apa kata KESEDIHAN, “Maaf, CINTA. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja…”, kata
KESEDIHAN sambil terus mengayuh perahunya.CINTA putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya. CINTA terus berharap kalau dirinya dapat diselamatkan.
Lalu ia berdoa kepada Tuhannya, oh Tuhan tolonglah aku, apa jadinya dunia tanpa aku, tanpa CINTA? Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara, “CINTA! Mari cepat naik ke perahuku!” CINTA menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua reyot berjanggut putih
panjang sedang mengayuh perahunya. Lalu Cepat-cepat CINTA naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya.Kemudian di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan CINTA dan segera pergi lagi. Pada saat itu barulah CINTA sadar, bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang baik hati menyelamatkannya itu. CINTA segera menanyakannya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang tua itu.
Oh, orang tua tadi? Dia adalah “WAKTU”, kata orang itu. Lalu CINTA bertanya “Tapi, mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman-teman yang mengenalku pun enggan menolongku”, tanya CINTA heran.
Sebab, kata orang itu,hanya WAKTU lah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari CINTA itu.
-
Cerita ini mengingatkan kita untuk tidak meremehkan CINTA, baik memberi maupun menerimanya. Karena pada akhirnya, hanya WAKTU yang akan membuktikan bahwa CINTA adalah hal paling penting yang menyelamatkan dunia ❤️
-
Sosok WAKTU mengajarkan bahwa nilai sejati dari CINTA tidak bisa diukur secara instan. Dibutuhkan proses, kesabaran, dan perjalanan panjang untuk memahami betapa berharganya CINTA bagi kehidupan
-
Bagian ketika CINTA ditolak satu per satu benar-benar menjadi cermin hidup. Dalam kondisi terendah, justru banyak hal yang kita andalkan pergi meninggalkan kita, dan kita belajar siapa yang benar-benar berarti.
-
Kisah ini sangat menyentuh karena menggambarkan bagaimana CINTA sering kali diabaikan saat keadaan sulit. Kekayaan, kecantikan, dan kegembiraan ternyata tidak selalu hadir ketika badai kehidupan datang.
-
- You must be logged in to reply to this topic.
Login terlebih dahulu , untuk memberikan komentar.
Artikel terkait
-
Product Refreshment Mekari Jurnal 202612 Feb 2026 • FinanceWebinar
-
Integrated Customer Platform, One Solution to Unified Company’s Workflow12 Feb 2026 • SegmentedOffline
-
Employee Financial Wellness Playbook: Accessible Salary as Benefit Today12 Feb 2026 • SegmentedOffline
-
Review Akuntansi: Mengoptimalkan Kinerja Keuangan dan Operasional untuk Pertumbuhan Perusahaan9 Feb 2026 • SegmentedWebinar
-
Panduan dan Demo Interaktif Fitur Mekari Expense, Solusi Manajemen Biaya Operasional Bisnis6 Feb 2026 • SegmentedOffline
-
Chatbot Experience: Setup & Optimasi Chatbot AI untuk Bisnis4 Feb 2026 • SegmentedWebinar