- This topic has 10 replies, 3 voices, and was last updated 1 month, 2 weeks ago by
Lia.
Innovation War
December 29, 2025 at 10:27 am-
-
Up::0
Jaman sekarang, perubahan itu terjadi dengan cepat dan tanpa prediksi. Ada yang terluka dan ada gugur di medan laga hidup. Bagi yang berjaya, barangkali kini terasa makin nyaman dan untuk itu kita layak memberikan kecupan hangat pada para inovator yang telah mempersembahkan aneka produk inovatif di hadapan kita.
Kisah inovasi yang ditorehkan dengan tinta emas mungkin akan dinikmati oleh mereka yang memang senantiasa dapat meracik beragam produk baru yang inovatif. Namun bagi sebagian yang lain, perang inovasi ibarat padang kurusetra, yaitu tempat dimana mereka terpanah penuh luka dan akhirnya gugur di medan laga. Dunia tak kekurangan dengan korban-korban yang terpelanting dalam laga inovasi yang brutal itu. Kita disini mau mencatat tiga contoh diantaranya adalah:
Yang pertama adalah dalam arena kamera digital.
Dulu sebelum kamera digital menjadi sesuatu yang lumrah, kita mengenal produk bernama Kodak sebagai sang dewa. Setiap kali Anda pergi 4 liburan bersama teman atau kerabat, pasti kotak film bermerk Kodak itu nyangkut di tas Anda. Namun perkembangan teknologi kamera digital telah menghempaskan mereka dalam puing sejarah yang usang. Kodak tidak cepat merespon perubahan yang mematikan ini, dan kini mereka tinggal menunggu peti mati untuk beranjak tidur selamanya.
Yang kedua adalah telepon rumah.
Dulu bisnis ini menjadi sumber mesin uang bagi Telkom, sang penguasanya. Namun kini ketika handphone atau HP telah ada dimana-mana, frekuensi penggunaan telepon menurun drastic. Di rumah pun banyak orang yang kini lebih memilih memakai handphone daripada telepon rumah yang jadul itu. Dan itulah yang terjadi penurunan pendapatan Telkom dari bisnis telpon rumah lebih cepat daripada yang mereka prediksi. Bisnis telepon rumah kemudian menjelma menjadi bisnis yang stagnan dan bagian dari sejarah masa silam.
Yang ketiga adalah sepeda motor.
Pada perang inovasi di bisnis sepeda motor. Dulu, produsen motor Suzuki selalu menempel ketat sang penguasa pasar, yaitu Honda, bersama rival terdekatnya yakni Yamaha. Namun ketika Yamaha menggebrak dengan produk inovatif bernama skutik Mio, 5 sponsor Valentino Rossi ini terbang melesat bersama Honda– yang terus berinovasi agar tak tersalip. Yang kemudian tertinggal dalam sembilu kepedihan adalah Suzuki. Gebrakan inovasi Yamaha, yang segera kemudian disusul oleh Honda, telah membuat Suzuki terpelanting dan terkaing-kaing. Kita sekarang menyaksikan banyak dealer motor Suzuki yang tutup, dan pangsa pasar mereka terus menurun. Kita tidak tahu sampai kapan Suzuki akan terus mengalami penderitaan yang menyakitkan ini.
Tiga kasus diatas telah menyodorkan eksemplar yang begitu jelas yaitu tanpa spirit inovasi, sebuah produsen bisa tergolek kehilangan raga. Proses ini mungkin menjadi kian dramatis dalam bisnis yang melibatkan teknologi yang bergerak dengan cepat (seperti tiga kasus diatas). Ketajaman mengendus tren pasar, tim pengembangan produk (product development) yang unggul serta budaya inovasi yang mengakar, adalah sejumlah elemen dasar yang perlu dibentangkan jika sebuah organisasi ingin terus bisa bertahan dalam laga inovasi yang terus berjalan tanpa henti. Tanpa bekal itu semua, sebuah organisasi bisa terjebak dan sekarat. Bagi mereka, perang inovasi bisa menjelma menjadi drama yang menyakitkan, dan membuat mereka terkubur lenyap dalam kesunyian.
Oleh karena itu, suatu organisasi atau bisnis harus memiliki kesadaran akan INOVASI dan ADAPTIF agar bisnis terus berjalan ditengah era disrupsi ini.
Tetap semangat kawan – kawan.
-
Selain itu, menurut Ka Kaspar, bagaimana peran individu (karyawan atau mahasiswa yang kelak masuk dunia kerja) dalam menghadapi perang inovasi ini? Apakah cukup dengan mengikuti perubahan, atau justru kita dituntut untuk menjadi agen perubahan itu sendiri, meskipun berada dalam sistem yang belum sepenuhnya adaptif?
-
Sekali lagi terima kasih Ka Kaspar atas insight yang sangat bermakna. Tulisan ini menjadi pengingat bahwa di era disrupsi, hanya mereka yang sadar akan inovasi dan mau beradaptasi yang mampu bertahan dan terus relevan.
-
Pertanyaan saya untuk Ka Kaspar, bagaimana cara organisasi besar yang sudah mapan membangun budaya inovasi tanpa harus menghancurkan struktur yang sudah berjalan? Apakah perubahan harus dimulai dari level pimpinan, atau justru dari unit-unit kecil di dalam organisasi sebagai innovation lab?
-
Menurut saya, poin paling penting dari tulisan ini adalah penekanan pada budaya inovasi yang mengakar dalam organisasi. Tanpa budaya yang mendukung eksperimen, kreativitas, dan pembelajaran dari kegagalan, inovasi hanya akan menjadi jargon, bukan praktik nyata. Budaya inilah yang membedakan organisasi yang adaptif dengan yang stagnan.
-
Sementara itu, contoh Suzuki di industri sepeda motor menunjukkan betapa pentingnya kecepatan dalam merespons inovasi pesaing. Yamaha dan Honda mampu membaca kebutuhan pasar akan skutik yang praktis, sedangkan Suzuki terlihat terlambat mengambil langkah strategis. Dari kasus ini, terlihat bahwa inovasi juga berkaitan erat dengan keberanian mengambil risiko dan kecepatan eksekusi.
-
Contoh kasus Kodak menjadi pelajaran yang sangat relevan. Ironisnya, Kodak sebenarnya memiliki teknologi kamera digital lebih awal, namun kurang berani mengubah model bisnisnya karena terlalu nyaman dengan kesuksesan film analog. Dari sini saya melihat bahwa musuh terbesar inovasi bukan hanya keterbatasan teknologi, tetapi juga rasa aman dan ketakutan untuk meninggalkan zona nyaman.
-
Kasus telepon rumah Telkom juga menarik, karena menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu berarti teknologi baru, tetapi juga perubahan perilaku konsumen. Ketika masyarakat beralih ke handphone, bisnis telepon rumah kehilangan relevansinya. Hal ini menegaskan bahwa organisasi harus peka terhadap perubahan kebiasaan pasar, bukan hanya fokus pada aset atau infrastruktur yang sudah ada.
-
Saya sangat tertarik dengan analogi “perang inovasi” yang Ka Kaspar sampaikan. Analogi ini terasa kuat karena memang dalam dunia bisnis saat ini, siapa yang terlambat beradaptasi akan tersingkir tanpa kompromi. Tidak peduli seberapa besar atau kuat sebuah perusahaan di masa lalu, jika gagal membaca perubahan, maka kehancuran bisa datang lebih cepat dari yang dibayangkan.
-
Terima kasih Ka Kaspar atas tulisan Innovation War yang sangat reflektif dan membuka wawasan. Tulisan ini menggambarkan dengan jelas bahwa inovasi bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan bagi organisasi dan bisnis yang ingin bertahan di tengah perubahan zaman yang begitu cepat dan sering kali tidak terduga.
-
Dunia bisnis itu medan laga inovasi. Mereka yang terus berinovasi bertahan, mereka yang lengah tersingkir. Kodak, Telkom, Suzuki, mereka mengajarkan satu hal: tanpa adaptasi dan inovasi, kematian bisnis hanyalah soal waktu.
Kunci bertahan? Ketajaman membaca tren, tim pengembangan produk yang kuat, dan budaya inovasi yang mengakar. Jangan hanya menatap masa lalu, tapi berani menciptakan masa depan. Tetap adaptif, tetap inovatif, tetap bertahan!
-
- You must be logged in to reply to this topic.
Login terlebih dahulu , untuk memberikan komentar.
Thread terkait
-
5 Alasan Kunci Kenapa 1 Juta Lulusan Sarjana Jadi Pengangguran dan SolusinyaSetiap tahun, Indonesia meluluskan lebih dari satu juta sarjana dari berbagai perguruan tinggi. Namun, kenyataannya sebagian besar dari mereka tidak langsung memperoleh…10 Feb 2026 • GeneralAllTerkait:war perubahan terjadi cepat tanpa ada
-
13 Cara untuk Menjadi Konsultan Manajemen yang SuksesJika kamu ingin menjadi seorang konsultan manajemen yang sukses, ada beberapa langkah penting yang perlu kamu ambil. Di bawah ini, kamu akan…24 Jan 2026 • GeneralAllTerkait:ada
-
13 Fondasi Finansial ModernMenghasilkan uang itu relatif mudah. Mempertahankannya? Justru itu bagian tersulit. Kamu bisa: Dapat kenaikan gaji Menambah klien baru Meningkatkan penghasilan Membangun side…8 Jan 2026 • GeneralAllTerkait:war cepat tanpa prediksi ada
-
10 PENYAKIT MENTAL MANUSIASiapa kah yang punya salah satu penyakit mental ini, hayoo ngakuu.. berikut ini penjelasannya, check it out.. 1. MENYALAHKAN ORANG LAIN Itu…22 Dec 2025 • GeneralAllTerkait:terjadi cepat tanpa ada
-
Refleksi 12 Bulan: Apa Saja yang Ternyata Sudah Kita Lewati Tanpa Kita Sadari?Kadang yang paling menenangkan dari akhir tahun bukanlah pesta, bukan pula resolusi baru. Tapi momen ketika kita berhenti sejenak, menoleh ke belakang,…4 Dec 2025 • GeneralAllTerkait:war sekarang perubahan cepat tanpa ada
-
10 Kebohongan yg Sering Kita Percaya dan Fakta yg Bisa Bikin Hidupmu Lebih BaikKita sering dengar banyak omongan yang kedengarannya benar, tapi diam-diam omongan itu malah bikin kita stuck dan nggak maju-maju. Padahal, masalahnya bukan…29 Sep 2025 • GeneralAllTerkait:terjadi cepat tanpa ada
-
10 Cara Praktis Menghentikan Overthinking Sebelum Bikin Capek MentalLelah mental itu bukan karena kerja terlalu keras. Tapi karena terlalu banyak mikir. Pikiran kita terus jalan 24 jam sehari: Takut gagal,…27 Aug 2025 • GeneralAllTerkait:sekarang ada
-
Sukses Tanpa Stres: 12 Cara Merawat Diri Tanpa Mengorbankan KarierBanyak orang berpikir bahwa untuk meraih kesuksesan, kita harus mengorbankan waktu istirahat, keluarga, dan bahkan kesehatan. Tapi sebenarnya, kesejahteraan dan kesuksesan bisa…12 Aug 2025 • GeneralAllTerkait:war cepat tanpa ada
-
12 Kebiasaan Kecil yang Bisa Mengubah HidupmuSukses datang dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten. Motivasi itu naik-turun, tapi kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari bisa membawa perubahan…3 Aug 2025 • GeneralAllTerkait:perubahan ada
-
“Gak Semua Bos Itu Leader! Ini 1 Sifat yang Bikin Kamu Layak Jadi Panutan”Dalam dunia bisnis yang terus berubah cepat, satu hal tetap konstan: manusia hanya akan bergerak sepenuh hati jika mereka merasa dipimpin, bukan…14 Jul 2025 • GeneralAllTerkait:cepat ada
-
10 Tanda Kamu Memimpin dengan EmpatiTimmu tidak akan bersuara jika mereka tidak merasa aman. Empati adalah titik awal dari kepercayaan. Dan ini tanda-tanda bahwa kamu memimpin dengan…14 Jul 2025 • GeneralAllTerkait:perubahan terjadi cepat tanpa ada
-
12 Kebiasaan Lama yang Perlu Kamu Tinggalkan di Era SekarangBanyak dari kita masih menjalankan kebiasaan-kebiasaan yang dulu dianggap efektif, tapi kini justru bisa menghambat kemajuan, kesehatan mental, dan produktivitas. Berikut adalah…18 Jun 2025 • GeneralAllTerkait:sekarang perubahan cepat tanpa ada