::

Banyak tim HR menghadapi pola yang sama setiap tahun:
- Rekrutmen sudah jalan
- Onboarding sudah dilakukan
- Training sudah ada
Tapi hasilnya tetap:
- karyawan baru lama adaptasi
- sering tanya hal yang sama
- hasil kerja tidak konsisten
- senior mulai frustrasi karena harus mengulang penjelasan
Akhirnya HR disalahkan:
βKenapa rekrutnya nggak siap kerja?β
Padahal, dalam banyak kasus, masalahnya bukan di karyawan, tapi di sistem kerja yang tidak jelas dan tidak konsisten.
Yang sering terjadi di lapangan:
- SOP ada, tapi hanya jadi dokumen formal
- Training hanya berupa penjelasan singkat atau tanda tangan daftar hadir
- Cara kerja bergantung pada βkata seniorβ, bukan standar yang sama
- Knowledge penting tersimpan di kepala orang tertentu
Akibatnya:
- Karyawan baru ragu mengambil keputusan
- Kesalahan kerja berulang
- HR harus terus memadamkan masalah yang sama
- Risiko konflik antar karyawan meningkat
Beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan HR agar onboarding benar-benar efektif:
- Standarkan cara kerja inti
Fokus pada pekerjaan yang paling sering dilakukan dan paling berisiko salah. Tidak perlu panjang, yang penting jelas dan bisa dipraktikkan.
- Pastikan hanya ada satu versi cara kerja
Kalau tiap senior punya versi sendiri, karyawan baru akan bingung dan takut salah.
- Training harus berbasis praktik
Bukan hanya penjelasan. Biarkan karyawan mencoba, lalu koreksi di awal.
- Lakukan evaluasi bertahap (30β60β90 hari)
Bukan untuk menghukum, tapi untuk memastikan pemahaman kerja benar-benar terbentuk.
Kalau setiap kali ada karyawan resign lalu pekerjaannya langsung berantakan, itu tanda bahwa pengetahuan belum pernah benar-benar dikelola dengan baik.
Di dunia manajemen proses, ini hal dasar.
Tapi dampaknya ke HR, produktivitas, dan stabilitas tim sangat besar.
Pertanyaan untuk diskusi:
Masalah onboarding apa yang paling sering kalian hadapi di tempat kerja?