- This topic has 9 replies, 3 voices, and was last updated 18 hours, 58 minutes ago by
Albert Yosua Matatula.
Ketika Diam Bukan Lemah, Tapi Puncak Kedewasaan
December 29, 2025 at 7:58 am-
-
Up::0
Kita hidup di zaman yang serba cepat.
Cepat merespons.
Cepat menilai.
Cepat tersinggung.
Cepat ingin dimengerti, tapi lambat memahami.Di tengah dunia seperti ini, ada satu sikap yang terdengar kuno, bahkan sering dianggap kelemahan: sabar.
Namun bukan sabar biasa.
Yang kita bicarakan hari ini adalah sabar tingkat dewa.Sabar yang bukan sekadar menahan emosi,
melainkan menaklukkan diri sendiri.1. Sabar Itu Bukan Diam Karena Tak Berdaya
Banyak orang salah paham soal sabar.
Dikiranya sabar itu identik dengan:– Mengalah terus
– Dipijak tapi diam
– Disakiti tapi tersenyum
– Diperlakukan tidak adil tapi pura-pura kuatPadahal, sabar tingkat dewa bukan tentang tidak mampu melawan,
melainkan memilih untuk tidak bereaksi secara sembrono.Orang sabar tingkat dewa punya kemampuan,
tapi ia juga punya kendali.Ia tahu kapan harus bicara.
Ia tahu kapan harus diam.
Ia tahu kapan harus pergi tanpa ribut.Dan percaya atau tidak,
diam yang penuh kesadaran sering kali jauh lebih berisik
daripada ribuan kata yang diucapkan karena emosi.2. Sabar Tingkat Dewa Dimulai dari Pertarungan dengan Diri Sendiri
Musuh terbesar manusia bukan orang lain.
Musuh terbesarnya adalah dirinya sendiri:– Ego yang ingin selalu benar
– Emosi yang ingin segera diluapkan
– Luka lama yang ingin dibela
– Harga diri yang mudah tersulutSabar tingkat dewa tidak muncul tiba-tiba.
Ia lahir dari ribuan momen kecil saat seseorang berkata pada dirinya sendiri:“Aku bisa marah…
tapi aku memilih untuk tenang.”
Setiap kali kita menahan diri dari reaksi impulsif,
kita sedang melatih otot kesabaran.Dan latihan itu menyakitkan.
Karena melawan orang lain itu mudah,
tapi melawan diri sendiri butuh keberanian luar biasa.3. Orang Sabar Tingkat Dewa Tidak Selalu Tersenyum
Ini fakta yang jarang dibahas:
orang sabar tingkat dewa tidak selalu terlihat tenang dari luar.Ia bisa merasa kecewa.
Ia bisa menangis sendirian.
Ia bisa lelah secara mental.Tapi bedanya satu:
ia tidak menjadikan emosinya sebagai senjata.Ia memproses rasa sakitnya tanpa melukai orang lain.
Ia mengelola amarahnya tanpa meledakkan keadaan.Sabar bukan berarti tidak merasa apa-apa.
Sabar berarti merasa semuanya, tapi tidak dikuasai olehnya.4. Sabar Saat Tidak Dimengerti Itu Level Tertinggi
Sabar paling berat bukan saat kita diserang.
Bukan saat kita dihina.
Bukan saat kita dirugikan.Tapi saat niat baik kita disalahpahami.
Saat usaha kita tidak dihargai.
Saat cerita kita tidak dipercaya.Di titik ini, ego ingin berteriak:
“Aku harus jelasin semuanya!”Namun sabar tingkat dewa berbisik pelan:
“Tidak semua orang perlu mengerti.
Tidak semua penjelasan perlu diberikan.”Orang yang sudah sampai level ini paham satu hal penting:
validasi dari manusia tidak pernah cukup.5. Sabar Tidak Sama dengan Membiarkan Segalanya
Ini penting untuk diluruskan.
Sabar tingkat dewa bukan berarti pasrah tanpa batas.Ia tetap punya prinsip.
Ia tetap punya nilai.
Ia tetap tahu mana yang boleh dan tidak.Bedanya, ia menegakkan batas tanpa drama.
Tanpa teriak.
Tanpa menjatuhkan martabat.Ia bisa berkata tegas tanpa meninggikan suara.
Ia bisa pergi tanpa mencaci maki.
Ia bisa berhenti memberi tanpa perlu menjelaskan panjang lebar.Dan justru di situlah kekuatannya.
6. Sabar Itu Mahal Karena Tidak Semua Orang Mampu
Tidak semua orang sanggup sabar tingkat dewa.
Karena sabar seperti ini menuntut kedewasaan emosional.Ia menuntut kita untuk:
– Tidak reaktif
– Tidak defensif
– Tidak haus pembenaran
– Tidak bergantung pada pengakuanMakanya, orang sabar sering disalahartikan sebagai lemah.
Padahal sebenarnya,
mereka hanya sudah capek bertarung di level yang tidak penting.Mereka memilih menyimpan energi
untuk hal-hal yang benar-benar bermakna.7. Sabar Adalah Bentuk Cinta Paling Dewasa
Sabar dalam hubungan—entah itu keluarga, pasangan, atau pekerjaan—
adalah tanda cinta yang matang.Bukan cinta yang posesif.
Bukan cinta yang meledak-ledak.
Tapi cinta yang memberi ruang.Orang sabar tidak terburu-buru menuntut.
Tidak cepat menghakimi.
Tidak langsung pergi hanya karena emosi sesaat.Namun ingat,
sabar bukan berarti bertahan selamanya di tempat yang menyakitkan.Kadang, bentuk sabar paling tinggi adalah
berani melepaskan.8. Sabar Tingkat Dewa Dibentuk oleh Luka yang Dalam
Hampir semua orang yang sabarnya “tidak wajar”
pernah melalui fase hidup yang berat.Mereka pernah:
– Dikhianati
– Diremehkan
– Ditinggalkan
– Dipatahkan harapannyaTapi alih-alih menjadi pahit,
mereka memilih menjadi bijaksana.Luka mengajarkan mereka satu hal:
tidak semua hal layak diperjuangkan dengan emosi.Dan sejak itu,
mereka berhenti bereaksi terhadap hal-hal kecil
yang dulu mungkin membuat mereka hancur.9. Sabar Itu Pilihan, Bukan Bakat
Tidak ada manusia yang lahir langsung sabar.
Sabar adalah keputusan yang diulang setiap hari.Keputusan untuk:
– Menarik napas sebelum menjawab
– Merenung sebelum bereaksi
– Berpikir sebelum bertindakKadang gagal.
Kadang terpancing.
Kadang menyesal.Tapi orang sabar tingkat dewa tidak berhenti belajar.
Ia refleksi.
Ia memperbaiki diri.
Ia bertumbuh.10. Pada Akhirnya, Sabar Membebaskan
Yang paling indah dari sabar tingkat dewa adalah:
ia membebaskan jiwa.Bebas dari dendam.
Bebas dari kebutuhan membalas.
Bebas dari keinginan membuktikan diri pada semua orang.Ketika seseorang sudah sampai tahap ini,
hidupnya terasa lebih ringan.Bukan karena masalahnya sedikit,
tapi karena hatinya tidak lagi ribut.Penutup
Sabar tingkat dewa bukan tentang menjadi manusia sempurna.
Tapi tentang menjadi manusia yang sadar.Sadar bahwa:
– Tidak semua hal perlu ditanggapi
– Tidak semua orang perlu dilayani emosinya
– Tidak semua pertempuran perlu dimenangkanKadang, kemenangan terbesar adalah
tetap tenang di dunia yang penuh kegaduhan.Dan jika hari ini kamu sedang berusaha bersabar,
percayalah…
kamu tidak lemah.Kamu sedang naik level.
-
mantap insight nya, intinya harus jadi orang yang baik
-
Halo Kak Kaspar, terima kasih atas insight yang sudah dibagikan. Menurut saya, pernyataan Kak Kaspar sangat sederhana tetapi punya makna yang dalam, karena menjadi orang baik memang merupakan fondasi dari banyak hal dalam kehidupan, baik secara pribadi maupun sosial.
-
Saya setuju bahwa menjadi orang baik bukan hanya soal sikap di depan orang lain, tetapi juga tentang bagaimana kita bersikap saat tidak ada yang melihat. Nilai ini sering kali terlihat sepele, namun justru sulit untuk konsisten dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
-
Selain itu, menjadi orang baik juga berkaitan erat dengan empati dan kepedulian terhadap sekitar. Dengan memiliki empati, kita bisa lebih memahami sudut pandang orang lain dan tidak mudah menghakimi, sehingga hubungan sosial bisa terjalin dengan lebih sehat.
-
Namun menurut saya, tantangannya adalah bagaimana tetap menjadi orang baik di situasi yang tidak selalu mendukung, misalnya saat menghadapi orang yang bersikap negatif atau tidak adil. Di kondisi seperti itu, menjaga sikap baik tentu membutuhkan kesabaran dan pengendalian diri.
-
Saya juga melihat bahwa menjadi orang baik tidak berarti selalu mengalah atau menuruti semua orang. Ada kalanya kita tetap harus tegas, tetapi dengan cara yang sopan dan beretika agar nilai kebaikan tetap terjaga.
-
Menurut Kak Kaspar, apa langkah paling sederhana yang bisa dilakukan oleh mahasiswa untuk mulai membiasakan diri menjadi orang baik dalam lingkungan kampus atau organisasi?
-
Selain itu, bagaimana pendapat Kak Kaspar tentang batasan antara menjadi orang baik dan menjaga prinsip diri sendiri agar tidak dimanfaatkan oleh orang lain?
-
Terakhir, menurut Kak Kaspar, apakah menjadi orang baik masih relevan dan bisa memberikan dampak positif di era sekarang yang kompetitif dan penuh tekanan? Terima kasih, Kak, atas insight dan kesempatannya untuk berdiskusi.
-
-
- You must be logged in to reply to this topic.
Login terlebih dahulu , untuk memberikan komentar.
Peringkat Top Contributor
- #1 GUNTUR OKTAVIANPoints: 146
- #2
KASPAR PURBAPoints: 126 - #3
Albert Yosua MatatulaPoints: 64 - #4 Agus DjulijantoPoints: 62
- #5 WarsuwanPoints: 44
Artikel dengan topic tag terkait:
Tag : All
- Kuis Spesial Menyambut Tahun Baru 2025!11 December 2024 | General
- Mekari Community Giveaway Tiket Mekari Conference 202423 July 2024 | General
- 7 Hari Perjalanan Kecil Menuju Versi Terbaikmu16 September 2025 | General
- Suara Rakyat, Antara Harapan dan Tantangan4 September 2025 | General
- Pemimpin yang Jarang Ada19 September 2025 | General