- This topic has 3 replies, 3 voices, and was last updated 11 months, 2 weeks ago by
Albert Yosua Matatula.
Kisah Secarik Kertas Dalam Kehidupan
March 16, 2025 at 10:59 am-
-
Up::0
Ini adalah kisah saat upacara pemakaman.
Di sebuah upacara pemakaman janda almarhum naik kepodium untuk memberikan pesan terakhir kepada almarhum.
la mengambil secarik kertas, potongan kertas tua. la mengatakan bahwa suaminya telah menyimpan potongan kertas itu dan membawanya ke mana-mana sejak suaminya masih berada di bangku sekolah.
Dan setiap kali suaminya itu merasa kesal atau marah, ia akan mengambil kertas ini, melihatnya, dan kertas ini membuat seluruh pemikiran negatifnya hilang. la berkata bahwa suaminya menceritakan kepadanya dari mana potongan kertas ini berasal.
la mengatakan, saat suaminya dahulu masuk di SMU, di kelas khusus putra, ada pertengkaran yang menjadi begitu buruknya hingga perkelahian bisa terjadi di dalam kelas.
Guru kelas itu kemudian memerintahkan semua orang untuk duduk dan mengambil selembar kertas dari buku catatan mereka.
Di bagian tengah kertas itu ditarikgaris vertikal ke bawah sehingga membagi kertas itu menjadi kolom kiri dan kanan.
Di bagian paling atas kertas itu mereka harus menulis nama anak yang paling mereka benci di kelas itu, yang benar-benar mengesalkan.
Taruh nama mereka di paling atas, lalu di kolom sebelah kiri tuliskan mengapa mereka itu demikian mengesalkan.Anak-anak itu jelas menulis dengan sangat lancar dan mudah. Nah, sampai di sebelah kanan, sekarang mereka harus menuliskan sesuatu yang mereka hargai dan kagumi mengenai orang itu!
“Tidak mungkin, Bu Guru!” protes mereka.
Guru mereka menegaskan, “Tulis!” Dan butuh waktu yang lama bagi mereka untuk menuliskan sesuatu di kolom sebelah kanan kertas itu.
Hal-hal yang mereka kagumi dalam diri orang yang membuat mereka marah, namun ketika mereka telah mengisi sisi sebelah kanan, guru itu menyuruh mereka melipat kertas itu di bagian tengah tepat di garis pemisah itu.
Lalu robek dengan hati-hati sepanjang garis itu.“Saya akan berkeliiing sambil membawa tempat sampah untuk mengumpulkan bagian sebelah kiri yang berisi semua hal yang kalian benci dari musuh kalian. Sedangkan bagian kanan, mengenai sifat yang kalian kagumi dari musuh kalian, berdiri dan serahkan kepada mereka.”
Lalu istri almarhum itu mengatakan, “Inilah potongan kertas yang diberikan musuh suami saya kepadanya. Kertas dengan namanya di atas dan semua hal yang dikagumi musuhnya dalam dirinya.”
Dan ia berkata, “Wow! Jika musuhku saja bisa memikirkan hal-hal luar biasa ini pada diriku, mungkin aku bisa memikirkan hal baik mengenai orang-orang yang kubenci. Mungkin aku bisa melihat sisi lain dari garis vertikal itu dalam diri saya.”
Pada akhir pidatonya, tiga atau empat orang berdiri mereka adalah mantan teman sekelas almarhum dan mereka mengeluarkan potongan kertas yang sama.
Mereka juga menyimpannya. Sungguh berarti, mengetahui bahwa musuh Anda bisa melihat Anda, dan melihat sesuatu yang indah di sana.
[ modifikasi dari buku Ajahn Brahm ]
✍
Catatan Kecil -
Kisah yang sangat menyentuh! Terkadang, kita terlalu fokus pada sisi negatif seseorang hingga lupa bahwa di baliknya selalu ada kebaikan yang bisa dihargai. Latihan sederhana seperti ini mengajarkan kita untuk melihat manusia secara lebih utuh—bahwa bahkan dalam perbedaan dan konflik, masih ada ruang untuk saling menghargai.
Mungkin kita bisa mencoba hal yang sama dalam kehidupan sehari-hari. Daripada hanya melihat kekurangan seseorang, bagaimana jika kita juga mencari satu hal positif dalam diri mereka? Bisa jadi, itu akan mengubah cara kita memandang mereka dan bahkan memperbaiki hubungan yang selama ini terasa sulit.
Terima kasih sudah berbagi kisah penuh makna ini!
-
Ceritanya benar-benar menyentuh hati dan bikin mikir ya. Ada banyak pelajaran penting yang bisa diambil. Jadi, ini bukan cuma tentang menghormati orang lain, tapi juga tentang gimana kita memandang diri sendiri dan orang di sekitar kita. Ceritanya bikin haru banget. Jadi terinspirasi untuk coba terapkan ini di kehidupan kita sehari-hari.
-
Wow, kisahnya benar-benar menyentuh hati. Kadang kita terlalu terjebak pada perasaan negatif kita terhadap orang lain tanpa melihat sisi baik mereka. Latihan seperti ini bisa mengubah cara kita melihat seseorang dan juga membantu kita mengelola emosi dengan lebih baik. Mungkin ini saatnya untuk mulai mencari kebaikan dalam diri orang lain, meskipun mereka bukan orang yang paling kita sukai.
Aku setuju dengan pesan dari cerita ini, untuk lebih membuka diri dan tidak hanya terfokus pada kekurangan atau konflik. Mungkin ini bisa jadi cara kita untuk membangun hubungan yang lebih positif dengan orang lain.
Terima kasih sudah membagikan kisah ini!
-
- You must be logged in to reply to this topic.
Login terlebih dahulu , untuk memberikan komentar.
Thread terkait
-
13 Cara untuk Menjadi Konsultan Manajemen yang SuksesJika kamu ingin menjadi seorang konsultan manajemen yang sukses, ada beberapa langkah penting yang perlu kamu ambil. Di bawah ini, kamu akan…24 Jan 2026 • GeneralAllTerkait:kehidupan
-
10 PENYAKIT MENTAL MANUSIASiapa kah yang punya salah satu penyakit mental ini, hayoo ngakuu.. berikut ini penjelasannya, check it out.. 1. MENYALAHKAN ORANG LAIN Itu…22 Dec 2025 • GeneralAllTerkait:kehidupan
-
Sukses Tanpa Stres: 12 Cara Merawat Diri Tanpa Mengorbankan KarierBanyak orang berpikir bahwa untuk meraih kesuksesan, kita harus mengorbankan waktu istirahat, keluarga, dan bahkan kesehatan. Tapi sebenarnya, kesejahteraan dan kesuksesan bisa…12 Aug 2025 • GeneralAllTerkait:kehidupan
-
Organisasi yang Sehat Selalu Dimulai dari Cara Memperlakukan ManusiaOrganisasi yang Sehat Selalu Dimulai dari Cara Memperlakukan Manusia Banyak perusahaan berbicara tentang strategi besar: target pertumbuhan, ekspansi pasar, efisiensi biaya, hingga…13 Mar 2026 • GeneralAllTerkait:kehidupan
-
Apakah Gaji Besar Cukup Membuat Karyawan Bertahan?Dalam dunia kerja modern, gaji sering dianggap sebagai faktor utama yang membuat seseorang bertahan di sebuah perusahaan. Banyak perusahaan percaya bahwa selama…6 Mar 2026 • GeneralAllTerkait:kehidupan
-
Mengelola Manusia Selalu Lebih Sulit daripada Mengelola BisnisBanyak orang mengira bahwa tantangan terbesar dalam sebuah organisasi adalah strategi bisnis, persaingan pasar, atau bagaimana meningkatkan keuntungan. Padahal bagi banyak pemimpin…7 Mar 2026 • GeneralAllTerkait:kehidupan
-
Overthinking: Musuh Dalam Pikiran SendiriPernahkah kamu merasa lelah padahal tidak melakukan aktivitas fisik yang berat? Tubuh tidak terlalu bergerak, tetapi pikiran terasa seperti berlari tanpa henti.…5 Mar 2026 • GeneralAllTerkait:kehidupan
-
Belajar Mengelola Emosi Tanpa MeledakPernahkah kamu merasa emosi tiba-tiba memuncak, dada terasa sesak, pikiran dipenuhi amarah, dan kata-kata tajam hampir keluar begitu saja? Lalu setelah semuanya…25 Feb 2026 • GeneralAllTerkait:kehidupan
-
“Tidak Semua Hal Harus Kita Menangkan”Kita hidup di zaman yang mengajarkan satu mantra besar: menang atau kalah. Sejak kecil kita dipuji saat juara kelas, diberi tepuk tangan…24 Feb 2026 • GeneralAllTerkait:kehidupan
-
RAMADHAN: Bulan yang Mengubah Biasa Menjadi Luar BiasaRamadhan bukan sekadar bulan dalam kalender Hijriyah. Ia adalah momen yang selalu dinanti, dirindukan, bahkan ditangisi ketika pergi. Ada sesuatu yang berbeda.…19 Feb 2026 • GeneralAllTerkait:kehidupan
-
“Pintar Tapi Meremehkan: Ketika Kecerdasan Kehilangan Kebijaksanaan”Ada satu tipe orang yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari: cerdas, cepat memahami sesuatu, analitis, bahkan berprestasi. Namun, di balik kecemerlangannya,…18 Feb 2026 • GeneralAllTerkait:kehidupan
-
Leadership Dimulai dari Hadir, Bukan Sekadar Memberi ArahanKonsisten dalam kehadiran adalah inti dari kepercayaan, rasa aman secara emosional, dan kepemimpinan yang kuat, baik di rumah maupun di tempat kerja.…12 Feb 2026 • GeneralAllTerkait:kehidupan