- This topic has 0 replies, 1 voice, and was last updated 1 week ago by
Amilia Desi Marthasari.
Nikmat Paling Indah Adalah Nikmat Apa?
January 21, 2026 at 2:22 pm-
-
Up::0
Banyak orang berpikir nikmat paling indah adalah harta.
Sebagian lain yakin jawabannya adalah cinta.
Ada pula yang berkata: jabatan, kekuasaan, popularitas, atau pencapaian besar.Namun semakin dewasa kita menjalani hidup, semakin kita sadar:
nikmat paling indah sering kali bukan yang paling terlihat,
bukan yang paling dipuji,
dan bukan yang paling dibanggakan di hadapan orang lain.Nikmat paling indah justru sering hadir dalam bentuk yang paling sederhana.
Di usia muda, kita mengira nikmat itu soal memiliki.
Memiliki uang banyak.
Memiliki pasangan ideal.
Memiliki rumah besar.
Memiliki karier mentereng.Kita berlari tanpa henti mengejar semua itu.
Begitu satu tercapai, kita ingin yang lain.
Begitu satu nikmat diraih, kita menganggapnya biasa.
Lalu mengejar nikmat berikutnya.Sampai suatu hari, hidup menghentikan kita sejenak.
Lewat sakit.
Lewat kehilangan.
Lewat kegagalan.
Lewat kelelahan yang tak bisa dijelaskan.Di situlah pertanyaan itu muncul pelan-pelan:
“Sebenarnya, nikmat paling indah itu apa?”Nikmat paling indah adalah nikmat yang sering kita lupakan karena terlalu sibuk mengejar yang lain.
Nikmat paling indah adalah ketenangan.
Bukan ketenangan karena tidak punya masalah,
tetapi ketenangan meski hidup tidak sempurna.Ketenangan ketika hati tidak iri melihat pencapaian orang lain.
Ketenangan saat kita menerima diri sendiri apa adanya.
Ketenangan ketika tidur tanpa rasa gelisah, tanpa takut esok hari.Di dunia yang penuh kebisingan,
hati yang tenang adalah kemewahan.Nikmat paling indah adalah nikmat sehat.
Kita sering baru mengerti nilainya ketika sakit datang.
Saat tubuh tak lagi bisa diajak kompromi.
Saat hal-hal kecil seperti bernapas lega, berjalan normal, atau tidur nyenyak menjadi perjuangan.Sehat bukan hanya soal tidak sakit,
tetapi tubuh yang masih sanggup bangun pagi,
pikiran yang masih bisa berpikir jernih,
dan tenaga yang masih cukup untuk beraktivitas.Banyak orang kaya rela menukar hartanya demi kembali sehat.
Karena di titik itu mereka sadar:
tanpa sehat, nikmat lain kehilangan makna.Nikmat paling indah adalah nikmat waktu.
Waktu bersama orang tua sebelum mereka menua.
Waktu bersama pasangan sebelum jarak emosional tumbuh.
Waktu bersama anak sebelum mereka tumbuh besar dan sibuk dengan dunianya sendiri.Waktu tidak bisa diulang.
Tidak bisa dibeli.
Tidak bisa ditawar.Namun sering kali kita menyia-nyiakannya
demi hal-hal yang kita kira penting,
padahal nanti kita sadar, yang paling berharga justru momen-momen sederhana itu.Nikmat paling indah adalah nikmat cukup.
Cukup bukan berarti sedikit,
dan bukan pula berarti pasrah.Cukup adalah saat hati berhenti membandingkan.
Cukup adalah ketika kita tahu kapan harus berhenti mengejar.
Cukup adalah rasa puas tanpa harus selalu merasa kurang.Banyak orang punya segalanya tapi tidak pernah merasa cukup.
Sebaliknya, ada yang hidup sederhana tapi hatinya penuh rasa syukur.Cukup adalah kekayaan batin yang tidak bisa diukur angka.
Nikmat paling indah adalah nikmat diterima apa adanya.
Diterima tanpa harus berpura-pura.
Diterima tanpa harus selalu kuat.
Diterima meski kita punya banyak kekurangan.Entah itu oleh keluarga, sahabat, pasangan, atau bahkan diri sendiri.
Karena kelelahan terbesar bukan berasal dari kerja keras,
tetapi dari terus-menerus menjadi orang lain demi diterima.Saat kita bisa menjadi diri sendiri tanpa takut ditolak,
itulah nikmat yang sangat langka.Nikmat paling indah adalah nikmat iman dan rasa dekat dengan Tuhan.
Saat hati lelah tapi tahu ke mana harus bersandar.
Saat doa menjadi tempat pulang.
Saat kita yakin bahwa ada yang Maha Mendengar, bahkan ketika manusia tidak peduli.Iman bukan berarti hidup tanpa masalah,
tetapi keyakinan bahwa setiap masalah tidak datang tanpa makna.Nikmat ini sering tak terlihat,
namun ia menjadi penopang ketika nikmat lain runtuh.Nikmat paling indah adalah nikmat dimengerti.
Dimengerti tanpa harus menjelaskan panjang lebar.
Dimengerti tanpa harus membela diri.
Dimengerti meski kita tidak sempurna dalam menyampaikan perasaan.Karena tidak semua luka butuh solusi.
Kadang kita hanya ingin dipahami.Di dunia yang cepat menghakimi,
dimengerti adalah bentuk kasih sayang yang mendalam.Nikmat paling indah adalah nikmat bangun pagi dengan tujuan.
Bukan sekadar bangun untuk rutinitas,
tetapi bangun dengan rasa bahwa hidup ini masih bermakna.Entah untuk keluarga.
Untuk pekerjaan yang halal.
Untuk mimpi kecil yang sedang diperjuangkan.Ketika hidup terasa hampa,
kita baru sadar betapa berharganya punya alasan untuk bangun setiap hari.Nikmat paling indah adalah nikmat bisa memaafkan.
Memaafkan bukan berarti melupakan,
melainkan melepaskan beban di hati sendiri.Dendam menguras energi.
Amarah menggerogoti kedamaian.
Sedangkan memaafkan memberi ruang untuk bernapas lebih lega.Bukan demi orang lain,
tetapi demi ketenangan diri sendiri.Nikmat paling indah adalah nikmat bertumbuh.
Saat kita sadar bahwa versi diri hari ini lebih kuat dari kemarin.
Lebih bijak.
Lebih tenang.
Lebih sadar.Bukan berarti hidup makin mudah,
tetapi kita menjadi lebih siap menghadapinya.Pertumbuhan adalah bukti bahwa luka tidak sia-sia.
Pada akhirnya, nikmat paling indah bukanlah satu hal tunggal.
Ia adalah kumpulan hal-hal kecil yang sering kita anggap biasa:
sehat, tenang, cukup, dicintai, dimengerti, dan dekat dengan Tuhan.Nikmat paling indah adalah nikmat yang membuat kita merasa hidup, bukan sekadar bertahan hidup.
Maka jangan tunggu kehilangan untuk bersyukur.
Jangan tunggu sakit untuk menghargai sehat.
Jangan tunggu sepi untuk menghargai kebersamaan.Karena sering kali,
nikmat paling indah sedang kita miliki sekarang—
hanya saja kita terlalu sibuk menoleh ke tempat lain.
-
- You must be logged in to reply to this topic.
Login terlebih dahulu , untuk memberikan komentar.
Peringkat Top Contributor
- #1
Joko SiyamtoPoints: 162 - #2
KASPAR PURBAPoints: 118 - #3 ENING AYU PRIHATININGSIHPoints: 107
- #4 Finance AyuPoints: 107
- #5 Edi GunawanPoints: 66
Artikel dengan topic tag terkait:
Tag : All
- Kuis Spesial Menyambut Tahun Baru 2025!11 December 2024 | General
- 7 Hari Perjalanan Kecil Menuju Versi Terbaikmu16 September 2025 | General
- Mekari Community Giveaway Tiket Mekari Conference 202423 July 2024 | General
- Suara Rakyat, Antara Harapan dan Tantangan4 September 2025 | General
- Pemimpin yang Jarang Ada19 September 2025 | General