- This topic has 0 replies, 1 voice, and was last updated 52 minutes ago by
Finance Accounting and Tax Manager.
Optimalisasi Integrated Risk Engine, Pengawasan CRM Berbasis Risiko, dan Mitigasi Reaktivasi Wajib Pajak Dorman
October 5, 2026 at 9:13 am-
-
Up::0
Halo rekan-rekan FinTax Community,
Pernyataan Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengenai arah pengembangan sistem Coretax pada tahun dua ribu dua puluh tujuh memberikan sinyal kuat mengenai semakin matangnya otomatisasi pengawasan perpajakan nasional. Masuknya Coretax ke fase pengembangan tingkat lanjut dengan integrasi data internal-eksternal yang lebih presisi, Compliance Risk Management (CRM), serta Integrated Risk Engine akan menggeser paradigma pengawasan dari metode manual konvensional menjadi pendekatan analitik berbasis risiko (data-driven supervision).
Bagi praktisi Finance, Accounting, and Tax (FAT) di korporasi maupun konsultan pajak, eskalasi kecanggihan sistem administrasi perpajakan ini membawa dampak operasional dan langkah mitigasi strategis yang perlu diantisipasi sejak dini:
1. Segmentasi Pengawasan Berbasis Profil Risiko CRM
DJP memanfaatkan Integrated Risk Engine untuk mengelompokkan Wajib Pajak secara otomatis ke dalam matriks tingkat risiko kepatuhan. Bagi entitas yang masuk dalam kategori risiko tinggi, intensitas pengawasan, imbauan klarifikasi melalui SP2DK, hingga potensi pemeriksaan lapangan dan penegakan hukum akan meningkat secara signifikan. Hal ini menuntut tim FAT untuk senantiasa memastikan konsistensi antara data laporan keuangan, SPT Masa, dan arus kas eksternal.
2. Deteksi Aktivitas Ekonomi dan Reaktivasi Wajib Pajak Dorman
Integrasi data eksternal dari instansi pemerintah, lembaga keuangan, serta pihak ketiga ke dalam Coretax memungkinkan DJP melacak kembali aktivitas ekonomi Wajib Pajak yang sebelumnya berstatus tidak aktif atau dorman. Perusahaan yang memiliki anak usaha non-operasional atau entitas pasif wajib melakukan penataan ulang (cleaning up) histori perpajakan dan legalitas entitas agar tidak memicu penerbitan kewajiban pajak secara mendadak akibat adanya rekaman transaksi yang terdeteksi sistem.
3. Kebutuhan Audit Kepatuhan Internal Berkelanjutan bagi Korporasi
Makin canggihnya Coretax menuntut tim FAT untuk tidak sekadar memenuhi kewajiban penyampaian SPT secara formal, melainkan juga melakukan uji kepatuhan internal (tax compliance health check) secara berkala. Keselarasan data penjualan, pengkreditan PPN Masukan, pemotongan PPh Pasal dua puluh satu maupun PPh Badan wajib diverifikasi secara presisi guna meminimalisasi selisih data yang dapat ditangkap oleh instrumen pengawasan otomatis DJP.
Rekomendasi Diskusi Forum:
Penguatan Coretax pada tahun dua ribu dua puluh tujuh menjadi bukti nyata bahwa ekosistem perpajakan Indonesia bergerak menuju efisiensi mutlak dan transparansi data tanpa celah.
-
Bagaimana kesiapan sistem pencatatan akuntansi dan manajemen data perpajakan di perusahaan rekan-rekan dalam menyelaraskan data internal dengan profil risiko CRM Coretax?
-
Langkah mitigasi seperti apa yang telah disiapkan oleh tim FAT Anda dalam mengantisipasi potensi pencocokan data otomatis atas transaksi entitas grup yang pasif?
Yuk, mari kita diskusikan pandangan teknis dan pengalamannya di kolom komentar!
-
-
- You must be logged in to reply to this topic.
Login terlebih dahulu , untuk memberikan komentar.
Thread terkait
-
Insentif PNBP Rp0 Pelaporan Laporan Tahunan Perseroan Permenkum 13/2026Halo rekan-rekan FinTax Community, Penerbitan Permenkum Nomor 13 Tahun 2026 yang membebaskan tarif PNBP (menjadi Rp0) atas layanan pemberitahuan persetujuan Laporan Tahunan…19 Sep 2026 • Generalpermenkum-13Terkait:accounting akuntansi tax community risiko wajib
-
Fintax 101 CommunityHalo teman-teman Fintax 101 Community! Saya ingin mengajak kalian semua untuk aktif di forum Finance & Tax di https://community.mekari.com/forums/forum/finance-tax/. Di sini, kalian…4 Sep 2026 • GeneralAllTerkait:tax community pajak
-
3 Pelajaran Bisnis yang Epik dari Ranking 15 Brand Paling Mahal di DuniaBrand yang legendaris tak pelak merupakan salah satu driver utama sebuah kinerja bisnis yang gemilang. Branding Management dengan demikian merupakan sebuah ikhtiar…30 Jul 2026 • Generalbisniss suksesTerkait:penjualan berbasis data secara dua rekan
-
ORANG PINTAR Vs. ORANG BIJAKKetika Korporasi Bertemu: "Orang Pintar vs. Orang Bijak" Di ruang rapat sebuah perusahaan multinasional, kita sering melihat sosok karyawan dengan gelar akademik…24 Sep 2026 • Generalbijak bijaksana cerdas keputusanTerkait:penjualan community data secara internal rekan
-
Jangan Suka Galak-Galak Sama Anak Baru, Karma Itu Nyata!Jangan Suka Galak-Galak ke Anak Baru: Karma di Dunia Kerja Itu Nyata! Dunia kerja itu sebenarnya sempit. Hari ini kamu mungkin menjadi…19 Sep 2026 • GeneralTerkait:community wajib rekan
-
AI Menghemat Waktu Kita: Dipakai untuk Berpikir, atau Cuma Menambah Beban Kerja?Teknologi Kecerdasan Buatan (AI) berkembang dengan kecepatan yang melampaui ekspektasi manusia. Dari otomatisasi tugas administratif, penyusunan kode pemrograman, analisis data kompleks, hingga…30 Sep 2026 • Generalworklifebalance-artificialintelligence-personalgrowth-timemanagementTerkait:community komunitas data secara rekan
-
Smart Fusion: AI yang Tahu Kapan Harus Pakai “Otak Ringan” dan “Otak Canggih”Pernah nggak kita berpikir, kalau punya AI yang paling canggih, berarti semua pekerjaan sebaiknya dikerjakan dengan AI tersebut? Ternyata belum tentu. Ada…5 Oct 2026 • Generalsmartfusion-ai-artificialintelligence-digitaltransformation-productivity-finance-accounting-technology-workplace-mekaricommunityTerkait:accounting community data pajak