Home / Topics / Human Resources / Training Sudah Sering, Tapi Skill Karyawan Tetap Sama. Ada yang Salah.
- This topic has 8 replies, 2 voices, and was last updated 1 month, 4 weeks ago by
Albert Yosua Matatula.
Training Sudah Sering, Tapi Skill Karyawan Tetap Sama. Ada yang Salah.
January 2, 2026 at 8:56 am-
-
Up::1

Banyak perusahaan rutin mengadakan training.
Topiknya beragam, pesertanya penuh, daftar hadir rapi.
Tapi beberapa bulan kemudian, HR mulai menyadari satu hal:- kesalahan kerja tetap berulang
- kualitas hasil kerja tidak berubah signifikan
- karyawan kembali bertanya hal yang sama
- atasan merasa training “tidak berdampak”
Akhirnya training dianggap hanya formalitas.
Padahal, masalahnya jarang ada pada niat atau anggaran.
Yang sering salah adalah cara training dirancang dan dievaluasi.Beberapa pola yang umum terjadi:
- Training hanya fokus pada penyampaian materi, bukan kemampuan kerja
- Tidak jelas kompetensi apa yang harus dikuasai setelah training
- Tidak ada tindak lanjut setelah kelas selesai
- Evaluasi hanya sebatas kehadiran, bukan perubahan perilaku kerja
Akibatnya:
- HR sulit membuktikan manfaat training
- Atasan kehilangan kepercayaan pada program pengembangan
- Karyawan merasa training tidak relevan dengan pekerjaan sehari-hari
Agar training benar-benar berdampak, beberapa pendekatan berikut bisa dipertimbangkan:
- Tentukan tujuan training yang spesifik
Bukan “meningkatkan pemahaman”, tapi kemampuan konkret yang bisa diterapkan di pekerjaan. - Fokus pada pekerjaan nyata
Materi training harus langsung terkait dengan tugas harian, bukan sekadar teori umum. - Libatkan praktik dan simulasi
Karyawan perlu mencoba, salah, dan diperbaiki sejak awal, bukan dilepas begitu saja. - Lakukan evaluasi pasca-training
Misalnya setelah 1 bulan, cek apakah cara kerja benar-benar berubah. - Hubungkan training dengan kinerja
Jika tidak ada perubahan perilaku atau hasil kerja, berarti metode training perlu ditinjau ulang.
Training yang efektif bukan soal seberapa sering diadakan,
tetapi seberapa besar dampaknya terhadap cara kerja.Jika training selesai tapi tidak mengubah apa pun,
yang perlu diperbaiki bukan orangnya, melainkan sistem pengembangannya.Pertanyaan untuk diskusi:
Di tempat kalian, apa tantangan terbesar agar training benar-benar berdampak ke kinerja? -
Terakhir, saya ingin bertanya tentang perbedaan antara training untuk karyawan baru dan untuk karyawan yang sudah berpengalaman. Apakah pendekatan yang digunakan dalam kedua jenis training ini harus berbeda? Bagaimana cara memastikan bahwa training yang diberikan tetap relevan dan memberikan dampak, baik bagi karyawan yang baru bergabung maupun yang sudah lama bekerja di perusahaan?
-
Selain itu, apakah Kak Guntur melihat ada potensi untuk menggunakan teknologi atau platform digital untuk meningkatkan efektivitas training? Misalnya, penggunaan aplikasi atau software yang bisa memberikan simulasi atau latihan praktis yang langsung terkait dengan pekerjaan yang dilakukan. Dengan adanya platform seperti itu, mungkin karyawan bisa terus berlatih secara mandiri bahkan setelah training selesai.
-
Saya juga ingin bertanya lebih lanjut tentang peran atasan dalam keberhasilan training. Sejauh ini, atasan kami lebih sering bertindak sebagai pihak yang memberikan arahan umum, namun tidak terlalu terlibat langsung dalam evaluasi hasil training. Apakah menurut Kak Guntur, peran atasan sangat penting dalam hal ini? Jika ya, bagaimana sebaiknya atasan berperan dalam memastikan karyawan menerapkan pelajaran dari training?
-
Selain itu, di tempat kami, kami sering menghadapi tantangan dalam merancang training yang sesuai untuk karyawan dengan latar belakang dan kemampuan yang sangat beragam. Terkadang, materi yang disampaikan hanya sesuai untuk sebagian kecil peserta, sementara yang lain merasa tidak ada manfaatnya. Bagaimana Kak Guntur menyarankan agar training bisa disesuaikan dengan tingkat kemampuan dan pengalaman yang berbeda-beda di dalam satu perusahaan?
-
Namun, saya rasa tantangan lain yang mungkin dihadapi oleh perusahaan adalah kurangnya motivasi dari karyawan untuk mengikuti training. Jika training tidak mengarah pada peningkatan karir atau manfaat langsung lainnya, karyawan bisa merasa tidak termotivasi untuk menerapkan ilmu yang mereka dapatkan. Oleh karena itu, apakah Kak Guntur punya saran tentang bagaimana membuat training lebih menarik dan relevan, serta memberi insentif agar karyawan lebih bersemangat dalam mengikuti training?
-
Selain itu, saya juga sepakat bahwa evaluasi training seharusnya tidak hanya melihat kehadiran atau partisipasi, tetapi yang lebih penting adalah perubahan perilaku kerja. Seharusnya ada evaluasi pasca-training yang dilakukan beberapa bulan setelahnya untuk mengukur apakah karyawan benar-benar menerapkan apa yang telah mereka pelajari dalam pekerjaan mereka. Tanpa evaluasi yang jelas, sulit untuk membuktikan bahwa training benar-benar efektif.
-
Penting untuk menekankan bahwa tujuan training harus lebih dari sekadar meningkatkan “pemahaman” karyawan. Training seharusnya dirancang untuk meningkatkan kemampuan spesifik yang langsung berhubungan dengan pekerjaan yang mereka lakukan. Misalnya, dalam training tentang penggunaan software baru, peserta harus benar-benar mempraktikkan bagaimana menggunakan software tersebut dengan cara yang langsung berhubungan dengan tugas harian mereka, bukan hanya teori tentang fitur-fitur program tersebut.
-
Halo Kak Guntur,
Artikel yang sangat menarik! Saya setuju bahwa meskipun banyak perusahaan yang rutin mengadakan training, dampaknya sering kali tidak langsung terasa. Sering kali, training tersebut hanya menjadi formalitas tanpa ada perubahan signifikan dalam kinerja karyawan. Salah satu poin yang sangat penting dalam artikel ini adalah bahwa training tidak cukup hanya sekadar penyampaian materi, melainkan juga harus fokus pada hasil konkret yang dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari. Tanpa adanya tujuan yang jelas tentang kompetensi yang ingin dicapai, training akan terasa tidak relevan bagi karyawan.
-
- You must be logged in to reply to this topic.
Login terlebih dahulu , untuk memberikan komentar.
Thread terkait
-
Memahami Perbedaan Bupot A1 yang Disetahunkan dan Tidak DisetahunkanRekan-rekan HR, belakangan ini saya melihat semakin banyak pertanyaan terkait pembuatan Bukti Potong (Bupot) PPh 21 Formulir BPA1, terutama setelah berlakunya PER-11/PJ/2025.…4 Dec 2025 • Human ResourcesAllTerkait:sering tapi tetap ada salah
-
10 HR Tips untuk Meningkatkan Kinerja dan Budaya PerusahaanSumber daya manusia (SDM) adalah aset paling berharga dalam sebuah perusahaan. Ketika pengelolaan HR dilakukan dengan tepat, bukan hanya kinerja meningkat—tapi budaya…7 Jan 2026 • Human ResourcesAllTerkait:tapi skill karyawan ada salah
-
Jumlah Pelaporan SPT Tahunan Meningkat 3,26 % hingga 11 April 2025(Jakarta) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencatat sebanyak 13 juta Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) tahun pajak 2024 telah disampaikan hingga…15 Apr 2025 • Human ResourcesAllTerkait:tetap sama ada
-
PPh 21 “Disetahunkan” dan “Setaun” (tanpa Disetahunkan)Jika ada pegawai yang resign pada bulan Februari 2025, pilihan yang tepat di Coretax tergantung pada metode perhitungan pajak yang digunakan perusahaan.…28 Jan 2026 • Human ResourcesAllTerkait:sering ada
-
10 Pelajaran Jadi Pemimpin10 Pelajaran Jadi Pemimpin (Simpan baik-baik ya, biar inget!) Kebanyakan orang tuh cuma bisa ngatur-ngatur doang. Sedikit banget yang bener-bener bisa jadi…16 Mar 2025 • Human ResourcesAllTerkait:tapi ada salah
-
Jangan Pernah Ucapkan 10 Hal Ini Saat Leadership Interview!!<p style="text-align: left;">Saya tahu Leadership Interview itu susah. Satu kalimat saja bisa mengubah pandangan orang terhadapmu. Sedikit kesalahan bisa bikin mereka ragu…11 Feb 2025 • Human ResourcesAllTerkait:sama ada salah
-
HR Quiz 101! Jadi HR menyenangkan lho~Halo HR 101 Community! Udah lama banget kita gak ngadain kuis atau games seru-seruan. Nah, kali ini akan ada games lagi dengan…16 Dec 2024 • Human ResourcesMentoringTerkait:karyawan ada
-
Talenta HR 101 Leaders Forum on SeptemberPada tanggal 19 September kemarin, Mekari Talenta baru saja berkolaborasi dengan SEMAJA dalam acara HR 101 Leaders Forum dengan judul The Complete…26 Feb 2025 • Human ResourcesTerkait:training karyawan sama ada
-
21 Kriteria Tempat Kerja Ideal. Perusahaan Kamu Sudah Seperti Ini?Puluhan tahun jadi karyawan emang ga bosen? Saya pribadi sudah hampir 20 tahun jadi karyawan di berbagai perusahaan. Merasakan enak dan ga…25 Sep 2024 • Human ResourcesAllTerkait:karyawan sama ada
-
Kopdar Perdana HR 101 Community Serunya Bikin Makin Akrab!Pada tanggal 21 Juni kemarin HR 101 Community baru saja mengadakan acara Kopdar untuk pertama kalinya yang berlokasi di Mekari New Office.…16 Jun 2025 • Human ResourcesAllTerkait:sama ada
-
QnA Talenta HR 101 Webinar Series 73.0Pada tanggal 23 April 2024 kemarin, Mekari Community telah berkolaborasi dengan Tim Product Talenta untuk membahas pembaruan berbagai fitur unggulan Talenta di…26 May 2025 • Human ResourcesTerkait:ada
-
Jalin Silaturahmi dengan Buka Bersama HR 101 Leaders Forum!Mekari Community telah mengadakan acara HR 101 Leaders Forum bersama dengan para HR Leaders sebagai pengguna Talenta dari berbagai industri pada tanggal…17 Jun 2025 • Human ResourcesTerkait:sama ada