Home / Topics / Human Resources / Jangan Terlalu Sabar Jadi Leader!
- This topic has 2 replies, 3 voices, and was last updated 1 year ago by
Albert Yosua Matatula.
Jangan Terlalu Sabar Jadi Leader!
January 13, 2025 at 10:06 am-
-
Up::2
Jangan terlalu sabar deh jadi Leader! Pernah denger kalimat itu? Tunggu dulu, jangan ditelan mentah-mentah. Sabar itu emang baik, tapi kita perlu tahu konteksnya. Nah dalam konteks leadership sabar itu penting, tapi kalau kebablasan bisa jadi bumerang. Kurang lebih sama aja kaya kita ngedidik anak. Terlalu dimanja salah, terlalu dikerasin juga salah. Jadi yang bener harus gimana?
Pertama, ngasih ruang untuk belajar memang bagian dari leadership, tapi kalau tim terus dibiarin tanpa target yang jelas, kapan progresnya bakal kelihatan? Sama aja itu kaya lo main game tapi level satu terus, kan ga seru! Kalau lo ga pernah ngasih tantangan yang tingkat kesulitannya lebih, itu sama aja lo ga sayang mereka. Jadi, tetap kasih target yang jelas dan menantanng biar tim punya patokan dan semangat buat berkembang.
Kedua, leader itu tugasnya bukan cuma mentoring tapi juga coaching. Mentoring itu soal sabar dan ngasih kesempatan buat belajar. Tapi coaching itu soal ngasih dorongan untuk ngelewatin berbagai tantangan. Intinya leader harus tau kapan jadi mentor yang sabar dan kapan jadi pelatih yang ambisius. Nah, kalau udah masuk tahap coaching, kita harus berani dorong mereka keluar dari zona nyaman. Ibarat newbie yang baru pertama kali naik gunung, kalau gak ada yang ngasih semangat sampe maksa ya gak bakal sampai puncak.
Ketiga, pasang target tinggi itu bukan berarti bossy. Banyak leader yang takut bikin standar tinggi karena takut dianggap terlalu menuntut. Memang tim mungkin mengeluh awalnya. Tapi cepat atau lambat mereka pasti bakal paham. Ga apa-apa kita pasang target tinggi lalu targetnya ga kecapai. Itu masih jauh lebih baik daripada kita pasang target yang terlalu mudah lalu mereka capai. Itu jadi bikin mereka punya false win. Mereka jadi ngerasa hebat, padahal ga hebat-hebat amat.
Keempat, sabar yang berlebihan malah bikin tim males-malesan. Leader yang sabar emang bisa bikin lingkungan kerja lebih nyaman. Tapi jangan sampai kamu terlalu fokus bikin lingkungan kerja yang nyaman sampai enggak sadar kalau tim kamu malah males-malesan. Tim itu butuh pemimpin yang bisa mendorong mereka maju bukan yang selalu maklum kalau progressnya buntu. Bikin lingkungan kerja yang nyaman memang perlu, kaya ngasih pupuk ke tanaman. Tapi kebanyakan pupuk juga kan ga bagus buat tanaman.
Jadi, intinya gini, pemimpin itu harus punya keseimbangan antara sabar dan tegas. Jangan sampai terlalu lembek, tapi juga jangan sampai terlalu keras. Cari aja middle ground-nya. Misalnya, kalau ada tim yang performanya kurang maksimal, jangan langsung marah-marah, dan jangan dibiarin juga. Cobain ajak ngobrol baik-baik, kasih masukan yang konstruktif, dan kasih mereka waktu untuk memperbaiki diri.
Jadi, buat kamu yang lagi jadi pemimpin, inget ya, sabar itu penting tapi jangan sampai jadi toxic! Jadilah pemimpin yang bisa menginspirasi, memotivasi, dan mendorong timnya untuk terus berkembang. Ingat, pemimpin yang sukses itu bukan yang paling sabar, tapi yang bisa membawa timnya meraih kesuksesan bersama. Gimana? Udah siap jadi pemimpin yang lebih baik tahun ini?
“The only person who is truly happy is one who knows how to lose himself in the service of others.” – Albert Schweitzer
#BecomeABetterLeaderThisYear
-
Selain poin-poin di atas, sedikit tambahan dari saya mas Ardi ada beberapa perspektif untuk seorang leader antara lain:
Inteligensi emosional: Kemampuan untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi diri sendiri dan orang lain sangat penting bagi seorang pemimpin.
Visi yang jelas: Pemimpin yang baik harus memiliki visi yang jelas tentang masa depan tim atau organisasi. Visi ini akan menjadi pedoman bagi seluruh anggota tim.
Kemampuan berkomunikasi: Komunikasi yang efektif adalah kunci untuk membangun hubungan yang baik dengan anggota tim dan menyampaikan pesan dengan jelas.
Resiliensi: Kemampuan untuk bangkit kembali setelah menghadapi kegagalan adalah kualitas penting bagi seorang pemimpin.Btw terimakasih tulisannya mas Ardi yang telah memberikan wawasan yang berharga bagi siapa saja yang ingin menjadi pemimpin yang lebih baik. Dengan menerapkan prinsip-prinsip keseimbangan, empati, dan pengembangan diri, kita dapat membangun tim yang solid dan mencapai tujuan bersama.
-
Artikel dan komentar di atas memberikan wawasan yang sangat berharga bagi siapa saja yang ingin menjadi pemimpin yang lebih baik. Intinya adalah, seorang pemimpin harus mampu menyeimbangkan antara kesabaran dan ketegasan. Selain itu, seorang pemimpin juga harus memiliki kecerdasan emosional, visi yang jelas, kemampuan berkomunikasi yang baik, dan resiliensi.
Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang sedang berjuang untuk menjadi pemimpin yang lebih baik. Ingatlah, kepemimpinan adalah sebuah perjalanan yang terus-menerus membutuhkan pembelajaran dan pengembangan diri.
-
- You must be logged in to reply to this topic.
Login terlebih dahulu , untuk memberikan komentar.
Thread terkait
-
10 HR Tips untuk Meningkatkan Kinerja dan Budaya PerusahaanSumber daya manusia (SDM) adalah aset paling berharga dalam sebuah perusahaan. Ketika pengelolaan HR dilakukan dengan tepat, bukan hanya kinerja meningkat—tapi budaya…7 Jan 2026 • Human ResourcesAllTerkait:jangan
-
Jangan Pernah Ucapkan 10 Hal Ini Saat Leadership Interview!!<p style="text-align: left;">Saya tahu Leadership Interview itu susah. Satu kalimat saja bisa mengubah pandangan orang terhadapmu. Sedikit kesalahan bisa bikin mereka ragu…11 Feb 2025 • Human ResourcesAllTerkait:jangan terlalu leader
-
Talenta HR 101 Leaders Forum on SeptemberPada tanggal 19 September kemarin, Mekari Talenta baru saja berkolaborasi dengan SEMAJA dalam acara HR 101 Leaders Forum dengan judul The Complete…26 Feb 2025 • Human ResourcesTerkait:leader
-
21 Kriteria Tempat Kerja Ideal. Perusahaan Kamu Sudah Seperti Ini?Puluhan tahun jadi karyawan emang ga bosen? Saya pribadi sudah hampir 20 tahun jadi karyawan di berbagai perusahaan. Merasakan enak dan ga…25 Sep 2024 • Human ResourcesAllTerkait:jangan terlalu
-
Jalin Silaturahmi dengan Buka Bersama HR 101 Leaders Forum!Mekari Community telah mengadakan acara HR 101 Leaders Forum bersama dengan para HR Leaders sebagai pengguna Talenta dari berbagai industri pada tanggal…17 Jun 2025 • Human ResourcesTerkait:leader
-
Senangnya Berkumpul Kembali di Acara HR 101 Leaders Forum!Pada tanggal 21 Februari 2024 kemarin, Mekari Community mengadakan pertemuan bagi para HR Leaders untuk saling berbagi pengetahuan dan pandangan seputar perkembangan…8 May 2025 • Human ResourcesTerkait:leader
-
Pro-tip! Hanya 4 Langkah untuk Permudah Evaluasi Karyawan Probation dan KontrakHalo, Komunitas Mekari Talenta! 👋 Ramadhan tiba, Ramadhan tiba! Selain Ramadhan yang tiba, banyak karyawan yang resign tiba-tiba juga bukan menjelang puasa…19 Feb 2026 • Human ResourcesTerkait:jangan
-
Workday Personality : Lain dirumah VS lain diKantorPernah merasa jadi "Orang Berbeda" saat masuk kantor? Berangkat jam 8 pagi sebagai profesional yang tegas, pulang jam 5 sore balik jadi…11 Feb 2026 • Human ResourcesAllTerkait:jangan terlalu
-
Mekanisme Penggajian HRD: Proses, Prinsip, dan Tantangan di Dunia Kerja ModernPenggajian merupakan salah satu fungsi paling krusial dalam manajemen sumber daya manusia (HRD). Bagi karyawan, gaji adalah hak utama atas kontribusi tenaga,…13 Jan 2026 • Human ResourcesAllTerkait:jangan
-
Menghindari Burnout di Tempat Kerja dengan Teknik Sederhanaurnout bukan sekadar rasa lelah biasa. Ia bukan cuma soal capek fisik, tapi kelelahan emosional, mental, dan kehilangan makna dalam bekerja. Banyak…16 Feb 2026 • Human ResourcesAllTerkait:jangan terlalu
-
Penilaian Kinerja Masih “Rasa-Rasa”? Jangan Heran Kalau Karyawan Defensif.Banyak HR sudah punya KPI dan sistem penilaian kinerja. Form ada. Skor ada. Review tahunan jalan. Tapi yang sering terjadi di…16 Feb 2026 • Human ResourcesAllTerkait:jangan terlalu
-
[SHARING] Ketika HRD Mendapat laporan dari Atasan Karyawan untuk di pecatIroni memang ketika kita sebagai HRD hanya dijadikan tameng untuk mengakhiri hubungan kerja karyawan dengan perusahaan. Apalagi di perusahaan yang mayoritas karyawannya…5 Jan 2026 • Human ResourcesAllTerkait:jangan