Apakah anda mencari sesuatu?

  • This topic has 8 replies, 2 voices, and was last updated 1 day, 6 hours ago by Albert Yosua Matatula.

Karyawan Keluar = Ilmu Ikut Keluar. Ini Kesalahan Sistem, Bukan Orangnya.

January 5, 2026 at 9:16 am
image
    • GUNTUR OKTAVIAN
      Participant
      GamiPress Thumbnail
      Image 8 replies
      View Icon 6  views
        Up
        1
        ::

         

        Karyawan Keluar = Ilmu Ikut Keluar. Ini Kesalahan Sistem, Bukan Orangnya.

        Banyak HR atau manajer pernah mengalami situasi ini:

        • Karyawan resign atau pindah divisi
        • Pekerjaan dan proses yang mereka pegang jadi berantakan
        • Rekan lain bingung, harus mulai dari nol
        • Deadlines tertunda, kesalahan meningkat, stres tim bertambah

        Masalah utamanya bukan karena karyawan tidak kompeten, tapi karena knowledge management tidak pernah distandarkan.

        Beberapa pola yang sering terjadi di lapangan:

        • Pengetahuan tersimpan di kepala orang tertentu (knowledge silo)
        • Dokumen ada, tapi tidak update dan sulit dipahami
        • SOP formal, tapi jarang dipakai atau tidak praktis
        • Training hanya dilakukan saat onboarding, tanpa update rutin

        Akibatnya:

        • Onboarding karyawan baru jadi lambat
        • Kesalahan berulang karena tidak ada referensi yang jelas
        • Tim senior kelelahan menjelaskan hal yang sama
        • Risiko reputasi perusahaan meningkat jika proses penting gagal

        Beberapa langkah praktis yang bisa diterapkan HR dan tim:

        1. Dokumentasikan knowledge dalam bentuk yang mudah dipakai
          Langsung praktis, step-by-step, bukan dokumen tebal yang jarang dibaca
        2. Update dan review rutin
          Proses dan pengetahuan berubah, dokumen harus selalu relevan
        3. Buat budaya berbagi ilmu
          Weekly sharing, mentoring, atau sistem Q&A internal
        4. Gunakan tools digital
          HRIS, wiki, atau platform kolaborasi agar informasi tersimpan rapi dan bisa dicari siapa pun
        5. Tautkan knowledge ke KPI atau SOP
          Supaya setiap orang merasa wajib menggunakan dan memelihara pengetahuan

        Kalau knowledge management diterapkan dengan baik, dampaknya langsung terasa:

        • Karyawan baru lebih cepat adaptasi
        • Kesalahan berkurang
        • Tim lebih efisien
        • HR bisa fokus strategi, bukan memadamkan “kebakaran harian”

        Pertanyaan untuk diskusi:
        Di tempat kalian, pengetahuan penting apa yang sering hilang saat karyawan keluar, dan bagaimana cara kalian menanganinya?

      • Albert Yosua Matatula
        Participant
        GamiPress Thumbnail
        Image 8 replies
        View Icon 6  views

          Saya sangat setuju dengan poin yang Ka Guntur sampaikan bahwa “karyawan keluar = ilmu ikut keluar” bukanlah kesalahan individu, melainkan kegagalan sistem. Di banyak organisasi, masih ada pola berpikir bahwa selama pekerjaan berjalan, dokumentasi bukan prioritas. Padahal justru ketika orang kunci pergi, barulah dampak nyata dari absennya knowledge management terasa.

        • Albert Yosua Matatula
          Participant
          GamiPress Thumbnail
          Image 8 replies
          View Icon 6  views

            Pengalaman saya menunjukkan bahwa knowledge silo memang sering terbentuk secara tidak sadar. Karyawan yang sudah lama bekerja biasanya mengembangkan cara kerja sendiri yang efisien menurut mereka, namun tidak pernah dituliskan atau dibagikan secara sistematis. Akibatnya, ketika mereka pindah atau resign, tim lain kesulitan memahami “kenapa” dan “bagaimana” proses tersebut dijalankan.

             

          • Albert Yosua Matatula
            Participant
            GamiPress Thumbnail
            Image 8 replies
            View Icon 6  views

              Saya juga sepakat bahwa keberadaan SOP saja tidak cukup. Di tempat saya, SOP sering kali terlalu formal, panjang, dan tidak kontekstual dengan kondisi lapangan. Alhasil, dokumen hanya menjadi formalitas audit, bukan alat kerja harian. Ini membuat karyawan lebih memilih bertanya langsung ke senior dibanding membaca dokumen yang ada.

            • Albert Yosua Matatula
              Participant
              GamiPress Thumbnail
              Image 8 replies
              View Icon 6  views

                Dampak terbesarnya justru dirasakan oleh karyawan senior yang masih bertahan. Mereka menjadi “tempat bertanya berjalan” dan akhirnya kelelahan secara mental. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa mendorong burnout dan ironisnya mempercepat keinginan mereka untuk ikut resign.

              • Albert Yosua Matatula
                Participant
                GamiPress Thumbnail
                Image 8 replies
                View Icon 6  views

                  Poin tentang budaya berbagi ilmu menurut saya sangat krusial. Knowledge management tidak bisa hanya bersifat top-down dari HR, tapi perlu menjadi kebiasaan tim. Tanpa budaya yang mendukung, tools secanggih apa pun hanya akan menjadi “gudang data” yang jarang dibuka.

                • Albert Yosua Matatula
                  Participant
                  GamiPress Thumbnail
                  Image 8 replies
                  View Icon 6  views

                    Saya tertarik dengan ide mengaitkan knowledge dengan KPI atau SOP. Ini bisa menjadi cara efektif agar karyawan merasa memiliki tanggung jawab terhadap pengetahuan yang mereka pegang. Namun di sisi lain, penerapannya perlu hati-hati agar tidak terasa sebagai beban administratif tambahan.

                  • Albert Yosua Matatula
                    Participant
                    GamiPress Thumbnail
                    Image 8 replies
                    View Icon 6  views

                      Pertanyaan saya untuk Ka Guntur, bagaimana cara membangun kesadaran karyawan agar mau mendokumentasikan pengetahuan sejak awal, terutama di lingkungan kerja yang serba cepat dan target-driven? Apakah lebih efektif dimulai dari role tertentu (misalnya leader) atau langsung diterapkan ke seluruh tim?

                    • Albert Yosua Matatula
                      Participant
                      GamiPress Thumbnail
                      Image 8 replies
                      View Icon 6  views

                        Selain itu, menurut Ka Guntur, knowledge seperti apa yang sebaiknya diprioritaskan untuk didokumentasikan terlebih dahulu: yang bersifat teknis-operasional, pengambilan keputusan, atau pengalaman praktis (lessons learned)? Dan bagaimana cara menyeimbangkan antara dokumentasi yang rapi dengan tetap menjaga fleksibilitas kerja di lapangan?

                    Viewing 8 reply threads
                    • You must be logged in to reply to this topic.

                    Peringkat Top Contributor

                    1. #1
                      GUNTUR OKTAVIAN
                      Points: 171
                    2. #2
                      Agus Djulijanto
                      Points: 62
                    3. #3
                      Warsuwan
                      Points: 44
                    4. #4
                      AGUS PRASETYO BUDI SAPUTRO
                      Points: 37
                    5. #5
                      Debbie Christie Ginting / Finance Team Lead
                      Points: 34
                    Image

                    Bergabung & berbagi bersama kami

                    Terhubung dan dapatkan berbagai insight dari pengusaha serta pekerja mandiri untuk perluas jaringan bisnis Anda!